Seri Kebohongan Ibnu Taymiah (6): Ibnu Taymiah Mengkufuri Surah Ad-Dahr Turun Untuk Ahlulbait Nabi as.

Seri Kebohongan Ibnu Taymiah (6)

(“Tulisan dibawah ini kami lengkapi dengan bukti scan dari kitab “Minhajus-Snnah” karya Ibnu Taymiah terbitan Saudi Arabia yang di Tahqiq oleh Dr. Muhammad Rasyad Salim”_pen)

Jika Anda bertanya, apa sebenarnya yang paling istimewa dari Syeikhul Islam-nya kaum Wahabi Salafi? Maka jawabnya tegas: Keberaniannya dalam mendustakan dan mengkufuri berbagai nash keutamaan Ahlulbait suci Nabi, utamanya Imam Ali as.  setiap berhadapan dengan keutamaan Imam Ali as., Ibnu Taymiah seakan dibisiki qarin/perewangnya[1] untuk bersegera mengkufurinya dengan alasan apapun, betapa pun alasan itu terlihat dungu dan membuktikan kemunafikan!

Puluhan bahkan mungkin ratusan contoh dapat disajikan sebagai bukti keangkuhannya terhadap kebenaran Allah SWT dan Rasul-Nya…

Dalam kesempatan ini saya mengajak Anda menyimak satu bukti tambahan atas hal itu.

Surah ad-Dahr yang juga dikenal dengan nama surah al-Insân dengan nomer urut dalam mush-haf ke 76 telah ditegaskan dalam berbagai riwayat shahihah bahwa ia turun  sekaitan dengan sedekah yang diberikan Ahlulbait as. kepada seorang miskin, yatim dan tawanan perang secara berurutan dalam tiga hari setiap kali mereka (Ahlulbait as.) hendak menyantap hidangan berbuka puasa nadzar!

Allah SWT mengabadikan pristiwa agung itu dengan menurunkan sebuah surah lengkap yang mengisahkannya dan sekaligus menjelaskan maqam agung yang disandang Ahlulbait di sisi Allah… karena surah tersebut tidak turun untuk keluarga besar bani Umayyah; Abu Sufyan, Hindun, Mu’awiyah, Yazid, Marwan dan Hakam ayahnya, atau keluarga musuh-musuh Ahulbait lainnya… maka Ibnu Taymiah sangat keberatan terhadap “keberpihakan langit” terhadap keluarga Muhammad Saw. Karenanya, keutamaan ini harus segera ditentang! Dan kaum awam pun harus dibodohi agar tertipu dengan kepalsuannnya! … Untuk itu semua Ibnu Taymiah (juru bicara kaum munafikin pembenci keluarga suci Nabi Saw.) berkata:

Perhatikan Scan yang di blok warna kuning

.

.

.

.

.

.

.

Sisi Kedua:

إن هذا الحديث من الكذب الموضوع باتّفاق أهل المعرفة بالحديث، الذي هم أئمة هذا الشأن وحكّامه، وقول هؤلاء هو المنقول في هذا الباب، ولهذا لم يرو هذا الحديث في شيء من الكتب التي يرجع اليها في النقل، لا في الصحاح ولا في المساند ولا في الجوامع ولا السنن، ولا رواه المصنّفون في الفضائل، وإن كانوا قد يتسامحون في رواية أحاديث ضعيفة…

Sesungguhnya hadis ini (hadis yang menegaskan bahwa surah itu turun untuk Ahlulbait as. _pen) adalah kebohongan/kepalsuan berdasarkan kesepakatan para ulama ahli hadis. yang mana mereka adalah imam-imam dalam disiplin ilmu ini dan para hakimnya. Dan ucapannya mereka adalah yang dinukil dalam bab/hal ini. Karenanya hadis itu sama sekali tidak pernah diriwayatkan dalam satu kitab rujukan manapun, tidak dalam kitab-kitab hadis Shahih, Musnad-musnad, Jami’-jami’ maupun Sunan-sunan. Tidak juga pernah dirwayatkan oleh para penulis kitab-kitab Fadhâil.. kendati mereka itu biasanya mentolerir hadis-hadis dha’ifah/lemah….

(Minhaj As-Sunnah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim, Cet. Saudi Arabia, Jilid 7, hal. 177-178) -Lihat Scan Kitab di atas-

.

.

.

Sisi Ketiga:

.

إن الدلائل على كذب هذا كثيرة، منها: إن علياً إنما تزّوج فاطمة بالمدينة…

وسورة هل أتى مكيّة باتّفاق أهل التفسير والنقل، لم يقل أحد منهم إنها مدنيّة

.

“Bukti-bukti kepalsuan hadis itu banyak sekali, di antaranya; Ali baru menikah dengan Fatimah di kota Madinah…….

Dan Surah Hal Atâ adalah surah Makkiyah berdasarkan kesepakatan ahli tafsir dan hadis. Tidak seorang pun dari mereka mengatakan bahwa ia Madaniyah (turun setelah hijrah)!”

(Minhaj As-Sunnah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim, Cet. Saudi Arabia, Jilid 7, hal. 179) -Lihat Scan Kitab di atas-



Inilah yang dikatakan Ibnu Taymiah!

Sementara bukanlah hal sulit bagi seorang santri apalagi ulama untuk menemukan puluhan bukti bahwa surah ad-Dahr/Hal Atâ adalah berstatus Madaniyah bukan Makkiyah, apalagi menjadi kesepakatan para ulama bahwa ia Makkiyah! Tetapi Ibnu Tayimiah tidak pernah punya rasa malu untuk menisbatkan kepalsuan yang dibisikkan Qarin-nya itu kepada para ulama dan kesepakatan ulama!

Sebagai contoh perhatikan keterangan al Baghawi di bawah ini:

.

سورة الإنسان، مدنيّة، وهى إحدى وثلاثون آية

“Surah al-Insân adalah Madaniyyah. Ia berjumlah 31 ayat.” [2]

.

Keterangan serupa dapat Anda jumpai dalam tafsir Fathu al-Qadîr; asy Syaukâni – dan ia menegaskan bahwa pendapat itu adalah pendapat Jumhur ulama ahli tafsir-[3] dan Rûh al-Ma’âni; al Aluûsi, [4]

.

Surah Al Insân Turun Untuk Ahlulbait Nabi Saw.

Adapun bukti-bukti tekstual dari hadis/riwayat bahwa surah tersebut turun untuk mengabadikan amalan terpuji Ahlulbait as. adalah sangat banyak sekali. Para ulama, ahli tafsir, para muhaddis dan penulis kitab-kitab Fahdâil telah berlomba-lomba meriwayatkan dan menyebutkannya.

Ketika menyebut sejarah putri terkasih Nabi; Fatimah az Zahra as. (yang oleh Ibnu Taymiah tidak jarang dihina kemulaiannya)-, para ulama Ahlusunah juga tidak ketinggalan menyebutkan peristiwa tersebut dan hadis sekaitan turunnya surah itu! Bahkan mereka mensifatinya hadis tersebut sebagai hadis yang sangat masyhur.[5]

Saya hanya memngajak Anda –khususnya para santri dan ulama agar merujuk kitab-kitab di bawah ini untuk membutkikan betapa nyata kedunguan Ibnu Taymiah dan betapa dalam dendam dan kebenciannya terhadap leluarga suci Nabi Muhammad Saw. sehingga tanpa malu dan tanpa rasa takut sedikit pun akan siksa Allah SWT atas yang membenci Nabi dan keluarga sucinya dan mengkufuri keutamaan mereka!!…

Saya hanya meminta Anda merujuk kitab-kitab di wbawah ini:

  1. Tafsir al Wâhidi.
  2. Tafsir al Kasysyâf,; az Zamakhsyari.
  3. Tafsir Fakhru ar Râzi,15/244.
  4. Tafsir ad Durr al Mantsûr; as Suyuthi,6/485.
  5. Rûh al Ma’âni,15/174.
  6. Tafsir al Baidhâwi,2/552.
  7. tafsir an Nasafi,2/758.
  8. Tafsir an Nisaburi (dicetak dipinggir tafsir ath Thabari),12/112.
  9. Tafsir al Khâzin,4/378.
  10. Usdul Ghâbah; Ibnu al Atsîr,5/530.
  11. Al Ishâbah; Ibnu Hajar,8/281.
  12. Ar Riyâdh an Nadhirah; Muhibbuddîn ath Thabari, 2/180.
  13. Farâid as Simthain,2/53.
  14. Kifâyah ath Thalib; al Kunji:348.
  15. al Mustadrak’ al Hakim.
  16. Tadzkirah al Khawâsh:281.
  17. dll.


[1] Dalam Al Qur’an ayat 36 surah az Zukhruf [43] Allah berfirman:

وَ مَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطاناً فَهُوَ لَهُ قَرينٌ

“Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an) , Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.”

Dan setan adalah sejelek-jelek qarin.. demikian dijelaskan Alah dalam firman-Nya:

وَ مَنْ يَكُنِ الشَّيْطانُ لَهُ قَريناً فَساءَ قَريناً

“Barang siapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk- buruknya.” (QS. An Nisâ’ [4];38)

[2] Ma’âlim at Tanzîl,5/495.

[3] 5/343.

[4] 29/150.

[5] Rûh al Ma’âni,29/159.

71 Tanggapan

  1. Saya sih tidak kaget dengan Ibnu Taimiyah… seakan dia itu diciptakan Allah untuk menabur kesesatan dan syubhat rakhishah!
    banyak memang sunnah yang ditolak Ibnu Taimiyah, lantara tidak cocok dengan nafsunya….
    mudah2an Allah menyelamatkan kita semua dari hawa nafsu menyesetkan….

  2. Bismillah, buktikan kalo blog-mu di atas kebenaran dan blog sesat! Silakan klik ini. Link

  3. Buat akhi: SULAIFI
    KOMENTAR
    Ajib, kenapa ya setiap Salafi/Wahabi kok bahasanya tidak ada yang santun???? mas yang akan dipertanggung jawabkan di akhirat bukan cuma akidah anda semata, tapi juga mulut anda….
    Jika pembelaan anda berbobot mengapa anda memakai kata-kata yang tidak mencerminkan orang berilmu?!
    akhi sulaifi, kata-kata anda seperti di antaranya:”Dan jangan ditoleh dan dianggap kritikan dari si tolol pemilik blog: INILAH IBNU TAYMIAH. Karena kritikannya hanyalah di atas kebodohan dan hawa nafsu.” hanya akan mebuktikan ketidak ilmiahan sanggahan anda….
    Akhi, apakah bukti yang diajukan saudara pengelolah bloh inilah ibnutaymiah, di bawah ini bukan termasuk bukti?:

    “Global permasalahan ini: seluruh yang dinukil dari kalangan kaum Anshar dari bani Abdi Manaf bahwa mereka itu meminta agar selain Abu Bakar diangkat sebagai Khalufah tidaklah mereka itu menyebut Hujjah Syar’iyah, tidak pula menyebutkan bahwa selain Abu Bakar itu lebih berhak atasnya dan lebih utama. Akan tetapi ucapannya itu hanya muncul dari kecintaan kepada suku dan kabilahnya, dan adanya keinginan agar imamah/khilafah itu berada di tangan kabilahnya.

    Dan seperti dimaklumi bahwa seperti itu bukanlah termasuk dalil syar’i dan jalan agama dan tidak pula termasuk yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya agar diikuti kaum Mukminin. Akan tetapi ia adalah Syu’bah/sempalan mental jahiliyah dan sejenis fanatisme terhadap nasab dan suku. Dan hal ini termasuk yang Allah utus (Nabi) Muhammad untuk meninggalkan dan membatalkannya.”
    (Minhajus Sunnah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim, Jilid 1, hal 520)
    apakah bukrti di atas tergolong hawa nasfu dan kebodohan???
    akhi sulaifi…. saya yakin orang berakal dan berbudi luhur pasti akan jijik membaca tulisan anda, sebab kata-kata keji seperti:
    *) si tolol pemilik blog: INILAH IBNU TAYMIAH.
    *) Untuk diketahui oleh pemilik blog jahil si tolol *) pemilik blog: INILAH IBNU TAYMIAH.
    *) blog ini bisa jadi blog orang bodoh atau dungu atau blog pengekor hawa nafsu.
    *)dan yang aneh kebohongan tersebut ditelan mentah-mentah oleh pemilik blog: INILAH IBNU TAYMIAH seperti menelan kotoran orang gila. Wal iyadlu billah.
    *) Dll
    Semua itu hanya bukti kegagalan anda (pengelolah blog:http://sulaifi.wordpress.com/ dan juga kegagalan salafi dan wahabi pembela Ibnu Taimyah lainnya.
    Semoga anda jujr mau memuat komentar saya..
    yang pasti komentar ini juga akan saya layangkan ke blog musuh anda:http://ibnutaymiah.wordpress.com
    wassalam

    • kalo gue sih ikut imam Ali, Imam Hasan, dan Imam2 yg lain, wong mereka setia pada Khalifah Abubakar, Umar dan Usman, dan seandainya tertulis dlm syariah atau pesan Nabi SAW akan hak kepemimpinan pada Imam Ali bin Abithalib ,knapa Imam Ali yg sangat berani itu diam saja ? tentu sangat tidak masuk akal.
      bahkan Imam ALI TELAH MENGAWINKAN anaknya dengan Umar Ibn Khattab yg mulia.dan Imam Husein menamakan anak anak nya dg nama Abubakar, Umar sebagai bantahan atas klaim perampasan hak Khilafah oleh Sahabat2 Rasul yg mulia seperti yg dituduhkan moyang moyang syiah yg mmg tujuanya merusak ketahanan Islam yg menggentarkan bumi pada saat itu.
      mari kita contoh Imam Ali, Imam Hasan, Imam Husein merek lebih berani, lebih amanah, lebih suci, lebih berilmu yg keilmuannya dan keberaniannya bagaikan langit dan bumi jika dibandingkan Ulama- ulama syiah dari dahulu maupun saat ini.

    • Maaf mas .kalau anda ingin memang ingin ilmiah mestinya anda berfikir terlebih dahulu sebelum memaparkan di blog anda sebelum dihujat dan dianggap bodoh oleh orang lain , karena kaidah ilmiah yang anda utarakan sama sekali kekanak kankan dan menunjukan ketidak telitian anda sehingga orang yang membaca tulisan anda panas , itu wajar maka jangan juga disalahkan orang yang mehujat anda , yang tidak teliti itu anda sendiri .Kesan saya baca dari tulisan anda adalah cuma menonjolkan kepentingan syiah anda tampa membaca hujah ibnu taimiyah yang mendhoifkan hadis tersebut .wahhhh sayang tidak bermutu dijadikan forum beragumentasi.

  4. Orang lebih senang untuk menilai orang lain..daripada jujur pada diri sendiri..dari sekian banyak komentar negatif dari pemilik blog ini..orang dapat menilai..ternyata ilmu yang dimilikinya tidak mampu untuk menghiasi dinya sebagai seorang yang alim…

  5. artikel yg bagus ….
    hendaknya bagi para pecinta ibn taimiyah berdiskusi dgn cara yg baik kalau link ini sesat …

  6. KAJIAN SEMASA MENGENAI PERKEMBANGAN WAHABBI DI MALAYSIA, sila google tajuk-tajuk seperti di bawah ini:-

    (a) http://www.mediafire.com/?ne2dmyeinzo
    (b) Jaringan Wahabbi Sdn Bhd
    (c) Jom Kenali Dr Maza & Co
    (d) Ahlul Bait Yang Dicerca
    (e) Tok Ayah Zid Kedai Lalat
    (f) Kuasa Tiang Kepada Cita-cita
    (g) 40 Mutiara Hikmat Serambi Mekah

  7. tadinya saya sempat tertarik melihat topik yg di bicarakan disini.. tapi akhirnya saya jadi kurang simpatik, saya khawatir etika debat saudara-saudara muslim kita yg lain hendaknya tidak seperti disini.. terimakasih, setidaknya ilmu saya sedikit bertambah disini.. saya tidak tertarik berkomentar tentang isi, kita adalah rahmatan lil ‘alamin.. allahuakbar!!

  8. ya akhi, kalian menghina ulama ahlusunnah, pembela sunnah, ana telah membaca kitab ibnu taimiyah isinya, pembelaan terhadap sunnah dan kecintaannya terhadap ahlul bait. tidak seperti orang syi’ah yang yang menghujat dan menghina para sahabat nabi bahkan mengkafirkan seperti Umar, Abu Bakar Dan Utsman. dan juga menghina dan menghujat istri rasulullah yakni Aisya. mana bukti kalo ibnu taimiyah itu tidak cinta dengan ahlu bait. ini adalah kedustaan terhadap ibnu taimiyah. ibnu taimiyah itu bukan wahabi. karena syaikhul islam ibnu taimiyah tidak pernah ketemu dengan Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab. Ketika Syaikh muhammad bin abdul wahab lahir. syaikhul islam ibnu taimiyah sudah meninggal. Justru Syaikh Muhammad Bin abdul Wahab banyak mempelajari kitab -kitab karangan Syaikhul Islami ibnu Taimiyah. berarti kalian yang berdusta. Bukan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

    • betul,,,,,,,,,,,,,,,,,betul….betul…!!, aq stuju…….hidup Aqidah ahlus sunnah waljama’ah…al wahabiyah, al ibnu taimiyah…terus berjuang kebenaran Insya Allah ada dipuindak para ulama Salaf…

  9. Dasar Nashibi, udah diperlihatkan betapa bencinya Ibnu Taimiyah pada ahlul bayt terutama Imam Ali as masih dibelain mati-matian. Semoga kalian bersama orang yang anda cintai Ibnu Taimiyah dan Muawiyah yang tidak mungkin bersatu dengan Imam Ali as.

    • Yang nashibi (kafir) ya anda sendiri ,sudah jelas pemahaman anda salah masih bela belain golongan sesat (syiah) . Ahlu sunah mengartikan Ahlu bait bukan cuma Khalifah Ali dan istri Fatimah saja tapi semua keluarga nabi dari istri lain juga ahlu bait .Kenapa ahlu bait cuma Ali Ra dan Fatmah saja ? .ini menunjukan kesesatan anda .

      Saya Menjawab:

      Akhi, apa yang Anda maksud dengan kata-kata Anda: Ahlu sunah mengartikan Ahlu bait bukan cuma Khalifah Ali dan istri Fatimah saja tapi semua keluarga nabi dari istri lain juga ahlu bait .?
      Apa bukti Anda?
      Lebih baik mengedepankan bukti dari pada mengedepankan emosi dan ashabiyyah/fanatik jahiliyah!

  10. Ass,,
    sudara’ ku,,
    sya bkan ahli ilmu, bkan jga ahli tafsir..
    sya sring brdialog dg orang” pngkut ajaran ibnu taimiyah, dan dlam suatu diskusi mreka menyebutkan bahwa Orang Tua Nabi Agung Muhammad SAW (Abdullah dan Siti Aminah) adalah calon penghuni neraka…

    Hal itu yang membuat saya menangis,,,
    knpa mreka smpai berani mengecap sperti itu,,
    tolong saudara2 ku yang berilmu kalau bicara dpkir trlbih dahulu…

    • Yang menyatakan Orang tua nabi Muhammad di Neraka bukan Ibnu Taimiyah dan bukan pula umat muhammad tapi nabi muhammad sendiri di sesuai hadis nabi ,kita TIDAK ada yang berani menyatakan bahwa kedua nya di neraka kecuali nabi Muhammad sendiri yang menyebutkan di dalam hadisnya .

      Kami Menjawab:

      Sebelum memastikan dengan nada semberono seperti yang Anda katakan, pasti akan kelihatan arif jika Anda mengecek terlebih dahulu sejauh mana hadis/riwayat yang memuat sabda Nabi saw. yang Anda maksud itu dapat dipertanggungjwabkan! Bukankah begitu akhi?!
      Apa Anda dapat membutikan bahwa Nabi saw. memang mengatakan bahwa kedua orang tua beliau ahli jahannam?
      Kehati-hatian Anda pasti berguna di akhirat nanti!

      • masyaALLAH,,begitu beraninya anda mengatakan ibunda rasululloh masuk neraka? bgtu bahagia nya anda mengikuti hadis tersebut tanpa mengindahkan hak anda untuk tutup mulut ,bgitu bahagia nya anda mengatakan bgtu tanpa mengindahkan ilmu yg ada disisi anda,,? sy hormat dgn kepiawaian dan ketegasan anda dalam menghina ibunda rasululloh,,,tp ingat ilmu dan ketegasan anda ini akan dipertanggung jawabi di akhirat nanti

      • tidak akan bisa damai kaum muslimin klau bergini adanya satu sama lain menonjolkan kepintarannya. padahal Allah hanya memberikan sedikit ilmu kepadanya. namun ilmu yang sedikit sudah dijadikan argumen untuk menjatuhkan satu dengan yang lain dengan bahasa yang kasar. Saya hanya bermohon kepada Allah agar mendamaikan hambanya dengan kehendaknya. dan Ya Allah jika web ini baik maka beri kemudahan bagi penulisnya dan web ini buruk dan banyak keburukannya dengan kehendakMu musnahkanlah dan sadarkanlah penulisnya.

    • ngebet, on Januari 23, 2011 at 10:27 pm said: Komentar Anda sedang menunggu moderasi.
      masyaALLAH,,begitu beraninya anda mengatakan ibunda rasululloh masuk neraka? bgtu bahagia nya anda mengikuti hadis tersebut tanpa mengindahkan hak anda untuk tutup mulut ,bgitu bahagia nya anda mengatakan bgtu tanpa mengindahkan ilmu yg ada disisi anda,,? sy hormat dgn kepiawaian dan ketegasan anda dalam menghina ibunda rasululloh,,,tp ingat ilmu dan ketegasan anda ini akan dipertanggung jawabi di akhirat nanti

  11. huahahah….buat pembela syekhul bani umayah yang namanya sapa tuh??? tai apa ?? taimiyah yah?? makan tuh tai miyah!! begitu dikubur ente pade juga tahu siapa syekh ente sebenarnya !!

    ane cuma mau ingetin 1 hal:
    iblis diusir allah karena dengki kepada manusia.
    apa kira kira yang akan dilalakkukan allah kepada pendengki keluarga mahluk yang paling allah cintai??
    pikir sendiri !!!

    • Eh bahlul kalo nggak ngerti agama jangan nggonggong kayak anjing kamu tau nggak siapa itu Ibnu Taimiyyah, beliau jangan dibandingkan dengan Khumaini atau Kulaini yang beragama Syiah,Ibnu Taimiyyah orang besar sepanjang zaman, beliau adalah Syaikhul Islam lain dengan Khumaini dll mereka agamanya Syiah yang bukan Islam, yang pura2 mencintai nabi padahal kamu kamu lebih cinta imam2mu daripada kepada Muhammad SAW, iya kan terbukti dikitabmu yang dikarang oleh Kulaini yaitu Alkafi menyebutkan bahwa Jibril AS salah memberikan wahyu. yang seha- rusnya diberikan kepada Ali Radhia LLah anhu, iya kan bodoh.

      • coba bandingkan kepiawaian alquran tersebut dgn perkataan ibnu taimiyah,,mana yg lebih benar?dgn menghina ahlulbait anda mensetarakan keilmuan nya?

  12. Ayo ikuti keberanian Imam Ali, Hasan dan Husein yg setia dan berjuang bersama Syaidina Abubakar, Umar, Usman sebagai khalifah menundukan wilayah Arab dan dunia dlm pangkuan Tauhid Al Islam
    jgn ikuti perpecahan yg diupayakan oleh moyang2 syiah pengarang cerita cerita palsu ttg permusuhan mereka
    AllahuAbar, wassalam
    merek semua mulia didunia dan di ahirat seperti janji Allah dalam kitab Nya.

  13. Ya akhi, biarkan saja mereka mau bicara seperti apa pun, mereka belum mendapat petunjuk / hidayah dari Alloh subhanahu wa ta’ala sehingga menghina ulama pembela sunnah.
    Ingat ya akhi, barangsiapa yang Alloh ta’ala beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Alloh ta’ala sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah.

    • Bener tuuu,semakin kamu nasehati malah semakin tersesat .mungkin sudah di palingkan dari jalan kebenaran akibat mencaci maki para sahabat nabi.

  14. @pencinta ibn taimiyah
    cobalah buka ayat quran alkahfi 103-106
    kalian termasuk orang yg paling merugi perbuatannya,
    krn kalian mengikuti seorang yg mendustakan ayat2 allah.
    banyak ayat2 allah ttg keutamaan ahlulbait,tp karna kedengkian ibnu taimiyah trhdp ahlulbait,maka dia berani menjual keislamanannya demi hawa nafsunya.
    tdk ada gunanya ibadah n amal kalian dimata alllah apabila kalian mendustakan ttg kutamaan ahlulbait

    • Didalam ayat tersebut tidak ada pernyataan mencintai Ahlu Bait kecuali yang anda tafsirkan menurut pemahaman Syiah ,wajar kalau ayat ini di plintir kehendak siapa yang menafsirkan .

      Kami Menjawab:

      Jika semua riwayat shahihah tentang turunnya surah ad Darh untuk Imam Ali, Fatimah dan kedua putra mereka yang diriwayatkan dan dishaihkan para ulama dan mufassirin belum cukup bagi Anda… maka saya tidak akan memaksa… sebab faman sya a fal mu’min wa nam sya a fal yakfur!
      Tapi akhi, kamu belum membantah apa yang kami sebutkan bahwa Ibnu Taymiah yang kamu sedang bela dan puja adalah berbohong dengan sengaja dan terang-terang tanpa malu (jika ia masih punya rasa malu dan iman akan bahaya berbohong dan berkhiatan atas nama agama), yakdzibu ‘alanan jiharan bahwa hadis/riwayat tentangnya adalah palsu berdasarkan kesepatan ulama, semantara para ulama telah meriwayatkan dan menshahihkannya?
      Jadi Ibnu Taymiah pembohong berat!!! Tolong Anda selamatkan harga dirinya di sini! Buktikan kalau ia tidak berbohong dan menipu kaum awam (mungkin Anda salah satu korbannya)

  15. Saya perhatikan dengan seksama yang menulis blog-blog di situs ini tentang penghujatan kepada ibnu taimiyah orangnya itu-itu juga , karena bentuk kata dan tulisannya hampir sama,saya curiga dengan orang ini.

    • betul mas….orangnya eta-eta juga……………….setiap orang yang membenci, menghina itu ciri tidak bermoral….bersabarlah………..sebagaimana kesabaran Rasulullah dalam menghadapi cercaan. terus berjuang sampaikan dakwah aqidah ahlus sunnah waljamaa’h.. untuk mengimbangi dakwah syrik, bid’ah dan khurafat. dimana saja berada.

  16. dari sekian banyak komen yg kontra, tidak ada satupun yg seilmiah pemilik blog.
    ini yg saya amati.

  17. waspadalah…………………waspadalah………. diskeitar kita adanya aqidah As ariyah , al maturidiyah………

    • dede ajid saya bukan pengikut as ariyah, memang nama saya belakangnya Al masryiki karena saya orang timur.saya anggota HASMI di BOGOR.saya ahlus sunnah wal jama`ah.

  18. sedikit saya copas dari blog http://sulaifi.wordpress.com/2010/05/10/ibnu-taimiyyah-dan-minhajus-sunnah/

    Meskipun kecerdasan beliau dipuji oleh musuh-musuh beliau, beliau adalah manusia biasa yang penuh dengan kekurangan. Kitab-kitab beliau seperti Majmu’ Fatawa, Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah dan lain sebagainya adalah ditulis atau di-imla’kan dari hafalan beliau sendiri tanpa membuka buku-buku rujukan ketika beliau di penjara. Dan hidup beliau berpindah-pindah dari satu penjara ke penjara lain.Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkomentar tentang Kitab Minhajus Sunnah:

    لكن وجدته كثير التحامل إلى الغاية في رد الأحاديث التي يوردها بن المطهر وان كان معظم ذلك من الموضوعات والواهيات لكنه رد في رده كثيرا من الأحاديث الجياد التي لم يستحضر حالة التصنيف مظانها لأنه كان لاتساعه في الحفظ يتكل على ما في صدره والإنسان عامد للنسيان وكم من مبالغة لتوهين كلام الرافضي ادته أحيانا إلى تنقيص علي رضي الله عنه

    “Akan tetapi aku mendapatinya (Minhajus Sunnah) banyak pemaksaan yang sangat di dalam menolak hadits-hadits yang dibawakan oleh Ibnul Muthahhar Al-Hulli Ar-Rafidli. Meskipun kebanyakan hadits yang ditolak oleh Ibnu Taimiyyah adalah hadits maudlu’ (palsu) dan hadist lemah. Akan tetapi ia (Ibnu Taimiyyah) menolak -dalam bantahannya- banyak hadits-hadits yang jayyid (shahih) yang mana ia dalam keadaan tidak mampu untuk me-recall hafalannya (memuraja’ah) –ketika sedang menulis kitab itu- dari tempat induk hadits-hadits itu. Ini karena beliau –dengan keluasan hafalannya- ketika menulis kitab itu hanya bersandar pada hafalan yang ada di dadanya. Dan manusia mudah terjatuh pada sifat lupa. Dan terkadang bantahan yang keras dari beliau terhadap orang Rafidlah ini (Ibnul Muthahhar Al-Hulli) dalam beberapa keadaan bisa membawa pada pelecehan Ali bin Abi Thalib radliyallahu anhu.” (Lisanul Mizan: 6/319).

    mohon pencerahan,
    jelas di blog yg membela Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dikatakan bahwa beliau banyak menulis kitab berdasarkan hapalan sendiri tanpa melihat rujukkan karena beliau sering di penjara.
    Selain itu hadits shahih yang ditolak oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah bukan suatu kesengajaan karena beliau menolaknya semata-mata karena hadits tersebut dlaif menurut hafalan beliau. Dan ternyata setelah dicari dalam kitab-kitab induk –oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar- ternyata shahih,(berarti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah lalai dalam membuat kitab),.. dan Pelecehan Ali bin Abi Thalib adalah bukan unsur kesengajaan dari beliau. Itu karena bantahan beliau yang sangat keras kepada sekte Rafidlah (Syiah) sehingga seolah-olah ikut merendahkan kedudukan Ali..
    pertanyaan:
    1. Membuat kitab dengan hapalan (yg diakui kadang2 lupa) tanpa melihat kitab rujukkan lain, apakah kitab2nya sprti Majmu’ Fatawa, Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah bisa disebut shahih?
    2. Pelecehan kepada Imam Ali bin Abi Thalib karena bantahan terhadap sekte rafidlah apakah bisa dibenarkan,(dimaapkan) karena membantah tidak harus menjadi pembenar bagi pelecehan terhadap pribadi agung siapapun yang memang diakui terbukti agung.
    3. apakah bantahan tersebut dapat di akui dan dianggap shahih karena telah diakui bahwa Ibnu Taimiyah adalah orang biasa(tidak maksum) yg bisa lupa (salah) dan membantah berdasarkan hapalan ketika dipenjara tanpa melihat kitab rujukkan.
    4. Apakah lupanya Ibnu Taimiyah tsb tidak lantas menggugurkan semua hujjah atau dalil beliau thd hal2 lainnya, karena tidak menjamin bahwa beliau tidak dalam keadaan lupa dalam menulis hujjah yang lain.

    sekali lagi mohon pencerahan,.. dan mohon dengan hujjah dan dalil yg jelas, rasional, ilmiah tanpa hujatan

    Kami Mewnjawab:

    Memang seperti itu kadang sebagian orang membela atau mencarikan uzur untuk Ibnu Taymiah, tetapi jika kita perhatikan dengan seksana dan jujur saja kita katakan bahwa alasan/uzur seperti itu sangat tidak beralasan sebab:
    *) Ia sering menisbatkan pendustaan terhadap hadis kepada ijma para ulama atau ahli ilmu (ulama ahli hadis) ternyata yang ada adalah sebaliknya.. bukankah ini sebuah kepalsuan dan kebohongan sengaja?!
    *) Ibnu Taymiah sering menghina Imam Ali. Siti Fatimah, al Hasan dan al Husain dan keluarga Nabi lainnya sehingga sebagian ulama melihat adanya kebencian mendalam Ibnu Taymiah kepada Sayyidina Ali as.
    *) Ibnu Taymiah dengan serius membela para pembenci Imam Ali as. yang mencerikan seribu satu uzur untuk mejahatan mereka!

    • Pernyataan anda sama saja tidak ilmiah ,sebelum anda mengomentari ibnu taimiyah saya ambil contoh kepada kitab al Kafi buku pegangan syiah jauh dari sebuah sebutan hadis nabi .Ingin bukti sanad al kafi tidak lebih sanad Wahin (orang yang tidak jelas ) tidak bisa dirujuk siapa perowinya . Ini juga menunjukan lemah penguasaan ilmu hadis anda .

  19. bos ini ada tandingannya blog ente coba dimainkan bos, yang asli yang mana
    http://syaikhulislam.wordpress.com/tentang-kami/

  20. otak abu salafy di penuhi kotoran ayam

  21. na’udzbillah minal ‘aqooidal mafaasidal ibnu taimiyyah wa jama’tihi ilaa yaumil qiyaamah

  22. semua keutamaan Sayyidina wa Imamuna Ali dan para imam pasti akan dikufuri oleh nak tai miah yang satu ini…. subhanallah sepertinya dia menyesal karena tidak ikut bersama Mu’awiyah memerangi Imam Ali as. makanya dia sekarang memerangi keutamaan beliau.. Ibnu Tai miah pasti menyesal tidak ikut membantai al Husain dan keluarga Nabi dan pengikut al Husain di karbala.. karenanya sekarang ia pakai mulut dan penanya untu menyerang al Husain as.
    Dari sini kita jadi mengerti mengapa kaum Salafi aliasa wahabi alias Khawarij terkutuk mengidolakan Ibnu Tay Miyah dan menggelarinya dengan Syeikhul Islam padahal yang pantas untuknya hanya Syaikul Kufri wan nifaq…

    • masya Allah, kenapa perkara menjadi seperti ini.
      ingat ,wahau saudaraku seislam, semua perkataan, perbuataan, pendengaran akan dimntai pertanggung jawaban di hai kiamat.
      kenapa pada hal-hal yang belum jelas kebenarannya, kita berani berkomentar. Ingat, mereka adalah Ulama yang menelurkan banyak karya untuk islam, dan mereka sendiri adalah manusia, tidak ma’sum, bukan seperti nabi.
      Dan saya lihat, semua yang memberi komentar dendan nama samaran, ini bentuk komentar yang hanya seenaknya saja.
      saya cuma mau berpean pada teman2 untuk lebih berhati2 dalam berkomentar. perlu ketelitian, dan pengumpulan data yang akurat.
      Ingat, sekarang Zaman edan, semua bisa saja terbalik, yang benar jadi salah,dan sebaliknya.
      salah satu cara adalah tasabbut (memperjelas dgn data2 yang lengkap) dgn niat mencari yang benar.
      wasalam

  23. para pembela ibn taimiyah ternyata pembelaannya isinya cuma sumpah serapah…..saja..
    bukan hujjah yg kuat

  24. anda mengatakan itu semua atas dasar apa?di kitab apa?karangan siapa?bunyinya apa?anda ngikutin ulama siapa?sebab agama seseorang itu tergantung dari mana dia itu belajar.

  25. masya Allah, kenapa perkara menjadi seperti ini.
    ingat ,wahau saudaraku seislam, semua perkataan, perbuataan, pendengaran akan dimntai pertanggung jawaban di hai kiamat.
    kenapa pada hal-hal yang belum jelas kebenarannya, kita berani berkomentar. Ingat, mereka adalah Ulama yang menelurkan banyak karya untuk islam, dan mereka sendiri adalah manusia, tidak ma’sum, bukan seperti nabi, nda’ luput dari kesalahan.
    Dan saya lihat, semua yang memberi komentar dengan nama samaran, ini bentuk komentar yang hanya seenaknya saja. kurang bertnggung jawab
    saya cuma mau berpean pada teman2 untuk lebih berhati2 dalam berkomentar. perlu ketelitian, dan pengumpulan data yang akurat.
    Ingat, sekarang Zaman edan, semua bisa saja terbalik, yang benar jadi salah,dan sebaliknya.
    salah satu cara adalah tasabbut (memperjelas dgn data2 yang lengkap) dgn niat mencari yang benar.
    wasalam

  26. artikel ky gini dibilang ilmiah? Mana buktinya dr kitab ahlussunah klo surat ad-dahr diturunkan utk ahli bait? Sebutkan satu sj hadits dan yg mriwayatkannya! Lihat tafsir jalalen, assuyuti berkata: makiyyah atau madaniyah 31 ayat. Artinya sbagian ayat ada yg dtrnkn di makah dan sbagian lg ada yg di madinah. Lihat jg kitab asbabun nuzul assuyuti (dcetak pd catatan pinggir tfsr jalalen) ga ada hadis asbabunnuzul surat ini ttg ahl bait. Blog ini jelas2 pmbela agama syiah. Ahlusunah mencintai ahl bait dan para sahabat termasuk muawiyah. Albukhori jg meriwayatka hadis dr muawiyah. Ahl sunah jangan mau diadudomba oleh blog ini!

    Kami Menjawab:

    (1) Akhi sekali-kali jangan jadikan kejahilan sebagai modal utama dalam beragama dan memamahi masalah-masalahnya.
    Apa Anda sudah merujuk daftar nama-nama kitab yang saya sebutkan di akhir makalah saya?
    Tolong Anda rujuk dulu sebelum menentang!
    (2) Masalah Ahlusunnah mencintai Mu’awiyah itu sekedar fitnah belaka. Anda membaca kitab al maqalat as Sunniyah karya Imam al Syeikh Abdullah al Harari (rahimahullah) yang ia tulis membongkar kesesatan pandangan Ibnu Taymiah. Pada bab Bayan Inhiraf Ibni Tayimah ‘an Sayyidina Ali radhiyallahu ‘anhu/bab penjelaan tentang penyimpangan Ibnu Taymiah dari Ali ra.. Jadi sebelum menisbatkan sebuah aqidah kepada Ahlusunnah Anda perlu mengaji dan mengkaji terlebih dahulu!
    (3) Masalah Anda cinta Mu’awiyah itu hak Anda… saya sama sekali tidak iri hati, karena hati Anda rela ditempati Mu’awiyah yang kata hadis Imam Bukhari (rahimahullah) sebagai Penganjur ke dalam api neraka jahannam. Nabi saw. bersabda tentang Ammar ra. “Duhai Ammar, ia akan dibunuh oleh kelompok pembangkang/al fi’atul baghiyah. Ammar mengajak mereka ke surga tetapi mereka mengajaknya kepada neraka.” Baca Shahih Bukhari Kitabush Shalah. Saran saya hendaknya Anda berdoa dengan khusu’ agar kelak di ahirat Anda dikumulkan bersama Sayyidina Mu’awiyah kamu!
    Wassalah atas pengikut kebenaran.

  27. Bismillahirrohmanirrohim,

    Saya termasuk mungkin yang dituduhkan oleh blog ini sebagai pengikut Ibnu Taimiyah.

    Alhamdulillah sy sendiri memang banyak belajar dr pemikirian Ibnu Taimiyah melalui beberapa ustadz lulusan Yaman dan Arab Saudi.

    Bagi kami Ibnu Taimiyah adalah seorang manusia yang diberikan keutamaan berupa ilmu (ini tidak usah dijelaskan krn baik kawan maupun lawan banyak yg sdh membahasnya). Sdh menjadi fitroh jika seseorang punya kelebihan pasti banyak lawan dan kawan.

    Adapun kami ‘sesuai prinsip yg diajarkan’ bahwa satu2nya orang yg boleh diambil semua perkataannya adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Jadi jika Ibnu Taimiyah mempunyai 1000 kesalahan yg kita tahu (klo tidak tahu tidak mungkin lah) kita tinggalkan 1000 kesalahan tsb. Yah namanya juga manusia. Nah itulah prinsip yang diajarkan kpd pengikut Ibnu Taimiyah.

    Satu hal tuduhan yg menurut saya tidak logis adalah bahwa Ibnu Taimiyah berbohong scr sengaja ttg apakah surat Al Insan adl makiyyah atau madaniyah itu hal yg tidak masuk akal. Lah wong seorang muslim biasa seperti anda bisa membantah apalagi para ulama. Akan ketahuan bohongnya dan sama aja bunuh diri.

    Oh ya yg mengkritisi pendapat Ibnu Taimiyah jauh sebelum anda dari kalangan Ulama sdh banyak. Termasuk didalamnya adalah para pengikut Ibnu Taimiyah.

    Yang penting ilmiah ada dalil AlQuran dan AsSunnah kita ikuti. Klo ternyata sdh dikasih dalil dibalas dg logika maka itu yg ditinggalkan.

  28. Salam akhi eR eF….
    Saya kok jadi heran ya… masa kamu baru buka dua atau tiga kitab aja sudah benari semberono mastikan bahwa surah darh?al Insan bukan turun untuk Ahlulbaitnya nabi saw.
    kamu juga keliru kalau setiap yang membela Ahlulbait Nabi dibilang Syi’ah! Apa kamu menganggap hanya Syi’ah yang membela mereka?!
    Lagi pula Ibnu Taimiyah bukan kali ini kan berbohong?! Sudah sering lho!
    Masalah Imam Bukhari juga meriwayatkan dari Mu’awiyah itu sih belum cukup bukti kalau Mu’awiyah itu orang baik, sebab bukankah kamu juga tahu kalau Imam Bukhari juga meriwayatkan dari orang-orang Khawarij yang disebutkan dalam sabda Nabi sebagai anjing-anjing neraka? Apa Khawarij jadi terhormat lantaran Imam Bukhari meriwayatkan hadis darinya?!
    Tidak ada yang mau diadu domba sebab memang kita (Ahlusunnah) bukan domba! Tapi yang berbahaya adalah musang berbulu domba.. aslinya pembenci Ahlulbait tapi ngaku Ahlusunnah! yang kerjanya hanya mengafirkan dan mengadu domda umat Islam!
    Ibnu Taimiyah bukan Ahlusunnah…. ia sangat bertentangang dengan Ahlusunnnah….
    JAdi sadarlah ya shahibi!! janganlah kebencianmu kepada satu kaum membuatmu tidak adil. berlaku adil-lah, sebab itu lebih dekat kepada ketawqwaan.
    Saya mau tanya ya jawab dengan jujur (jangan pakai taqiyyah, sebab kamu bukan Syi’ah kan): Apakah kamu siap membenci musuh-musuh Sayyidina Ali dan Ahlulbait Nabi?
    Apakah menurut kamu Mu’awiyah bukan pembenci Ali (karramallahu wajhahu)?

    • Salam luqman Fitri…
      Ahlussunnah menghormati semua ahlul bait dan sahabat Rasulullah, yang mana mereka berhak untuk berijtihad. Begitu juga dengan muawiyyah. Dan perselisihan antara Ali dan Muawiyyah adalah karena 2(dua) ijtihad yang berbeda. Kalau ijtihad muawiyyah salah, maka dia mendapat 1(satu) pahala. Bukan mendapat celaan atau cacian seperti yang dilakukan oleh orang-orang syiah. Justru sebaliknya ana ingin bertanya kepada anda, darimana anda tahu bahwa muawiyyah membenci ali? kalau anda katakan bahwa peperangan diantara mereka yang menjadi bukti bahwa muawiyyah membenci ali, maka berarti anda secara tidak langsung mengatakan sebaliknya, bahwa ali membenci beberapa sahabat nabi yang membela muawiyyah bahkan ali juga membenci orang yang paling dicintai oleh Rasulullah yaitu istri beliau (aisyah)..?! Ya Allah ampunilah orang yang merendahkan kepribadian dan kemuliaan ali..
      Perlu ana ingatkan pada anda dan para pembenci para ulama ahlussunnah.. Bahwa :

      1. kalau kalian menganggap seorang sahabat Nabi dan ulama ahlussunnah memiliki kesalahan, janganlah kalian mencacinya karena kesalahan mereka (selama mereka benar-benar berijtihad demi mencari kebenaran) akan mendapat pahala disisi Allah.

      2. Dan orang-orang yang menisbathkan diri sebagai salafyun tidak akan mencaci maki anda kalau anda tidak memulainya dengan mencaci para sahabat Rasulullah dan para ulama yang terpecaya. Ittakillah…

    • kayaknya dirimu juga harus ADIL…mudah-mudahan ALLOH subhanahuwata’ala membongkar dan manghancurkan orang -orang yang mencela sahabat Rosul NYA. Amiiin….

  29. Buat asibayi.
    Buat saya tidak masalah kamu mau suka Ibnu Taimiyah atau yang lainnya… tapi apakah menurut kamu dia tidak termasuk yang kurang ajar kepada Sayyidina Ali (karamallahu wajhahu) dan sering gegabah dan tanpa dasar menolak keutamaan Sayyidina Ali (karamallahu wajhahu)?!
    Apakah kalau ada ulama yang kurang ajar kepada Sayyidina Abu Bakr, Umar atau sahabat lainnya, kamu akan sikapi selunak itu? atau kamu akan hajar dia?! Jujur aja ya mas! Jangan malu-malu jawabnya!
    Apakah kamu yakin Ibnu Tamiyah tidak sengaja ketika menolak hadis tentang turunnya surah ad dahr untuk keluarga Nabi saw.?
    Apa bukti kamu?
    Apa kamu lupa bagaimana para ulama yang mengenali Ibnu Taimiyah sudah sangat curiga bahwa dia itu membenci Sayyidina Ali (karamallahu wajhahu).. makanya sampai-sampai sebagian mereka menggolongkannya sebagai munafiq!!!
    Apa itu main-main mas menurut kamu?!

    • Untuk menghindari Taklid antum yang bernafsu besar silahkan, cobalah Antum bandingkan dengan bantahannya Ust Firanda…lebih ilmiah…
      bener-bener ilmiah…tersaring dengan hadits ato atsar yang shohih..
      Ibnu Taimiyah sangat…sangat…sangat… menghormati Ahlul Bait Rosululloh sollallohu ‘alaiwassalam….silahkan baca link dibawah ini
      http://www.firanda.com

  30. Masya Allah, agama Syiah telah masuk ke Indonesia dan para penganutnya meracuni umat Islam negri ini dengan kata-kata kotor yang keluar dari mulut-mulut najis mereka. Pembaca yang budiman, ketahuilah Syiah membentuk diri sebagai agama baru. Syiah bukanlah Islam, dan Islam berlepas diri dari Syiah. Maka larilah kalian dari fitnah Syiah ini sebagaimana larinya domba dari serigala.

  31. laknat allah akan menyertai orang-orang yang menuduh kekasih2 allah adalah sesat

  32. Bagi kami ibnu taimiyah itu bukan nabi yang selalu benar , jadi bukan salah kami jika tidak menuruti apa yang diucapkan ole ibnu taimiyah………….

  33. Semoga para pencaci Ulama diberi hidayah oleh Allah,

    Semoga para syiah2 sesat sebelum matinya bisa taubat, daripada sibuk sana sini nyari cewek buat di mut’ah.

    Begini nih musuh2 islam, setiap hari sibuk menjelek2an ibnu taimiyah.

  34. he…he….ngga di mana mana blog golongan WAHABI bisanya cuma menghujat , menghina, mengatai lawan komentar ……..maaf coba pakai ilmu lah cari data yang valid kalau memang artikelnya dusta buktikan dgn FAKTA ……coba bandingkan dgn blognya wahabi ……begitu komen yang nggak sepaham langsung didelete …….

  35. Bismillah…Aku berlindung kepada Alloh dari setiap fitnah(ujian)…mengapa kita sesama umat muslim saling bertengkar..padahal kita sama2 menyembah Alloh…lebih baik kita berdu’a kepada Alloh ditunjukan jalan yg benar…ini pasti ada pihak2 yg ingin memecahkan persaudaraan kaum muslimin.

  36. ibnu Taimiyah emang (sensor-afwan)…….
    Al-Hâfizh adz-Dzahabi ini adalah murid dari Ibn Taimiyah. Walaupun dalam banyak hal adz-Dzahabi mengikuti faham-faham Ibn Taimiyah, –terutama dalam masalah akidah–, namun ia sadar bahwa ia sendiri, dan gurunya tersebut, serta orang-orang yang menjadi pengikut gurunya ini telah menjadi bulan-bulanan mayoritas umat Islam dari kalangan Ahlussunnah pengikut madzhab al-Imâm Abu al-Hasan al-Asy’ari. Kondisi ini disampaikan oleh adz-Dzahabi kepada Ibn Taimiyah untuk mengingatkannya agar ia berhenti dari menyerukan faham-faham ekstrimnya, serta berhenti dari kebiasaan mencaci-maki para ulama saleh terdahulu. Untuk ini kemudian adz-Dzahabi menuliskan beberapa risalah sebagai nasehat kepada Ibn Taimiyah, sekaligus hal ini sebagai “pengakuan” dari seorang murid terhadap kesesatan gurunya sendiri. Risalah pertama berjudul Bayân Zghl al-‘Ilm Wa ath-Thalab, dan risalah kedua berjudul an-Nashîhah adz-Dzhabiyyah Li Ibn Taimiyah.
    Dalam risalah Bayân Zghl al-‘Ilm, adz-Dzahabi menuliskan ungkapan yang diperuntukan bagi Ibn Taimiyah sebagai berikut [Secara lengkap dikutip oleh asy-Syaikh Arabi at-Tabban dalam kitab Barâ-ah al-Asy’ariyyîn Min ‘Aqâ-id al-Mukhâlifîn, lihat kitab j. 2, h. 9/ bukunya ada sama saya]:

    “Hindarkanlah olehmu rasa takabur dan sombong dengan ilmumu. Alangkah bahagianya dirimu jika engkau selamat dari ilmumu sendiri karena engkau menahan diri dari sesuatu yang datang dari musuhmu atau engkau menahan diri dari sesuatu yang datang dari dirimu sendiri. Demi Allah, kedua mataku ini tidak pernah mendapati orang yang lebih luas ilmunya, dan yang lebih kuat kecerdasannya dari seorang yang bernama Ibn Taimiyah. Keistimewaannya ini ditambah lagi dengan sikap zuhudnya dalam makanan, dalam pakaian, dan terhadap perempuan. Kemudian ditambah lagi dengan konsistensinya dalam membela kebenaran dan berjihad sedapat mungkin walau dalam keadaan apapun. Sungguh saya telah lelah dalam menimbang dan mengamati sifat-sifatnya (Ibn Taimiyah) ini hingga saya merasa bosan dalam waktu yang sangat panjang. Dan ternyata saya medapatinya mengapa ia dikucilkan oleh para penduduk Mesir dan Syam (sekarang Siria, lebanon, Yordania, dan Palestina) hingga mereka membencinya, menghinanya, mendustakannya, dan bahkan mengkafirkannya, adalah tidak lain karena dia adalah seorang yang takabur, sombong, rakus terhadap kehormatan dalam derajat keilmuan, dan karena sikap dengkinya terhadap para ulama terkemuka. Anda lihat sendiri, alangkah besar bencana yang ditimbulkan oleh sikap “ke-aku-an” dan sikap kecintaan terhadap kehormatan semacam ini!”.

    Adapun nasehat adz-Dzahabi terhadap Ibn Taimiyah yang ia tuliskan dalam risalah an-Nashîhah adz-Dzahabiyyah, secara lengkap dalam terjemahannya sebagai berikut [Teks lebih lengkap dengan aslinya lihat an-Nashîhah adz-Dzahabiyyah dalam dalam kitab Barâ-ah al-Asy’ariyyîn Min ‘Aqâ-id al-Mukhâlifîn, j. 2, h. 9-11]:

    “Segala puji bagi Allah di atas kehinaanku ini. Ya Allah berikanlah rahmat bagi diriku, ampunilah diriku atas segala kecerobohanku, peliharalah imanku di dalam diriku.

    Oh… Alangkah sengsaranya diriku karena aku sedikit sekali memiliki sifat sedih!!

    Oh… Alangkah disayangkan ajaran-ajaran Rasulullah dan orang-orang yang berpegang teguh dengannya telah banyak pergi!!

    Oh… Alangkah rindunya diriku kepada saudara-saudara sesama mukmin yang dapat membantuku dalam menangis!!

    Oh… Alangkah sedih karena telah hilang orang-orang (saleh) yang merupakan pelita-pelita ilmu, orang-orang yang memiliki sifat-sifat takwa, dan orang-orang yang merupakan gudang-gudang bagi segala kebaikan!!

    Oh… Alangkah sedih atas semakin langkanya dirham (mata uang) yang halal dan semakin langkanya teman-teman yang lemah lembut yang menentramkan. Alangkah beruntungnya seorang yang disibukan dengan memperbaiki aibnya sendiri dari pada ia mencari-cari aib orang lain. Dan alangkah celakanya seorang disibukan dengan mencari-cari aib orang lain dari pada ia memperbaiki aibnya sendiri.
    Sampai kapan engkau (Wahai Ibn Taimiyah) akan terus memperhatikan kotoran kecil di dalam mata saudara-saudaramu, sementara engkau melupakan cacat besar yang nyata-nyata berada di dalam matamu sendiri?!

    Sampai kapan engkau akan selalu memuji dirimu sendiri, memuji-muji pikiran-pikiranmu sendiri, atau hanya memuji-muji ungkapan-ungkapanmu sendiri?! Engkau selalu mencaci-maki para ulama dan mencari-cari aib orang lain, padahal engkau tahu bahwa Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian menyebut-menyebut orang-orang yang telah mati di antara kalian kecuali dengan sebutan yang baik, karena sesungguhnya mereka telah menyelesaikan apa yang telah mereka perbuat”.
    Benar, saya sadar bahwa bisa saja engkau dalam membela dirimu sendiri akan berkata kepadaku: “Sesungguhnya aib itu ada pada diri mereka sendiri, mereka sama sekali tidak pernah merasakan kebenaran ajaran Islam, mereka betul-betul tidak mengetahui kebenaran apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad, memerangi mereka adalah jihad”. Padahal, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang sangat mengerti terhadap segala macam kebaikan, yang apa bila kebaikan-kebaikan tersebut dilakukan maka seorang manusia akan menjadi sangat beruntung. Dan sungguh, mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal (tidak mengerjakan) kebodohan-kebodohan (kesesatan-kesesatan) yang sama sekali tidak memberikan manfa’at kepada diri mereka. Dan sesungguhnya (Sabda Rasulullah); “Di antara tanda-tanda baiknya keislaman seseorang adalah apa bila ia meninggalkan sesuatu yang tidak memberikan manfa’at bagi dirinya”. (HR. at-Tirmidzi)

    Hai Bung…! (Ibn Taimiyah), demi Allah, berhentilah, janganlah terus mencaci maki kami. Benar, engkau adalah seorang yang pandai memutar argumen dan tajam lidah, engkau tidak pernah mau diam dan tidak tidur. Waspadalah engkau, jangan sampai engkau terjerumus dalam berbagai kesesatan dalam agama. Sungguh, Nabimu (Nabi Muhammad) sangat membenci dan mencaci perkara-perkara [yang ekstrim]. Nabimu melarang kita untuk banyak bertanya ini dan itu. Beliau bersabda: “Sesungguhnya sesuatu yang paling ditakutkan yang aku khawatirkan atas umatku adalah seorang munafik yang tajam lidahnya”. (HR. Ahmad)

    Jika banyak bicara tanpa dalil dalam masalah hukum halal dan haram adalah perkara yang akan menjadikan hati itu sangat keras, maka terlebih lagi jika banyak bicara dalam ungkapan-ungkapan [kelompok yang sesat, seperti] kaum al-Yunusiyyah, dan kaum filsafat, maka sudah sangat jelas bahwa itu akan menjadikan hati itu buta.

    Demi Allah, kita ini telah menjadi bahan tertawaan di hadapan banyak makhluk Allah. Maka sampai kapan engkau akan terus berbicara hanya mengungkap kekufuran-kekufuran kaum filsafat supaya kita bisa membantah mereka dengan logika kita??

    Hai Bung…! Padahal engkau sendiri telah menelan berbagai macam racun kaum filsafat berkali-kali. Sungguh, racun-racun itu telah telah membekas dan menggumpal pada tubuhmu, hingga menjadi bertumpuk pada badanmu.

    Oh… Alangkah rindunya kepada majelis yang di dalamnya diisi dengan tilâwah dan tadabbur, majelis yang isinya menghadirkan rasa takut kepada Allah karena mengingt-Nya, majelis yang isinya diam dalam berfikir.

    Oh… Alangkah rindunya kepada majelis yang di dalamnya disebutkan tentang orang-orang saleh, karena sesungguhnya, ketika orang-orang saleh tersebut disebut-sebut namanya maka akan turun rahmat Allah. Bukan sebaliknya, jika orang-orang saleh itu disebut-sebut namanya maka mereka dihinakan, dilecehkan, dan dilaknat.

    Pedang al-Hajjaj (Ibn Yusuf ats-Tsaqafi) dan lidah Ibn Hazm adalah laksana dua saudara kandung, yang kedua-duanya engkau satukan menjadi satu kesatuan di dalam dirimu. (Engkau berkata): “Jauhkan kami dari membicarakan tentang “Bid’ah al-Khamîs”, atau tentang “Akl al-Hubûb”, tetapi berbicaralah dengan kami tentang berbagai bid’ah yang kami anggap sebagai sumber kesesatan”. (Engkau berkata); Bahwa apa yang kita bicarakan adalah murni sebagai bagian dari sunnah dan merupakan dasar tauhid, barangsiapa tidak mengetahuinya maka dia seorang yang kafir atau seperti keledai, dan siapa yang tidak mengkafirkan orang semacam itu maka ia juga telah kafir, bahkan kekufurannya lebih buruk dari pada kekufuran Fir’aun. (Engkau berkata); Bahwa orang-orang Nasrani sama seperti kita. Demi Allah, [ajaran engkau ini] telah menjadikan banyak hati dalam keraguan. Seandainya engkau menyelamatkan imanmu dengan dua kalimat syahadat maka engkau adalah orang yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat.

    Oh… Alangkah sialnya orang yang menjadi pengikutmu, karena ia telah mempersiapkan dirinya sendiri untuk masuk dalam kesesatan (az-Zandaqah) dan kekufuran, terlebih lagi jika yang menjadi pengikutmu tersebut adalah seorang yang lemah dalam ilmu dan agamanya, pemalas, dan bersyahwat besar, namun ia membelamu mati-matian dengan tangan dan lidahnya. Padahal hakekatnya orang semacam ini, dengan segala apa yang ia perbuatan dan apa yang ada di hatinya, adalah musuhmu sendiri. Dan tahukah engkau (wahai Ibn Taimiyah), bahwa mayoritas pengikutmu tidak lain kecuali orang-orang yang “terikat” (orang-orang bodoh) dan lemah akal?! Atau kalau tidak demikian maka dia adalah orang pendusta yang berakal tolol?! Atau kalau tidak demikian maka dia adalah aneh yang serampangan, dan tukang membuat makar?! Atau kalau tidak demikian maka dia adalah seorang yang [terlihat] ahli ibadah dan saleh, namun sebenarnya dia adalah seorang yang tidak paham apapun?! Kalau engkau tidak percaya kepadaku maka periksalah orang-orang yang menjadi pengikutmu tersebut, timbanglah mereka dengan adil…!

    Wahai Muslim (yang dimaksud Ibn Taimiyah), adakah layak engkau mendahulukan syahwat keledaimu yang selalu memuji-muji dirimu sendiri?! Sampai kapan engkau akan tetap menemani sifat itu, dan berapa banyak lagi orang-orang saleh yang akan engkau musuhi?! Sampai kapan engkau akan tetap hanya membenarkan sifatmu itu, dan berapa banyak lagi orang-orang baik yang akan engkau lecehkan?!
    Sampai kapan engkau hanya akan mengagungkan sifatmu itu, dan berapa banyak lagi orang-orang yang akan engkau kecilkan (hinakan)?!

    Sampai kapan engkau akan terus bersahabat dengan sifatmu itu, dan berapa banyak lagi orang-orang zuhud yang akan engkau perangi?!

    Sampai kapan engkau hanya akan memuji-muji pernyataan-pernyataan dirimu sendiri dengan berbagai cara, yang demi Allah engkau sendiri tidak pernah memuji hadits-hadits dalam dua kitab shahih (Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim) dengan caramu tersebut?!

    Oh… Seandainya hadits-hadits dalam dua kitab shahih tersebut selamat dari keritikmu…! Tetapi sebalikanya, dengan semaumu engkau sering merubah hadits-hadits tersebut, engkau mengatakan ini dla’if, ini tidak benar, atau engkau berkata yang ini harus ditakwil, dan ini harus diingkari.
    Tidakkah sekarang ini saatnya bagimu untuk merasa takut?! Bukankah saatnya bagimu sekarang untuk bertaubat dan kembali (kepada Allah)?! Bukankah engkau sekarang sudah dalam umur 70an tahun, dan kematian telah dekat?! Tentu, demi Allah, aku mungkin mengira bahwa engkau tidak akan pernah ingat kematian, sebaliknya engkau akan mencaci-maki seorang yang ingat akan mati! Aku juga mengira bahwa mungkin engkau tidak akan menerima ucapanku dan mendengarkan nesehatku ini, sebaliknya engkau akan tetap memiliki keinginan besar untuk membantah lembaran ini dengan tulisan berjilid-jilid, dan engkau akan merinci bagiku berbagai rincian bahasan. Engkau akan tetap selalu membela diri dan merasa menang, sehingga aku sendiri akan berkata kepadaku: “Sekarang, sudah cukup, diamlah…!”.
    Jika penilaian terhadap dirimu dari diri saya seperti ini, padahal saya sangat menyangi dan mencintaimu, maka bagaimana penilaian para musuhmu terhadap dirimu?! Padahal para musuhmu, demi Allah, mereka adalah orang-orang saleh, orang-orang cerdas, orang-orang terkemuka, sementara para pembelamu adalah orang-orang fasik, para pendusta, orang-orang tolol, dan para pengangguran yang tidak berilmu.

    Aku sangat ridla jika engkau mencaci-maki diriku dengan terang-terangan, namun diam-diam engkau mengambil manfaat dari nasehatku ini. “Sungguh Allah telah memberikan rahmat kepada seseorang, jika ada orang lain yang menghadiahkan (memperlihatkan) kepadanya akan aib-aibnya”. Karena memang saya adalah manusia banyak dosa. Alangkah celakanya saya jika saya tidak bertaubat. Alangkah celaka saya jika aib-aibku dibukakan oleh Allah yang maha mengetahui segala hal yang ghaib. Obatnya bagiku tiada lain kecuali ampunan dari Allah, taufik-Nya, dan hidayah-Nya.

  37. Kyainya mana nih? Yang coment kasar2 ce…Dunia maya penuh kerancuan.. Gue ngaji aja lah langsung sama kyai.. Ngapain ikut debat kusir kaya gini… Jangan lupa Aqidah kita.. adalah punya mursyid yg nyambung mpe nabi saw. apa kata beliau itulah kita berkata. dan aqidah kita adalah aqidah sanusiyyah..

  38. makanya jangan percaya sama orang yang suka bohong dan sering masuk penjara…uda jelaskan tabiatnya,…

  39. mantab…….ustadz
    hayo sopo sing kebakaran jenggote…
    bantah dan jawab dngn ilmiah bukan kata2 hujan pd ustadz pemilik blog,…hayoo

  40. Luqman Fitri, @
    ———————————-
    Apakah kamu yakin Ibnu Tamiyah tidak sengaja ketika menolak hadis tentang turunnya surah ad dahr untuk keluarga Nabi saw.?
    Apa bukti kamu?
    Apa kamu lupa bagaimana para ulama yang mengenali Ibnu Taimiyah sudah sangat curiga bahwa dia itu membenci Sayyidina Ali (karamallahu wajhahu).. makanya sampai-sampai sebagian mereka menggolongkannya sebagai munafiq!!!
    Apa itu main-main mas menurut kamu?!
    ———————————————————————-
    anda koq hanya condong pada ulama’ yg menghujat Ibnu Taimiyyah , bagaimana dg ulama’ yg sebalik nya ? memang nya Ilmu anda jauh di atas ulama’ yang tidak meng hujat nya ? , dan anda sama sekali tidak menghiraukan sikap Imam Ibnu hajar terhadap Ibnu Taimiyyah. barangkali anda memang lebih hebat dari Imam Ibnu hajar ..

  41. jangan terlalu berlebihan menilai sesuatu, ciri khas ajaran islam adalah keadilan, walaupun terhadap yang kita benci tetap kita harus berlaku adil, walaupun kita berbeda pendapat dengan ulama tetap saja di ulama mempunyai hak untuk kita hormati, mungkin penulis merasa dirinya pandai, padahal ulama sekaliber Syekh Ramadhan Al Buty ketika mengkritik Ibnu taimiyah penuh adap , bahkan berbaik sangka terhadapnya, mungkin penulis lebih hebat dari Dr Buty. siap yang tidak kenal dengan beliau ulma besar yang sepaham pemikirannya dengan anda, begitullah ulma bila tinggi ilmunya kritikannya penyh adab

  42. saya menghormati abu bakar+umar+usman+ali dan segenap keluarga Nabi MUHAMMAD SAW beserta semua sahabat_sahabat Beliau .

  43. Benar Akh…kita Ahlussunnah seharusnya menghormati mereka semua…dan

    untuk Abu Salapi
    tolong lah antum kalo baca kitab jangan sepotong-sepotong ….tolong….

    mudah2an Alloh membalas setiap orang yang bermaksud jelek terhadap Dakwah tauhid yang Mulia ini…

    bacalah link ini dengan hati yang bening…
    http://www.firanda.com/index.php/artikel/31/117

  44. SUNGGUH PEMILIK BLOK INI HANYA PUNYA KEMARAHAN DI HATIMU, NIATMU TIDAK BENAR, NIATMU TIDAK LURUS, NAMA BLOK TIDAK SESUAI ISI . TIDAK JELAS SIAPA PENANGUNG JAWABNYA. INI CIRI2 GOLONGAN KALIAN.

  45. pendapat diri sendiri adallah paling benar. itu sudah sifat manusia. kita berdoa saja diselamatkan dari kesalahan pemahaman. agar tak masuk neraka.

  46. lu semua yg bela tai miyah berarti lu menolak ulama2 aswj beneran yg menyatakn ibnu tai miyah sest itu tak terhitung ulamanya,goblok wahabi kaya si ajid tu,mana ada ahlu sunah ala ibnu tai miyah,yg ada ahlu bid,ah ala tai miyah,wahabiyah,suudiyah anjing.skrg wahabi sdh menghalalkan sodomi,faham kau wahabi

  47. luqman fitri,mantaf pertanyaaanya,ilmiah.makan lu kuburan taimiyah bawa tanahnya untuk obat buta mata,tp jangan2 malah jd buta

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.