Beranda » Ahlulbait » Sahabat Anshor di Mata Ibnu Taymiah

Sahabat Anshor di Mata Ibnu Taymiah

Ibnu Taymiah Menfasikkan Para Sahabat Anshar!!

Ibnu Taymiah: Para Sahabat Anshâr Terjebak Dalam Jeratan Jahiliyah!!

“Tulisan dibawah ini kami lengkapi dengan bukti scan dari kitab “Minhajus-Snnah” karya Ibnu Taymiah terbitan Saudi Arabia yang di Tahqiq oleh Dr. Muhammad Rasyad Salim”

Perselisihan apakah Nabi saw. telah menunjuk pengganti beliau dalam menjalankan pemerintahan Islam sepeninggal beliau atau tidak, adalah perselisihan klasik yang terjadi di antara kaum Muslimin. Kaum Syi’ah meyakini Nabi saw. telah menunjuk Imam Ali as. sebagai Khalifah dan Imam yang berhak memimpin umat Islam sepeninggal beliau saw. dengan penunjukan terang. Sementara Ahlusunnah sepakat bahwa Nabi tidak menunjuk siapapun yang akan menggantikan posisi beliau dalam memimpin. Sebab Nabi saw. telah menyerahkannya kepada sahabat agar menunjuk siapa pemimpin yang mereka tunjuk melalui mekanisme musyawarah (Syurâ).

Kemudian di tengah-tengah perbedaan pendapat ini, meneroboslah “Kelompok Liar” yang mengatas namakan Ahlusunnah dan bermaksud menandingi Syi’ah dalam pandangannya bahwa Nabi saw. sebenarnya telah menunjuk Abu Bakar sebagai Khalifah dengan penunjukan yang juga tidak kalah tegasnya dengan penunjukan yang diklaim oleh Syi’ah untuk Imam Ali as. Di antara tokoh kelompok ini adalah Ibnu Taymiah, ia tampil mengatas namakan Ahlusunnah dalam mengahadapi kaum Syi’ah melalui kitab Minhâj as Sunnah-nya.

Artikel ini tidak ditulis khusus untuk menyoroti argumentasi masing-masing dari kelompok-kelompok di atas… Akan tetapi hanya sekedar keluh kesal karena kini pihak Ahlusunnah dicemari dengan tampilnya “oknum liar” yang berpura-pura membela akidah Ahlusunnah sementara dalam hampir seluruh sikap pembelaannya, -selain merugikan Ahlusunnah itu sendiri- ia sering kali menyimpoang dari dasar-dasar kesunnian mazhab!

Sebagai contoh kecil, Ahlusunnah dalam argumentasinya yang ditegakkan untuk membuktikan keabsahan khilafah Abu Bakar sama sekali tidak akan terjebak dalam sikap pelecehan terhadap sahabat siapapun yang terlibat dalam persengketaan dalam masalah suksesi kepemimpinan ini… terhadap sikap Imam Ali as. dan keluarga serta para pendukungnya yang enggan memberikan baiat untuk Khalifah Abu Bakar, Ahlusunnah tidak pernah berani menyalahkan mereka… Mereka sudi mencarikan alasan apapun demi menjaga kehormatan para sahabat mulia tersebut. Demikian pula dengan sikap Ahlusunnah terhadap para pembesar sahabat Anshar… apapun yang menjadi pilihan sikap mereka, para ulama Ahluusnnah menghormatinya.. termasuk ketika tokoh mereka seperti Sa’ad ibn Ubadah enggan membaiat Abu Bakar dan Umar sebagai Khalifah.

Namun tidak demikian dengan Ibnu Taymiah… kata-kata keji segera terlontar atas siapapaun yang menampakkan sikap keengganan dalam mendukung khilafah Abu Bakar… Imam Ali as. tak henti-hentinya menjadi bulan-bulanan tuduhan kejinya seperti yantg telah banyaak kami ungkap di dalam bolg ini…

Kini giliran para sahabat mulai Nabi saw. yang banyak mendapat pujian dalam Al Qur’an dan sabda-sabda Nabi saw. sebagai Anshar/para pembela setia Agama… Karena dalam rapat di pendopo Saqifah mereka menyuarakan tekad mereka dalam mencalonkan selain Abu Bakar sebagai Khalifah… Maka Ibnu Taymiah segera meluncurkan edisi terkeji dalam dunia tuduh-menuduh… mereka semua dituduhnya sebagai terjangkit karakter dan mental jahiliyah… yang mana kedatangan Nabi saw. adalah untuk memberantasnya….  Dalam sikapnya itu, mereka tidak bersandar kepada hujjah/dalil-dalil syar’i… semua hanya karena fanatik kesukuan…, demikian kata  Ibnu Taymiah

Sebuah tuduhan yang luar biasa kejinya… Kaum Anshar membentuk tidak kurang separoh total masyarakat Muslim di ibu kota Madinah saat itu ia tuduh sebagai yang terjangkit virus Jahliyah… dan itu artinya bahwa Nabi saw. ternyata tidak mampu mencongkelnya dalam jiwa para sahabat Anshar!! Nabi saw. telah gagal total dalam membina mereka!! Bukankah demikian yang akan tampak dari tuduhan Ibnu Taymiah itu?

Jujur saja saya katakana, bahwa Ibnu Taymiah dalam membahas masalah imamah kubrâ/khilafah mengalami kekacauan dan kerancuan luar biasa dan komentar-komentar tentangnya juga saling kontradiktif… serta tampak jelas bahwa ia tidak mampu menyikapi berbagai data sejarah yang datang melaporkan masalah ini.

Karenanya sesekali ia menolak anggapan adanya ketidak jelasan dalam masalah adanya nash penunjukan atas Abu Bakar di kalangan para sahabat dan umat islam secara umum (pendapat yang dianut sekte Nawâshib/selain Ahlusunnah yang sedang dipertahankan Ibnu Taymiah) yang katanya, karena sangat jelasnya masalah ini sehingga ia tidak perlu berpanjang-panjang mengurainya…. Tapi anehnya di sisi lain Ibnu Taymiah dengan terpaksa mengakui bahwa benar-benar telah terjadi persengketaan di antara para sahabat… di mana banyak kalangan sahabat Anshar meminta agar Sa’ad ibn Ubadah dipilih sebagai Khalifah… dalam mengahadapi kenyataan di atas misalnya, Ibnu Taymiah segera menghajar para sahabat Anshar dengan menunduh mereka sebagai  yang bersikap dan berprilaku jahiliyah…

Dalam kitab Minhâj as Sunnah (yang banyak dibanggakan kaum Wahabi/Salafi dalam menghujat Syi’ah dan juga dalam memojokkan Imam Ali dan Ahlulbait Nabi saw., khususnya ketika mengkufuri hadis-hadis keutamaan Ali dan Ahlulbait as. yang dishahihkan para ulama Ahlusunnah, seperti yang sedang gencar dilakonkan oleh blog-blog dan situs Anti Ahlulbait yang berkedok anti Syi’ah…. Saya harap Anda mau memperhatikan apa yang mereka tulis… tidak jarang hadis shahih keutamaan Ali dan Ahlulbait as. yang dengan tanpa rasa tanggung jawab mereka kufuri sembari mengandalkan: Berkata Syeikhuil Islam Ibnu Taimiyah….).. dalam kitab tersebut Ibnu Taymiah berkata menuduh kaum Anshar sebagai berikut:


“Global permasalahan ini: seluruh yang dinukil dari kalangan kaum Anshar dari bani Abdi Manaf bahwa mereka itu meminta agar selain Abu Bakar diangkat sebagai Khalufah tidaklah mereka itu menyebut Hujjah Syar’iyah, tidak pula menyebutkan bahwa selain Abu Bakar itu lebih berhak atasnya dan lebih utama. Akan tetapi ucapannya itu hanya muncul dari kecintaan kepada suku dan kabilahnya, dan adanya keinginan agar imamah/khilafah itu berada di tangan kabilahnya.

Dan seperti dimaklumi bahwa seperti itu bukanlah termasuk dalil syar’i dan jalan agama dan tidak pula termasuk yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya agar diikuti kaum Mukminin. Akan tetapi ia adalah Syu’bah/sempalan mental jahiliyah dan sejenis fanatisme terhadap nasab dan suku. Dan hal ini termasuk yang Allah utus (Nabi) Muhammad untuk meninggalkan dan membatalkannya.” [1]

(Minhajus Sunnah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim, Jilid 1, hal 520) -lihat scn diatas-

Kami berkata:

Coba Anda perhatikan apa yang ia katakan terhadap kaum Anshar… bukankah pernyataaan itu tuduhan penfasikan para sahabat Anshar? Adakah ia mencerminkan sikap ulama Ahlusunnah, bahkan apakah ia mencerminkan sikap hormat ulama Islam terhadap kaum Anshar? Bukankah mencintai kaum Anshar itu bukti keimanan sebagai dalam riwayat yang dishahihkan para ulama Ahlusunnah? Lalu mengapakah kini Ibnu Taymiah menhujat mereka dengan menuduh bahwa sikap mereka itu tidak lain hanya diilhami oleh mentalitas Jahiliyah?

Apakah membela kekhalifahan Abu Bakar harus menghujat Imam Ali as.?

Apakah membela kekhalifahan Abu Bakar harus menghujat dan menfasikkan kaum Anshar?

Pernahkah Anda menemukan Ibnu Taymiah menghujat Mu’awiyah ketika ia enggan membaiat Imam Ali as. yang telah dibaiat oleh sabahat Muhajirin dan Anshar dan tidak berhenti sampai di situ, kemudian ia malah menyulut api pemberontakan melawan kekhalifahan Imam Ali as. yang shah, dengan tipu muslihat dan sikap licik menyesatkan kaum awam dan dengan dukungan kaum munafikin dan mereka yang hanya mementingkan maslahat dunia yang fana semata?

Pernahkan Anda menyaksikan Ibnu Taymiah mengatakan bahwa Mu’awiyah dalam semua kejahatannya itu diilhami oleh kemunafikannya? … Oleh mentalitas Jahiliyah? …. Oleh bisikan setan Damasqus?

Pernahkan Anda membaca bahwa Ibnu Taymiah menyalahkan Yazid putra Mu’awiyah yang membantai habis-habisan Ahlulbait Nabi kita Muhammad saw.; Imam Husain dan keluarganya serta pengikut setianya?

Penahkah Anda mebaca Ibnu Taymiah menyalahkan Yazid putra Mu’awiyah yang telah memerintahkan pasukannya untuk menyerang kota suci Madinah dan membantai penduduknya serta menghalalkan pasukannya untuk bertbuat kerusakan dan kedurjanaan apa saja selama tiga hari di kota suci Nabi kita? Sehingga ratusan, bahkan ribuan, -seperti yang dilaporkan para sejarahwan Islam- gadis-gadis suci kota suci tersebut diperkosa oleh pasukan bejat tersebut… sampai-sampai, setelah pristiwa itu ayah-ayah mereka setiap kaloi menikahkan putrid-putri mereka tidak benari menjamin apakah putrid-putri mereka masih perawan!! Pernahkan Anda membaca Ibnu Taymiah menyalahkan Yazid?

Bukankah kaum Anshar itu sahabat Nabi saw.?

Bukankah Imam Husain as. itu sahabat dan Ahlulbait Nabi saw.?

Bukankah penduduk kota suci Madinah sa’at itu adalah putra-putri sahabat Nabi saw.?

Dimana pembelaan kita perhadap mereka?

Jika kaum Wahhabi/Salafi bangkit seperti orang kesurupan setiap kali mendengar Mu’awiyah bahkan si Yazid –terkutuk- dihujat karena kejahatan dan kemunafikannya. Dan kemudian menghujati si penghujat dengan panah beracum pengafiran atau paling tidak panah pemfasikan… lalu mengapakan kali ini ketika para sahabat Anshar dikecam dan difitnah Ibnu Taymiah mereka tak bergerak bak sebatang kayu mati tanpa perasaan? Mengapa mereka jusrtu bersorak-sorak bak sekawanan kera hutan sambil menjerit-jerit: Hidup Sang Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah! Hidup Sang Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah Hidup Sang Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah!

Inikah Mazhab Salafi yang mereka agungkan! Terkutuklah mazhab yang membela kaum munafikin dan mengecam kaum mukminin!


[1] Minhâj as Sunnah,1/520.


78 Komentar

  1. hawai ghalib mengatakan:

    sungguh keterlaluan sikap membabi buta ibnu Taimiyah dalam membela akidahnya… ia benar-benar tidak lagi peduli apa itu jasa kaum Anshor… apa itu keutamaan Sayyidinal Imam Ali ra. semuanya dia hajar habis…
    jadi sepertinya yang harus dilakukan kaum Muslimin dan Muslimat (wabil Khusuh kaum Wahabiyah alias pengikut Muh. bin ABdil Wahhabi dan kaum Salafiyah (yang mengaku ikut dan konsisten menapak tilasi para salaf sholeh).. yang harus mereka lakukan adalah menentukan sikap tegas kepada seorang yang benar-benar telah menghina para sahabat Anshor dan juga menhina dan menghujat Sayyidinal Imam Ali ra.!! Jangan kalau ada orang Syiah yang mereka tuduh menghina sahabat Mu’awiyah langsung dikafirkan!!! Kalau menghina Mu’awiyah jadi sesat lalu Ib nu Taimiyah ini mau dibilang apa ya pantasnya??!!

  2. ghalib mengatakan:

    sungguh keterlaluan sikap membabi buta ibnu Taimiyah dalam membela akidahnya… ia benar-benar tidak lagi peduli apa itu jasa kaum Anshor… apa itu keutamaan Sayyidinal Imam Ali ra. semuanya dia hajar habis…
    jadi sepertinya yang harus dilakukan kaum Muslimin dan Muslimat (wabil Khusuh kaum Wahabiyah alias pengikut Muh. bin ABdil Wahhabi dan kaum Salafiyah (yang mengaku ikut dan konsisten menapak tilasi para salaf sholeh).. yang harus mereka lakukan adalah menentukan sikap tegas kepada seorang yang benar-benar telah menghina para sahabat Anshor dan juga menhina dan menghujat Sayyidinal Imam Ali ra.!! Jangan kalau ada orang Syiah yang mereka tuduh menghina sahabat Mu’awiyah langsung dikafirkan!!! Kalau menghina Mu’awiyah jadi sesat lalu Ib nu Taimiyah ini mau dibilang apa ya pantasnya??!!

  3. Bhikkhu Dhammaraja mengatakan:

    anshor ataupun tidak, yang penmting satu dalam islam.

  4. ghalib mengatakan:

    komentar kamu nggak nyambung bung Bhikkhu!

  5. abu thurab mengatakan:

    salamun alaykum wa rohmah, artikel bagus ustadz, minta ijin untuk menyebarluaskan artikel yang anda tulis ke teman-teman saya.

    Kami:

    Silahkan.

  6. mahmud mengatakan:

    ANSHAR… ANSHAR… MALANG NIAN NASIBMU NAK…. SUDAH KEPALA PUTUS, TANGAN PUTUS, SUDAH MENYUMBANG BERTON-TON DARAH.. NAMA TIDAK DIKENANG… KUBUR DIRATAKAN DENGAN TANAH… EH.. DIFITNAH LAGI..

  7. Rahmat hidayat mengatakan:

    Di ats stiap mnybtkn sayyidina ali radyllahu ‘anhu ko’ dituls a.s y? Apa mksdx ali alaihsslm..?? Sbgmn kbiasaan syiah sang rafidhah. jgn2 pnlis syi’ah lg.. Mgatsmamkn ahlussunnh mghjt ibn tymyh yg mrs tlh mgkrtk drinya,. Ya sft taqiyh syiah kn dah ma’lum..

    ______________
    Kami menjawab

    Mas rahmat Hidayat/Abu Haidar, kebiasaan menyebut Alaihissalam kepada Ahlul bait -Ali, Fatimah. Hasan dan Husin AS- bukan hanya monopoli syiah, tapi ahlussunnah pun melakukan itu, termasuk Imam Besar Ahli Hadis Bukhori menyebut “alaihi Assalam” kepada mereka… rupanya sampean belum pernah membaca Shahih Bukhori masak terlewatkan?

    coba anda cari ucapan Imam Bukhori itu dalam Shahihnya dan kalo tidak ketemu coba tanyakan kepada para masyaikh/usta2 anda, dan kalo mereka juga tidak bisa menemukan dalam shahih Bukhori nanti kami tunjukan.

    dan seperti kata sampean: Sbgmn kbiasaan syiah sang rafidhah…. maka kalo begitu Imam Bukhari juga seoarang syiah sang rafidhah!

  8. Abu haidar mengatakan:

    Betul jg.. Ahlssnh sll mybt radhiyLlahu ‘anh dsgkt RA tw krmallahu wjhh tdk prnh mybtkn As (‘alaihsslam) kcuali untk para nabi, dn yg mybt bgtu hylh rafidhah kt ahlussh gk blh mdh terpropoksi.. Tqyh (mymbykn aqdh yg sbnrnya) syi’ah mmg sdh trsebar.
    Whai pnulis buka topengmu!!!

    ______________
    Kami menjawab

    Mas Abu Haidar/Rakhmat Hidayat, kebiasaan menyebut Alaihissalam kepada Ahlul bait -Ali, Fatimah. Hasan dan Husin AS- bukan hanya monopoli syiah, tapi ahlussunnah pun melakukan itu, termasuk Imam Besar Ahli Hadis Bukhori menyebut “alaihi Assalam” kepada mereka… rupanya sampean belum pernah membaca Shahih Bukhori masak terlewatkan?

    coba anda cari ucapan Imam Bukhori itu dalam Shahihnya dan kalo tidak ketemu coba tanyakan kepada para masyaikh/usta2 anda, dan kalo mereka juga tidak bisa menemukan dalam shahih Bukhori nanti kami tunjukan.

    dan seperti kata sampean yg mybt bgtu hylh rafidhah maka dengan begitu Imam Bukhari juga seoarang rafidhah !

  9. shafifah mengatakan:

    Bersama Muhadits Syeikh Muhammad Ibrahim dari Syria HARI INI (Rabu): http://wp.me/PiAx4-ZD

  10. abu jufri mengatakan:

    LHA LOM PADE TAU YAH INI ORANG RAFIDHA MUNGKIN BATHINIYAH. POKOKE DIANTARA 2 INILAH AKIDAHNYA. SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH EMANG MUSUH NENEK MOYANG MEREKA SAMPAI ANTEK2NYA SEKARANG INI DENDAM KESUMAT KARENA HUJAH NENEK MOYANGNYA AMPE KINI G BERHASIL DIJAWAB EHHH RUPANYA DISELEWENGKAN MAKNA DAN PERKATAANYA (UNTUK NARIK MINAT ORANG AWAMDAN AGAR MENJAUH DARI ULAMA ISLAM N NGIKUTI AKIDAH SYIAH BATHINIYAH INI). BENARLAH KALAU ADA YANG MENGATAKAN BAHWA IBNU TAIMIYAH BAGAIKAN PEDANG YANG TERHUNUS DI TUBUH AHLI BID’AH. SEMOGA ALLAH MERAHMATI IBNU TAIMIYAH YAITU SYAIKHUL ISLAM.

  11. Nandang Sutrisna mengatakan:

    Perlu dibaca:
    1. Buku yang ditulis oleh Pembela Ibnu Taimiyah. Judul :
    IBNU TAIMIYAH PEMBAHARU SALAFI & DAKWAH REFORMASI oleh : DR Syeikh Said Abdul Azhim
    Penerbit : Al-Kautsar

    2. Buku yang ditulis oleh Penulis Netral.
    Judul :
    IBNU TAIMIYAH REKAM JEJAK SANG PEMBAHARU
    Oleh : Sha’ib Abdul Hamid
    Penerbit : Citra

    Apa yang ditulis oleh blog ini hendaknya suatu saat bisa dibukukan sehingga khazanah dari yang pro dan kontra bisa disajikan semua dan kita bisa dapat saripatinya untuk lebih obyektif menilai seorang Ibnu Taimiyah

  12. Abu Bakr mengatakan:

    subhanallah, fanatisme dan kecintaan kepada sesuatu membuat seorang buta dan bisu, tidak bisa melihat kebenaran, bahkan melihat suatu kebatilan sebagai kebenaran.
    penulis bergaya ilmiyah tetapi tidak paham terhadap perkata Ibnu Taimiyah, bahkan dalam tulisan ini terdapta multi kontradiksi, untuk anda ketahui sama sekali tidak ada dalam perkatan Ibnu Taimiyah celaan terhadap para shahabat Anshar, bahkan beliau adalah orang yang paling mencintai ahlulbait dan seluruh para shahabat baik dari Muhajirin atau Anshar, sebab ini adalah prinsip dasar aqidah kaum muslimin, sebagaimana yang dijelaskannya dalam kitab2 yang lain seperti “Al aqidah Wasitiyah”, tetapi beliau ingin menjelaskan bahwa keinginan mereka mengankat Sa’ad Bin Ubadah sebagai khalifah tidak berlandasan kepada dalil syar’i yang jelas, dan sekedar keinginan yang berlandaskan kecintaan kepada suku atau kabilah tidak cukup sebagai dalil, sebab ia bukan dalil, bahkan didapatkan dalam hadits bahwa kepemimpian itu dari Qurasy. dan ini sama sekali bukan celaan kepada Anshar, tidak ada yang memahami celaan kecuali orang yang tidak paham terhadap bahasa arab, kalau anda ingin mengetahui aqidab beliau tentang shahabat dan ahlul bait silakan baca “Al Aqidah Wasitiyah”, jangan anda mengambil sebagian perkataan dan meninggalkan perkataan beliau yang lebih jelas dalm hal ini. akan tetapi tidak heran, sebab Ibnu Taimiyah dalam Minhaj sunnah telah membantah segala syubuhat yang diungkapkan oleh Rafidhah, sehingga mereka merasa kebakaran jenggot, lalu berusaha membuat kebohongan terhadap syekhul islam Ibnu Taimiyah seperti yang anda lakukan.
    bahkan anda tidak sadar kalau dalam tulisan ini anda telah menghujat sekte syi’ah karena aqidah mereka adalah mengkafirkan seluruh para shahabt dari Muhajirin dan Anshar kecuali segelintir saja tidak lebih dari 10, orang, nah sekarang anda harus jawab: manakan pendapat yang lebih batil dari apa yang anda pahami dari perkataan Ibnu Taimiyah bahwa itu adalah celaan terhadap Anshar atau aqidah sekte anda yang mengkafirkan seluruh para shahabat baik dari Muhajirin dan Anshar dengan alasan mereka telah merampas kekuasan dari ahlul bait (!) -kata mereka-?
    dan perlu anda ketahui doktrin bahwa Ali yang berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasul tidaklah muncul kecuali setelah Abdullah Bin Saba’ menyebarkan kesesatanya bahwa setiap Nabi ada yang menerima wasiatnya.
    tapi tidak heran kalau anda berani berbohong atas nama Ibnu Taimiyah, karena orang2 syi’ah adalah sekte yang paling pembohong, sebagaimana kata Imam Syafi’i, sebab baju mereka adalah Taqiyah dan selimutnya kebohongan.

  13. Abu Bakr mengatakan:

    subhanallah, mamang fanatisme dan kecintaan kepada sesuatu membuat seorang buta dan bisu, tidak bisa melihat kebenaran, bahkan melihat suatu kebatilan sebagai kebenaran.
    penulis bergaya ilmiyah tetapi tidak paham terhadap perkata Ibnu Taimiyah, bahkan dalam tulisan ini terdapta multi kontradiksi, untuk anda ketahui sama sekali tidak ada dalam perkatan Ibnu Taimiyah celaan terhadap para shahabat Anshar, bahkan beliau adalah orang yang paling mencintai ahlulbait dan seluruh para shahabat baik dari Muhajirin atau Anshar, sebab ini adalah prinsip dasar aqidah kaum muslimin, sebagaimana yang dijelaskannya dalam kitab2 yang lain seperti “Al aqidah Wasitiyah”, tetapi beliau ingin menjelaskan bahwa keinginan mereka mengankat Sa’ad Bin Ubadah sebagai khalifah tidak berlandasan kepada dalil syar’i yang jelas, dan sekedar keinginan yang berlandaskan kecintaan kepada suku atau kabilah tidak cukup sebagai dalil, sebab ia bukan dalil, bahkan didapatkan dalam hadits bahwa kepemimpian itu dari Qurasy. dan ini sama sekali bukan celaan kepada Anshar, tidak ada yang memahami celaan kecuali orang yang tidak paham terhadap bahasa arab, kalau anda ingin mengetahui aqidab beliau tentang shahabat dan ahlul bait silakan baca “Al Aqidah Wasitiyah”, jangan anda mengambil sebagian perkataan dan meninggalkan perkataan beliau yang lebih jelas dalm hal ini. akan tetapi tidak heran, sebab Ibnu Taimiyah dalam Minhaj sunnah telah membantah segala syubuhat yang diungkapkan oleh Rafidhah, sehingga mereka merasa kebakaran jenggot, lalu berusaha membuat kebohongan terhadap syekhul islam Ibnu Taimiyah seperti yang anda lakukan.
    bahkan anda tidak sadar kalau dalam tulisan ini anda telah menghujat sekte syi’ah karena aqidah mereka adalah mengkafirkan seluruh para shahabt dari Muhajirin dan Anshar kecuali segelintir saja tidak lebih dari 10, orang, nah sekarang anda harus jawab: manakan pendapat yang lebih batil dari apa yang anda pahami dari perkataan Ibnu Taimiyah bahwa itu adalah celaan terhadap Anshar atau aqidah sekte anda yang mengkafirkan seluruh para shahabat baik dari Muhajirin dan Anshar dengan alasan mereka telah merampas kekuasan dari ahlul bait (!) -kata mereka-?
    dan perlu anda ketahui doktrin bahwa Ali yang berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasul tidaklah muncul kecuali setelah Abdullah Bin Saba’ menyebarkan kesesatanya bahwa setiap Nabi ada yang menerima wasiatnya.
    tapi tidak heran kalau anda berani berbohong atas nama Ibnu Taimiyah, karena orang2 syi’ah adalah sekte yang paling pembohong, sebagaimana kata Imam Syafi’i, sebab baju mereka adalah Taqiyah dan selimutnya kebohongan.

  14. Abu Bakr mengatakan:

    kalau anda ingin menetahui aqidah Ibnu Taimiyah tentang shahabat nabi dan Ahlul bait silakan baca dengan insaf teks berkut:
    قال ابن تيمية: (وَيُحِبُّونَ أَهْلَ بَيْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ويتولونهم وَيَحْفَظُونَ فِيهِمْ وَصِيَّةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ قَالَ يَوْمَ غَدِيرِ خُمٍّ : ” { أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي } وَقَالَ أَيْضًا لِلْعَبَّاسِ عَمِّهِ – وَقَدْ اشْتَكَى إلَيْهِ أَنَّ بَعْضَ قُرَيْشٍ يَجْفُو بَنِي هَاشِمٍ – فَقَالَ : ” { وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحِبُّوكُمْ لِلَّهِ وَلِقَرَابَتِي } وَقَالَ ” { إنَّ اللَّهَ اصْطَفَى بَنِي إسْمَاعِيلَ وَاصْطَفَى مِنْ بَنِي إسْمَاعِيلَ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ كِنَانَةَ قُرَيْشًا وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ } . وَيَتَوَلَّوْنَ أَزْوَاجَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ وَيُؤْمِنُونَ بِأَنَّهُنَّ أَزْوَاجُهُ فِي الْآخِرَةِ خُصُوصًا خَدِيجَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أُمُّ أَكْثَرِ أَوْلَادِهِ وَأَوَّلُ مَنْ آمَنَ بِهِ وَعَاضَدَهُ عَلَى أَمْرِهِ وَكَانَ لَهَا مِنْهُ الْمَنْزِلَةُ الْعَالِيَةُ وَالصِّدِّيقَةُ بِنْتُ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا الَّتِي قَالَ فِيهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” { فَضْلُ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ } . وَيَتَبَرَّءُونَ مِنْ طَرِيقَةِ الرَّوَافِضِ الَّذِينَ يُبْغِضُونَ الصَّحَابَةَ وَيَسُبُّونَهُمْ . وَمِنْ طَرِيقَةِ النَّوَاصِبِ الَّذِينَ يُؤْذُونَ أَهْلَ الْبَيْتِ بِقَوْلِ أَوْ عَمَلٍ وَيُمْسِكُونَ عَمَّا شَجَرَ بَيْنَ الصَّحَابَةِ . وَيَقُولُونَ : إنَّ هَذِهِ الْآثَارَ الْمَرْوِيَّةَ فِي مساويهم مِنْهَا مَا هُوَ كَذِبٌ وَمِنْهَا مَا قَدْ زِيدَ فِيهِ وَنُقِصَ وَغُيِّرَ عَنْ وَجْهِهِ وَالصَّحِيحِ مِنْهُ : هُمْ فِيهِ مَعْذُورُونَ إمَّا مُجْتَهِدُونَ مُصِيبُونَ وَإِمَّا مُجْتَهِدُونَ مُخْطِئُونَ وَهُمْ مَعَ ذَلِكَ لَا يَعْتَقِدُونَ أَنَّ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْ الصَّحَابَةِ مَعْصُومٌ عَنْ كَبَائِرِ الْإِثْمِ وَصَغَائِرِهِ ؛ بَلْ تَجُوزُ عَلَيْهِمْ الذُّنُوبُ فِي الْجُمْلَةِ وَلَهُمْ مِنْ السَّوَابِقِ وَالْفَضَائِلِ مَا يُوجِبُ مَغْفِرَةَ مَا يَصْدُرُ مِنْهُمْ إنْ صَدَرَ حَتَّى إنَّهُ يُغْفَرُ لَهُمْ مِنْ السَّيِّئَاتِ مَا لَا يُغْفَرُ لِمَنْ بَعْدَهُمْ لِأَنَّ لَهُمْ مِنْ الْحَسَنَاتِ الَّتِي تَمْحُو السَّيِّئَاتِ مَا لَيْسَ لِمَنْ بَعْدَهُمْ وَقَدْ ثَبَتَ بِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” إنَّهُمْ خَيْرُ الْقُرُونِ ” ” وَإِنَّ الْمُدَّ مِنْ أَحَدِهِمْ إذَا تَصَدَّقَ بِهِ كَانَ أَفْضَلَ مِنْ جَبَلِ أُحُدٍ ذَهَبًا مِمَّنْ بَعْدَهُمْ ” ثُمَّ إذَا كَانَ قَدْ صَدَرَ مِنْ أَحَدِهِمْ ذَنْبٌ فَيَكُونُ قَدْ تَابَ مِنْهُ أَوْ أَتَى بِحَسَنَاتِ تَمْحُوهُ أَوْ غُفِرَ لَهُ بِفَضْلِ سَابِقَتِهِ أَوْ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي هُمْ أَحَقُّ النَّاسِ بِشَفَاعَتِهِ أَوْ اُبْتُلِيَ بِبَلَاءِ فِي الدُّنْيَا كَفَّرَ بِهِ عَنْهُ . فَإِذَا كَانَ هَذَا فِي الذُّنُوبِ الْمُحَقَّقَةِ فَكَيْفَ بِالْأُمُورِ الَّتِي كَانُوا فِيهَا مُجْتَهِدِينَ : إنْ أَصَابُوا فَلَهُمْ أَجْرَانِ وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَهُمْ أَجْرٌ وَاحِدٌ وَالْخَطَأُ مَغْفُورٌ لَهُمْ ؟ ثُمَّ الْقَدْرُ الَّذِي يُنْكَرُ مِنْ فِعْلِ بَعْضِهِمْ قَلِيلٌ نَزْرٌ مَغْمُورٌ فِي جَنْبِ فَضَائِلِ الْقَوْمِ وَمَحَاسِنِهِمْ مِنْ الْإِيمَانِ بِاَللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْجِهَادِ فِي سَبِيلِهِ وَالْهِجْرَةِ وَالنُّصْرَةِ وَالْعِلْمِ النَّافِعِ وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ وَمَنْ نَظَرَ فِي سِيرَةِ الْقَوْمِ بِعِلْمِ وَبَصِيرَةٍ وَمَا مَنَّ اللَّهُ بِهِ عَلَيْهِمْ مِنْ الْفَضَائِلِ عَلِمَ يَقِينًا أَنَّهُمْ خَيْرُ الْخَلْقِ بَعْدَ الْأَنْبِيَاءِ لَا كَانَ وَلَا يَكُونُ مِثْلُهُمْ وَأَنَّهُمْ هُمْ الصَّفْوَةُ مِنْ قُرُونِ هَذِهِ الْأُمَّةِ الَّتِي هِيَ خَيْرُ الْأُمَمِ وَأَكْرَمُهَا عَلَى اللَّهِ تَعَالَى) العقيدة الواسطية.

    Kami Menjawab:
    Sobat, akan lebih afdhal kalau anda sudi menerjemahkan teks di stas, biar semua mengerti.
    Lalu bandingkan dengan sikap dan pernyataan Ibnu taymiah yang kami sajikan di sini.

  15. Abu Bakr mengatakan:

    Ahlul bait menurut kaum muslimin adalah mencakup keluarga rasulullah, istri istri dan anak anaknya, keluarga Al Abbas, keluarga Ja’far, keluarga Ali dan keluarga Al Aqiil, mereka yang diharamkan mendaptkan shadaqah, bukan seperti yang diyakini oleh orang Rafidhah/Syi’ah membatasi istilah ahlul bait dalam keluarga ali dan anak anaknya terkhusus keturunan husain sampai imam terakhir mereka. tentu ini jelas menyelisihi aqidah kaum muslimin.
    mencintai ahlul bait bukanla berarti mengkultuskan mereka dan menberikan kepadanya krakter kema’shuman (kesucian) sebagaimana yang dilakukan sekte syi’ah, sebab ini adalah sikap quluw (berlebihan) yang dilarang dalam agama islam.

  16. Abu Bakr mengatakan:

    silakan anda baca riwayar berikut yang dinisbatkan oleh Al Kulaini kepada Abu Ja’far di dalam kitabnya (Al kafi) yang merupakan kitab utama kaum syi’ah, bagaikan shohih Bukhari dikalangan kaum muslimin.
    قال الكليني (ت329) : (341- حنان، عن أبيه، عن أبي جعفر عليه السلام قال: (كان الناس أهل ردة بعد النبي ( ص ) إلا ثلاثة، فقلت: ومن الثلاثة؟ فقال: المقداد بن الأسود، وأبو ذر الغفاري، وسلمان الفارسي رحمة الله وبركاته عليهم، ثم عرف أناس بعد يسير، وقال: هؤلاء الذين دارت عليهم الرحا وأبوا أن يبايعوا حتى جاؤوا أمير المؤمنين عليه السلام مكرها فبايع وذلك قول الله تعالى: (وما محمد إلا رسول قد خلت من قبله الرسل، فأمن مات أو قتل انقلبتم على أعقابكم ومن ينقلب على عقبيه فلم يضر الله شيئا وسجزي الله الشاكرين).
    روضة الكافي (8/205) رقم: 341 دار الأضواء.
    riwayat ini menjelaskan bahwa seluruh parah shahabat telah murtad (!) sepeninggal Rasul kecuali tiga orang saja. inilah aqidah syi’ah tentang para shahabat dari kalangan Muhajirin atau anshar atau ahlul bait yang mereka keluarkan dari katagori ahlul bait.
    tentu tida diragukan lagi bahwa riwayat diatas adalah kebohongan atas nama ahlul bait (abu Ja’far).
    jadi syi’alah orang yang mengkafirkan dan menghina para shahabat, bukan apa yang penulis pahami dengan akal yang telah terkontaminasi oleh syubuhat syubuhat syi’ah, atau anda benar benar seorang syi’ah yang berkedok cinta ahlul bait akan tetapi pada kakikatnya itu hanya kebohongan belaka.

    Kami Menjawab:

    Kang mas, tolong diterjemahkan biar semua mengerti artinya.
    Dan jelaskan apa pendapat ulama Syi’ah tentang status hadis ini?
    Apa pula koemnetar para pensyarah dari ulama Syi’ah itu?
    Apa benar ulama atau umat Syi’ah memandang al Kafi seperti ulama atau umat Ahlusunnah wal jama’ah memandang kitab Shahih karangan Imam Bukhari (rh)?
    Baru setelah itu kamu boleh berkesimpulan!!
    Setuju?
    Tolong jawab ya! Biar tidak cuma bisa melontarkan stitmen tapi juga harus berani membuktikan kenbenarannya
    Trus apa di dalam kitab Ahlusunnah seperti Shahih Bukhari atau Muslim misalnya tidak ada riwayat yang seperti itu. Maksudnya juga mengatakan bahwa para sahabat akan banyak yang murtad sepeninggal Nabi SAW.?
    Jangan sampai nanti Anda (entah Ahlusunnah atau Wahabi yang benci Syi’ah ini) diketawai oleh saudara-saudara kita dari Syi’ah, sebab ternyata di kitab-kitab hadis Shahih Ahlusunnah sendiri juga hadis-hadis serupa? Malu kan nanti!!!

    • ihsan mengatakan:

      Untuk diketahui,Abu Bakar r.a.adalah kakek-buyut Ja’far Asshadiq dari pihak ibu,jadi bagaimana mungkin beliau mengkafirkan kakeknya sendiri? Berarti org syi’ah memang tidak malu utk berbohong dgn me ngatas namakan ahlul bait,se-mata2 utk menghujat Sahabat Nabi.

  17. abu bakr mengatakan:

    ini akidah Ibnu Taimiyah tentang para shahabat dan ahlul bait,
    silakan antum baca dengan hati yang bersi dan pikiran yang sehat
    untuk mengetahui akidah seseorang anda harus kembali kepada kitab kitab yang ditulisnya secara khusus dalam hal ini, bukan pengambil potongan dari perkataannya dalam rangka membata kebatilan.
    silakan antum baca teks berikut:
    قال ابن تيمية: (وَيُحِبُّونَ –أي أهل السنة والجماعة- أَهْلَ بَيْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ويتولونهم وَيَحْفَظُونَ فِيهِمْ وَصِيَّةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ قَالَ يَوْمَ غَدِيرِ خُمٍّ : ” { أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي } وَقَالَ أَيْضًا لِلْعَبَّاسِ عَمِّهِ – وَقَدْ اشْتَكَى إلَيْهِ أَنَّ بَعْضَ قُرَيْشٍ يَجْفُو بَنِي هَاشِمٍ – فَقَالَ : ” { وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحِبُّوكُمْ لِلَّهِ وَلِقَرَابَتِي } وَقَالَ ” { إنَّ اللَّهَ اصْطَفَى بَنِي إسْمَاعِيلَ وَاصْطَفَى مِنْ بَنِي إسْمَاعِيلَ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ كِنَانَةَ قُرَيْشًا وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ } . وَيَتَوَلَّوْنَ أَزْوَاجَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ وَيُؤْمِنُونَ بِأَنَّهُنَّ أَزْوَاجُهُ فِي الْآخِرَةِ خُصُوصًا خَدِيجَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أُمُّ أَكْثَرِ أَوْلَادِهِ وَأَوَّلُ مَنْ آمَنَ بِهِ وَعَاضَدَهُ عَلَى أَمْرِهِ وَكَانَ لَهَا مِنْهُ الْمَنْزِلَةُ الْعَالِيَةُ وَالصِّدِّيقَةُ بِنْتُ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا الَّتِي قَالَ فِيهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” { فَضْلُ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ } . وَيَتَبَرَّءُونَ مِنْ طَرِيقَةِ الرَّوَافِضِ الَّذِينَ يُبْغِضُونَ الصَّحَابَةَ وَيَسُبُّونَهُمْ . وَمِنْ طَرِيقَةِ النَّوَاصِبِ الَّذِينَ يُؤْذُونَ أَهْلَ الْبَيْتِ بِقَوْلِ أَوْ عَمَلٍ وَيُمْسِكُونَ عَمَّا شَجَرَ بَيْنَ الصَّحَابَةِ . وَيَقُولُونَ : إنَّ هَذِهِ الْآثَارَ الْمَرْوِيَّةَ فِي مساويهم مِنْهَا مَا هُوَ كَذِبٌ وَمِنْهَا مَا قَدْ زِيدَ فِيهِ وَنُقِصَ وَغُيِّرَ عَنْ وَجْهِهِ وَالصَّحِيحِ مِنْهُ : هُمْ فِيهِ مَعْذُورُونَ إمَّا مُجْتَهِدُونَ مُصِيبُونَ وَإِمَّا مُجْتَهِدُونَ مُخْطِئُونَ وَهُمْ مَعَ ذَلِكَ لَا يَعْتَقِدُونَ أَنَّ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْ الصَّحَابَةِ مَعْصُومٌ عَنْ كَبَائِرِ الْإِثْمِ وَصَغَائِرِهِ ؛ بَلْ تَجُوزُ عَلَيْهِمْ الذُّنُوبُ فِي الْجُمْلَةِ وَلَهُمْ مِنْ السَّوَابِقِ وَالْفَضَائِلِ مَا يُوجِبُ مَغْفِرَةَ مَا يَصْدُرُ مِنْهُمْ إنْ صَدَرَ حَتَّى إنَّهُ يُغْفَرُ لَهُمْ مِنْ السَّيِّئَاتِ مَا لَا يُغْفَرُ لِمَنْ بَعْدَهُمْ لِأَنَّ لَهُمْ مِنْ الْحَسَنَاتِ الَّتِي تَمْحُو السَّيِّئَاتِ مَا لَيْسَ لِمَنْ بَعْدَهُمْ وَقَدْ ثَبَتَ بِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” إنَّهُمْ خَيْرُ الْقُرُونِ ” ” وَإِنَّ الْمُدَّ مِنْ أَحَدِهِمْ إذَا تَصَدَّقَ بِهِ كَانَ أَفْضَلَ مِنْ جَبَلِ أُحُدٍ ذَهَبًا مِمَّنْ بَعْدَهُمْ ” ثُمَّ إذَا كَانَ قَدْ صَدَرَ مِنْ أَحَدِهِمْ ذَنْبٌ فَيَكُونُ قَدْ تَابَ مِنْهُ أَوْ أَتَى بِحَسَنَاتِ تَمْحُوهُ أَوْ غُفِرَ لَهُ بِفَضْلِ سَابِقَتِهِ أَوْ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي هُمْ أَحَقُّ النَّاسِ بِشَفَاعَتِهِ أَوْ اُبْتُلِيَ بِبَلَاءِ فِي الدُّنْيَا كَفَّرَ بِهِ عَنْهُ . فَإِذَا كَانَ هَذَا فِي الذُّنُوبِ الْمُحَقَّقَةِ فَكَيْفَ بِالْأُمُورِ الَّتِي كَانُوا فِيهَا مُجْتَهِدِينَ : إنْ أَصَابُوا فَلَهُمْ أَجْرَانِ وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَهُمْ أَجْرٌ وَاحِدٌ وَالْخَطَأُ مَغْفُورٌ لَهُمْ ؟ ثُمَّ الْقَدْرُ الَّذِي يُنْكَرُ مِنْ فِعْلِ بَعْضِهِمْ قَلِيلٌ نَزْرٌ مَغْمُورٌ فِي جَنْبِ فَضَائِلِ الْقَوْمِ وَمَحَاسِنِهِمْ مِنْ الْإِيمَانِ بِاَللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْجِهَادِ فِي سَبِيلِهِ وَالْهِجْرَةِ وَالنُّصْرَةِ وَالْعِلْمِ النَّافِعِ وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ وَمَنْ نَظَرَ فِي سِيرَةِ الْقَوْمِ بِعِلْمِ وَبَصِيرَةٍ وَمَا مَنَّ اللَّهُ بِهِ عَلَيْهِمْ مِنْ الْفَضَائِلِ عَلِمَ يَقِينًا أَنَّهُمْ خَيْرُ الْخَلْقِ بَعْدَ الْأَنْبِيَاءِ لَا كَانَ وَلَا يَكُونُ مِثْلُهُمْ وَأَنَّهُمْ هُمْ الصَّفْوَةُ مِنْ قُرُونِ هَذِهِ الْأُمَّةِ الَّتِي هِيَ خَيْرُ الْأُمَمِ وَأَكْرَمُهَا عَلَى اللَّهِ تَعَالَى) العقيدة الواسطية.
    adapun aqidah rafidah/ syi’ah tentang shahabat dan pengkafiran mereka terhadp shahabat Muhajirin dan Anshar silakan baca apa yang diriwayat oleh Kulaini dalam Al Kafi (kitab yang tershohih menurut syi’ai).
    قال الكليني (ت329) : (341- حنان، عن أبيه، عن أبي جعفر عليه السلام قال: (كان الناس أهل ردة بعد النبي ( ص ) إلا ثلاثة، فقلت: ومن الثلاثة؟ فقال: المقداد بن الأسود، وأبو ذر الغفاري، وسلمان الفارسي رحمة الله وبركاته عليهم، ثم عرف أناس بعد يسير، وقال: هؤلاء الذين دارت عليهم الرحا وأبوا أن يبايعوا حتى جاؤوا أمير المؤمنين عليه السلام مكرها فبايع وذلك قول الله تعالى: (وما محمد إلا رسول قد خلت من قبله الرسل، فأمن مات أو قتل انقلبتم على أعقابكم ومن ينقلب على عقبيه فلم يضر الله شيئا وسجزي الله الشاكرين).
    روضة الكافي (8/205) رقم: 341 دار الأضواء.

    Kami Menjawab:

    1) Kang mas abu, tolong terhjemahkan biar kaum awam (seperti saya juga) bisa mengerti terjemahan akidahnya Ibnu Taymiah yang sampean centumkan ini!
    2) Kang mas abu, sepertinya saya melihat keganjilan deh di sini…. untuk akidahnya Ibnu Taymiah sampean menyebutkan teks kalimatnya Ibnu tay, tapi untuk menyebutkan akidahnya Syi’ah anda menyebutkan hadis (riwayat)!
    Apakah semua riwayat yang tercantum dalam kitab hadis itu boleh dianggap sebagai akidah?
    Kalau begitu Syi’ah boleh menuduh Ahlusunnah berakidahkan bahwa ayah-bunda Nabi itu kafir! bahwa Abu Thalib itu kafir! habwa banyak sahabat yang murtad (sebab banyak riwayatnya di buku-buku Ahlusunnah)… Habwa Nabi SAW pernah menerima ayat-ayat yang disisipkan oleh setan (seperti dalam hadis kisah Gharaniq)….
    Bahwa akidah Ahlusunnah tentang Nabi saw. bahwa beliau ragu akan kenabiannya sebelum diyakinkan oleh waraqah bin Naufal! Bahwa Nabi saw. suka marah, mencaci maki, melaknat hanya karena dorongan emosi tanpa wahyu! dan banyak lagi yang lainnya.
    Trus, yang penting nih kang mas, mana komentar sampean tentang ucapan Ibnu tay yang saya sebutkan? Benar atau saya memalsu? Dan apa itu artinya?

    • Lapokki mengatakan:

      anda tolol tidak paham apa yg di ucapkan ibnu taymiah, kurang memahami ucapan sehingga anda salah mengartikan.

  18. Buya mengatakan:

    MEREKA PENGAGUM BERAT MU’AWIYAH DAN YAZID. YANG MENGHERANKAN MEREKA MENGAKU BERMADZHAB HANBALI, PADAHAL IMAM AHMAD SENDIRI BERKATA BOLEH BAGI KITA UNTUK MELAKNAT YAZID…..nah lho!!!!

  19. Subzero mengatakan:

    Website yg mencerahkan. Smg pengelola site ini diberi umur panjang. Ditunggu update-nya. Udah tahun 2010 nih.

  20. Abu Bakr mengatakan:

    kalu anda benar benar inshaf dan ingin cari kebenaran tolong dong jangan dihapus komentar berikut,

    silakan baca teks berikut tentang aqidah ibnu Taimiyah tentang para shahabat nabi dan Ahlul bait.
    قال ابن تيمية في العقيدة الواسطية: (وَيُحِبُّونَ –أي أهل السنة والجماعة- أَهْلَ بَيْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ويتولونهم وَيَحْفَظُونَ فِيهِمْ وَصِيَّةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ قَالَ يَوْمَ غَدِيرِ خُمٍّ : ” { أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي } وَقَالَ أَيْضًا لِلْعَبَّاسِ عَمِّهِ – وَقَدْ اشْتَكَى إلَيْهِ أَنَّ بَعْضَ قُرَيْشٍ يَجْفُو بَنِي هَاشِمٍ – فَقَالَ : ” { وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحِبُّوكُمْ لِلَّهِ وَلِقَرَابَتِي } وَقَالَ ” { إنَّ اللَّهَ اصْطَفَى بَنِي إسْمَاعِيلَ وَاصْطَفَى مِنْ بَنِي إسْمَاعِيلَ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ كِنَانَةَ قُرَيْشًا وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ } . وَيَتَوَلَّوْنَ أَزْوَاجَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ وَيُؤْمِنُونَ بِأَنَّهُنَّ أَزْوَاجُهُ فِي الْآخِرَةِ خُصُوصًا خَدِيجَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أُمُّ أَكْثَرِ أَوْلَادِهِ وَأَوَّلُ مَنْ آمَنَ بِهِ وَعَاضَدَهُ عَلَى أَمْرِهِ وَكَانَ لَهَا مِنْهُ الْمَنْزِلَةُ الْعَالِيَةُ وَالصِّدِّيقَةُ بِنْتُ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا الَّتِي قَالَ فِيهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” { فَضْلُ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ } . وَيَتَبَرَّءُونَ مِنْ طَرِيقَةِ الرَّوَافِضِ الَّذِينَ يُبْغِضُونَ الصَّحَابَةَ وَيَسُبُّونَهُمْ . وَمِنْ طَرِيقَةِ النَّوَاصِبِ الَّذِينَ يُؤْذُونَ أَهْلَ الْبَيْتِ بِقَوْلِ أَوْ عَمَلٍ وَيُمْسِكُونَ عَمَّا شَجَرَ بَيْنَ الصَّحَابَةِ . وَيَقُولُونَ : إنَّ هَذِهِ الْآثَارَ الْمَرْوِيَّةَ فِي مساويهم مِنْهَا مَا هُوَ كَذِبٌ وَمِنْهَا مَا قَدْ زِيدَ فِيهِ وَنُقِصَ وَغُيِّرَ عَنْ وَجْهِهِ وَالصَّحِيحِ مِنْهُ : هُمْ فِيهِ مَعْذُورُونَ إمَّا مُجْتَهِدُونَ مُصِيبُونَ وَإِمَّا مُجْتَهِدُونَ مُخْطِئُونَ وَهُمْ مَعَ ذَلِكَ لَا يَعْتَقِدُونَ أَنَّ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْ الصَّحَابَةِ مَعْصُومٌ عَنْ كَبَائِرِ الْإِثْمِ وَصَغَائِرِهِ ؛ بَلْ تَجُوزُ عَلَيْهِمْ الذُّنُوبُ فِي الْجُمْلَةِ وَلَهُمْ مِنْ السَّوَابِقِ وَالْفَضَائِلِ مَا يُوجِبُ مَغْفِرَةَ مَا يَصْدُرُ مِنْهُمْ إنْ صَدَرَ حَتَّى إنَّهُ يُغْفَرُ لَهُمْ مِنْ السَّيِّئَاتِ مَا لَا يُغْفَرُ لِمَنْ بَعْدَهُمْ لِأَنَّ لَهُمْ مِنْ الْحَسَنَاتِ الَّتِي تَمْحُو السَّيِّئَاتِ مَا لَيْسَ لِمَنْ بَعْدَهُمْ وَقَدْ ثَبَتَ بِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” إنَّهُمْ خَيْرُ الْقُرُونِ ” ” وَإِنَّ الْمُدَّ مِنْ أَحَدِهِمْ إذَا تَصَدَّقَ بِهِ كَانَ أَفْضَلَ مِنْ جَبَلِ أُحُدٍ ذَهَبًا مِمَّنْ بَعْدَهُمْ ” ثُمَّ إذَا كَانَ قَدْ صَدَرَ مِنْ أَحَدِهِمْ ذَنْبٌ فَيَكُونُ قَدْ تَابَ مِنْهُ أَوْ أَتَى بِحَسَنَاتِ تَمْحُوهُ أَوْ غُفِرَ لَهُ بِفَضْلِ سَابِقَتِهِ أَوْ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي هُمْ أَحَقُّ النَّاسِ بِشَفَاعَتِهِ أَوْ اُبْتُلِيَ بِبَلَاءِ فِي الدُّنْيَا كَفَّرَ بِهِ عَنْهُ . فَإِذَا كَانَ هَذَا فِي الذُّنُوبِ الْمُحَقَّقَةِ فَكَيْفَ بِالْأُمُورِ الَّتِي كَانُوا فِيهَا مُجْتَهِدِينَ : إنْ أَصَابُوا فَلَهُمْ أَجْرَانِ وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَهُمْ أَجْرٌ وَاحِدٌ وَالْخَطَأُ مَغْفُورٌ لَهُمْ ؟ ثُمَّ الْقَدْرُ الَّذِي يُنْكَرُ مِنْ فِعْلِ بَعْضِهِمْ قَلِيلٌ نَزْرٌ مَغْمُورٌ فِي جَنْبِ فَضَائِلِ الْقَوْمِ وَمَحَاسِنِهِمْ مِنْ الْإِيمَانِ بِاَللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْجِهَادِ فِي سَبِيلِهِ وَالْهِجْرَةِ وَالنُّصْرَةِ وَالْعِلْمِ النَّافِعِ وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ وَمَنْ نَظَرَ فِي سِيرَةِ الْقَوْمِ بِعِلْمِ وَبَصِيرَةٍ وَمَا مَنَّ اللَّهُ بِهِ عَلَيْهِمْ مِنْ الْفَضَائِلِ عَلِمَ يَقِينًا أَنَّهُمْ خَيْرُ الْخَلْقِ بَعْدَ الْأَنْبِيَاءِ لَا كَانَ وَلَا يَكُونُ مِثْلُهُمْ وَأَنَّهُمْ هُمْ الصَّفْوَةُ مِنْ قُرُونِ هَذِهِ الْأُمَّةِ الَّتِي هِيَ خَيْرُ الْأُمَمِ وَأَكْرَمُهَا عَلَى اللَّهِ تَعَالَى) اهـ.
    dan ingin tahu aqidah dan pengkafiran rafidhah/syi’ah terhadap para shahabat dari Muhajirin, Anshar dan Ahlul bait, silakan baca riwayat yang dinukil oleh Kulaini dalam kitab yang terpecaya dikalangan syi’ah yaitu (Al Kafi).
    قال الكليني (ت329) : (341- حنان، عن أبيه، عن أبي جعفر عليه السلام قال: (كان الناس أهل ردة بعد النبي ( ص ) إلا ثلاثة، فقلت: ومن الثلاثة؟ فقال: المقداد بن الأسود، وأبو ذر الغفاري، وسلمان الفارسي رحمة الله وبركاته عليهم، ثم عرف أناس بعد يسير، وقال: هؤلاء الذين دارت عليهم الرحا وأبوا أن يبايعوا حتى جاؤوا أمير المؤمنين عليه السلام مكرها فبايع وذلك قول الله تعالى: (وما محمد إلا رسول قد خلت من قبله الرسل، فأمن مات أو قتل انقلبتم على أعقابكم ومن ينقلب على عقبيه فلم يضر الله شيئا وسجزي الله الشاكرين).
    روضة الكافي (8/205) رقم: 341 دار الأضواء.
    jadi siapakah sebenarnya yang menghina dan mengkafir kan shahabt Anshar, Ibnu Taimiyah atau Rafidhah?.
    bahkan pada dasarnya Ahlul bait berlepas diri dari selurh aqidah dan kebohongan syi’ah atas nama mereka?

    Kami Menjawab:

    kang mas abu, jangan keburu su’u dzan… kami tidak biasa mengahpus komen para pengunjung… sebab semua pasti saya hoemati dan saya cintai sebagai sesama saudara muslim. tapi mungkin tekadang lambat sebab kami sibuk atau pas lagi tidak males buka blog saya sendiri.
    Tapi komen sampean sudah saya jawab kok.
    Tapi kang mas, jangan selalu su’u dzan dan mengobarkan api permusuhan sesama Muslim.. Sebab setau saya Syi’ah juga Muslim lho kang mas… buktinya sekarang ulama kelas dunia dan OKI serta kerajaan Wahabi Saudi juga mengizinkan mereka menunaikan ibadah haji dan masuk tahan suci Mellah dan Madinah ar rasul SAW.
    mana munkin orang SYi’ah dizinikan menodai kota Suci umat Islam? Keterlaluan OKI dan Saudi itu!!!

    • Syamsul Manan mengatakan:

      @Abu Bakr

      Buat mas Abu Bakr dari atas sampai bawa komen anda nggak nyambung sama artikel diatas…
      tolong mas saya pingin tanya apa komentar anda terhadap ucapan ibnu taimiah yang di scan mas admin dari minhaj sunnah itu?

      dan

      @mas admin blog
      tolong sampean nggak usah menanggapi komentar yang nggak berhubungan dengan isi tulisan yang sampean tulis. biar diskusinya nyambung gitu lho

      jangan mudah terpancing dengan komen-komen pengikut wahabi/salafi yang selalu tidak nyambung di hampir semua blog..

      selanjutnya syukro kapan blog nya di update dan artikel-artikel barunya saya nanti !

  21. masocad mengatakan:

    baru2 ini diberitakan ada seorang anggota DPR berkata kotor ketika rapat, kemudian banyak komentar yang kira2 kesimpulannya mempertanyakan akhlak atau etika anngota DPR kita saat ini, apakah kemudian kita juga mengatakan ternyata anggota DPR kita saat ini tidak berakhlaq atau tidak beretika?

    ketika Ibnu taimiyyah mengatakan bahwa ada perkara persengketaan imamah setelah Rasulullah shallallahualaihi wasallam termasuk perkara jahiliyyah, apakah berarti beliau mengatakan bahwa para sahabat menjadi fasik dengan perbuatan mereka tersebut?

    kenapa anda tidak menyebutkan dalil beliau ditulisan yang paling bawah, bahwa Rasulullah Shallallahualaihi wasallam pun mengatakan bahwa ada 4 perkara pada diri umatku yang termasuk jahiliyyah, ……………..
    apakah anda mengatakan bahwa semua umat islam termasuk jahiliyyah berdasarkan hadit ini?

    mohon kalau menukil, menukillah sesuai dengan pemahaman yang benar, ungkapan pertanyaan2 yang anda sampaikan sebenarnya menunjukkan bahwa diri anda belum banyak membaca kitab2 “ahlu sunnah” karena insyaallah anda tidak akan mengungkapkan pertanyaan2 anda ketika anda membaca kitab2 tersebut dengan hati bersih, apalagi kitab minhaju sunnah annabawiyyah merupakan kitab yang banyak mengandung faedah yang bisa kita petik.

    ungkapan2 umum mohon jangan ditafsirkan secara khusus kecuali memang ada bukti yang menguatkan hal itu.
    wallahu ta’ala a’lam wallahuyahdina ila shiratil mustaqim

    Kami Menjawab:

    kalau begitu terjemahkan saja teks perkataan Ibnu tay itu dan jelaskan kesalaha penerjemahan yang saya lakukan!

    • Syamsul Manan mengatakan:

      @masocad

      kalo gitu tolong menurut anda ucapan ibnu taimiah ini maksudnya apa?

      diangkat sebagai Khalufah tidaklah mereka itu menyebut Hujjah Syar’iyah, tidak pula menyebutkan bahwa selain Abu Bakar itu lebih berhak atasnya dan lebih utama. Akan tetapi ucapannya itu hanya muncul dari kecintaan kepada suku dan kabilahnya, dan adanya keinginan agar imamah/khilafah itu berada di tangan kabilahnya.

      Dan seperti dimaklumi bahwa seperti itu bukanlah termasuk dalil syar’i dan jalan agama dan tidak pula termasuk yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya agar diikuti kaum Mukminin. Akan tetapi ia adalah Syu’bah/sempalan mental jahiliyah dan sejenis fanatisme terhadap nasab dan suku. Dan hal ini termasuk yang Allah utus (Nabi) Muhammad untuk meninggalkan dan membatalkannya.” [1]

      (Minhajus Sunnah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim, Jilid 1, hal 520) -lihat scn diatas-

  22. Nandang Sutrisna mengatakan:

    Hadis-hadis dari Sahih al-Bukhari

    1.Hadis no.578.Daripada Abdullah bahwa Nabi(Saw.) bersabda:
    Aku akan mendahului kamu di Haudh dan sebahagian daripada kamu akan dibawa di hadapanku.Kemudian mereka akan dipisahkan jauh daripadaku.Aku akan bersabda: wahai Tuhanku! Mereka itu adalah para sahabatku (ashabi).Maka dijawab: Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdathu ba‘da-ka)

    2.Hadis no.584.Daripada Anas daripada Nabi (Saw.) bersabda:
    Sebahagian daripada sahabatku akan datang kepadaku di Haudh (Sungai/Kolam Susu) sehingga aku mengenali mereka,lantas mereka dibawa jauh daripadaku.Kemudian aku akan bersabda:Para sahabatku(ashabi)!Maka dia (Malaikat) berkata: Anda tidak mengetahui apa yang lakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la adri ma ahdathu ba‘da-ka)

    3.Hadis no.585.Abu Hazim daripada Sahl bin Sa‘d daripada Nabi (Saw.) Nabi (Saw.) bersabda:
    Aku akan mendahului kamu di Haudh.Dan siapa yang akan melaluinya akan miminumnya.Dan siapa yang meminumnya tidak akan dahaga selama-lamanya.Akan datang kepadaku beberapa orang yang aku kenali,dan mereka juga mengenaliku.Kemudian dihalang di antaraku dan mereka.

    Abu Hazim berkata : Nu‘man bin Abi ‘iyasy berkata selepas mendengarku: Adakah anda telah mendengar sedemikian daripada Sahl? Aku menjawab:Ya.Aku naik saksi bahawa aku telah mendengar Abu Sa ‘id al-Khudri berkata perkara yang sama,malah dia menambah:Nabi (Saw.) bersabda:Aku akan bersabda: mereka itu adalah daripadaku (ashabi).Maka dijawab: “Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka Aku akan bersabda:Jauh!Jauh! (daripada rahmat Allah) /ke Neraka mereka yang telah mengubah/menukarkan (hukum Allah dan Sunnahku) selepasku (suhqan suhqan li-man ghayyara ba‘di) ”

    Abu Hurairah berkata bahawa Rasulullah (Saw.) bersabda:
    Sekumpulan daripada para sahabatku akan datang kepadaku di Hari Kiamat.kemudian mereka akan diusir jauh dari Haudh.Maka aku akan bersabda:Wahai Tuhanku!mereka itu adalah para sahabatku (ashabi). Dijawab:Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang mereka lakukan selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la ‘ilma la-ka bima ahdathu ba‘da-ka)Sesungguhnya mereka telah menjadi kafir-murtad kebelakang (irtaddu ‘ala a‘qabi-bi-himu l-Qahqariyy)

    4.Hadis no.586.Daripada Ibn Musayyab bahawa Nabi (Saw.) bersabda: Sebahagian daripada para sahabatku akan mendatangiku di Haudh, dan mereka akan dipisahkan dari Haudh.Maka aku berkata:Wahai Tuhanku! Mereka adalah para sahabatku (ashabi), maka akan dijawab: Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka.Sesungguhnya mereka telah menjadi kafir-murtad ke belakang selepas anda meninggalkan mereka (inna-hum irtaddu ba ‘da-ka ‘ala Adbari-ka l-Qahqariyy)

    5.Hadis no.587. Daripada Abu Hurairah bahawa Nabi (Saw.)bersabda: Manakala aku sedang tidur,tiba-tiba sekumpulan (para sahabatku) datang kepadaku.Apabila aku mengenali mereka,tiba-tiba seorang lelaki(Malaikat) keluar di antara aku dan mereka. Dia berkata kepada mereka :Datang kemari.Aku bertanya kepadanya:Ke mana? Dia menjawab:Ke Neraka,demi Allah.Aku pun bertanya lagi:Apakah kesalahan mereka?Dia menjawab:Mereka telah menjadi kafir-murtad selepas kamu meninggalkan mereka (inna-hum irtaddu ba‘da-ka ‘ala Adbari-himi l-Qahqariyy).Justeru itu aku tidak melihat mereka terselamat melainkan (beberapa orang sahaja) sepertilah unta yang tersesat/terbiar daripada pengembalanya(fala ara-hu yakhlusu min-hum illa mithlu hamali n-Na‘ am).

    Sahih al-Bukhari (Al-Bukhari, Sahih, (Arabic-English), by Dr.Muhammad Muhammad Muhsin Khan, Islamic University, Medina al-Munawwara, Kazi Publications, Chicago, USA1987, jilid viii, hlm.378-384(Kitab ar-Riqaq,bab fi l-Haudh)

    Hadis-hadis dari Sahih Muslim

    1.Hadis no.26.(2290)Daripada Abi Hazim berkata: Aku telah mendengar Sahlan berkata:Aku telah mendengar Nabi (Saw.) bersabda:
    Aku akan mendahului kamu di Haudh.Siapa yang melaluinya, dia akan meminumnya.Dan siapa yang meminumnya,dia tidak akan dahaga selama-lamanya.Akan datang kepadaku beberapa orang yang aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku(para sahabatku).Kemudian dipisahkan di antaraku dan mereka.
    Abu Hazim berkata:Nu‘man bin Abi ‘Iyasy telah mendengarnya dan aku telah memberitahu mereka tentang Hadis ini.Maka dia berkata:Adakah anda telah mendengar Sahlan berkata sedemikian?Dia berkata:Ya.

    (2291)Dia berkata:Aku naik saksi bahawa aku telah mendengar Abu Sa‘id al-Khudri menambah:Dia berkata:
    Sesungguhnya mereka itu adalah daripadaku(inna-hum min-ni).Dan dijawab:Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdathu ba‘da-ka).Maka aku (Nabi (Saw.) bersabda:Jauh !Jauh! (daripada rahmat Allah)/ke Neraka mereka yang telah mengubah/menukarkan (hukum Tuhanku dan Sunnahku) selepasku ( Suhqan suhqan li-man baddala ba‘di)

    2.Hadis no.27(2293)Dia berkata:Asma‘ binti Abu Bakr berkata:Rasulullah (Saw.) bersabda:
    Sesungguhnya aku akan berada di Haudh sehingga aku melihat mereka yang datang kepadaku dikalangan kamu(man yaridu ‘alayya min-kum).Dan mereka akan ditarik dengan pantas (daripadaku), maka aku akan bersabda:Wahai Tuhanku!Mereka itu daripada (para sahabat)ku dan daripada umatku. Dijawab:Tidakkah anda merasai/menyedari apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (amma sya‘arta ma ‘amilu ba‘da-ka)?Demi Allah, mereka sentiasa mengundur ke belakang (kembali kepada kekafiran) selepas anda meninggalkan mereka(Wa Llahi!Ma barihu ba‘da-ka yarji‘un ‘ala a‘qabi-him).
    Dia berkata:Ibn Abi Mulaikah berkata: “ Wahai Tuhanku!Sesungguhnya kami memohon perlindungan daripadaMu supaya kami tidak mengundur ke belakang (kembali kepada kekafiran) atau kami difitnahkan tentang agama kami”

    3.Hadis no.28.(2294) Daripada ‘Aisyah berkata:Aku telah mendengar Nabi (Saw.) bersabda ketika beliau berada di kalangan para sahabatnya(ashabi-hi):
    Aku akan menunggu mereka di kalangan kamu yang akan datang kepadaku. Demi Allah! Mereka akan ditarik dengan pantas dariku.Maka aku akan bersabda: Wahai Tuhanku! Mereka adalah daripada(para sahabat)ku dan daripada umatku. Dijawab: Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ‘amilu ba‘da-ka).Mereka sentiasa mengundur ke belakang(kembali kepada kekafiran)(Ma zalu yarji‘un ‘ala a‘qabi-him)

    4.Hadis no.29(2295)Daripada Abdullah bin Rafi‘; Maula Ummi Salmah;isteri Nabi (Saw.) Rasulullah (Saw.) bersabda:
    Sesungguhnya aku akan mendahului kamu di Haudh. Tidak seorang daripada kamu(para sahabatku) akan datang kepadaku sehingga dia akan dihalau/diusir daripadaku(fa-yudhabbu ‘anni) sebagaimana dihalau/diusir unta yang tersesat(ka-ma yudhabbu l-Ba‘iru dh-Dhallu). Aku akan bersabda:apakah salahnya? Dijawab:Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdathu ba‘da-ka)Maka aku bersabda:Jauh! (daripada rahmat Allah) (suhqan).

    5.Hadis no.32(2297)Daripada Abdillah, Rasulullah (Saw.) bersabda:
    Aku akan mendahului kamu di Haudh.Dan aku akan bertelagah dengan mereka (aqwaman).Kemudian aku akan menguasai mereka.Maka aku bersabda:Wahai Tuhanku! Mereka itu adalah para sahabatku.Mereka itu adalah para sahabatku(Ya Rabb!Ashabi,ashabi). Lantas dijawab: Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdathu ba‘da-ka)

    6.Hadis no.40.(2304)Daripada Anas bin Malik bahawa Nabi (Saw.) bersabda:
    Akan datang kepadaku di Haudh beberapa lelaki(rijalun) daripada mereka yang telah bersahabat denganku(mimman sahabani) sehingga aku melihat mereka diangkat kepadaku.Kemudian mereka dipisahkan daripadaku.Maka aku akan bersabda:Wahai Tuhanku!Mereka adalah para sahabatku.Mereka adalah para sahabatku (Usaihabi)Akan dijawab kepadaku:Sesungguhnya anda tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka selepas anda meninggalkan mereka (inna-ka la tadri ma ahdathu ba‘da-ka).

    Sahih Muslim Muslim,Sahih, edisi Muhammad Fuad ‘Abdu l-Baqi, Cairo,1339H, jilid iv, hlm.1793-1800 (Kitab al-Fadha‘il, bab Ithbat Haudhi n-Nabi (Saw.)

    • Syamsul Manan mengatakan:

      Makasih infonya bro !

      Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa sahabat manusia biasa seperti biasa… jadi jangan terlalu ghulu lah kepada mereka

    • nyantri mengatakan:

      @nandang sutrisna: saya buka di shahih bukhari no 568 s/d 826 kok kitab adzan ya? di shahih muslim no 2012 s/d 2484 kok kitab haji ya?

  23. abdul3man mengatakan:

    salam, utk mas abu bakar, apa bisa terjemahkan teks bhs arabnya, sukron

  24. muslim hanif mengatakan:

    asslm…
    sepertinya anda (penulis blog) terlalu berlebihan dalam menilai tulisan ibnu taimiyah diatas….saya sering membaca buku-buku sunni ada banyak ditenmukan ulasan demikian tapi lalu tidak berarti menjadikan itu sebagai hujatan kepada shahabat anshor radhiallu’anhum ajmain….saya setelah membaca dengan hati jernih…menjadi curiga dengan cara anda “memvonis” imam ibnu taimiyah dengan gelar-gelaran yang tidak dikenal dalam ahlussunnah…cara mengambil pendapat dan kesimpulan anda lebih dekat seperti yang biasa disampaikan oleh saudara kami dari syiah..(afwan)…demikian pula komentar2 yang mendukung tulisan saudara…saya yang sedang belajar islam ini menjadi kecewa dengan cara anda menilai seseorang hanya dari sekelumit tulisan beliau….

  25. omekimai mengatakan:

    saya sudah tidak heran mendapati tulisan seperti ini. Ya, ibnu taimiyah itu siapa sih? Kok diagung2kan banget? Wong udah banyak kesalahan fatal yg dilakukannya. Muridnya, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah lebih pinter dari dia

  26. fuad mengatakan:

    rupanya mas abu bakar belum tau etika diskusi, karena tidak mau memberi penjelasan yg ditulis kepada lawan diskusi maupun pembaca lainnya. egonya tinggi.

  27. Thariq mustaqeem mengatakan:

    Kaciaaaaaaaaaaaaan dech lo…… udah tulisannya g bermutu, penuh kebencian dan kedengkian, tidak menggunakan akal yg bersih dan jujur, suka memfitnah dan membuat-buat berita bohong, berlebih-lebihan dan suka pd ajaran-ajaran yg t berdalil, suka mencaci, menghina, mengutuk dan mengkafirkan para sahabat dan menyanjung yg lain pdhl pr sahabat itu semuanya Radhiallahu `Anhum ajma`in, menganggap yg lain binatang dan ia sendiri yg manusia, kelakuannya percis kayak orang yahudi, dari dulu syiah itu selalu membuat kekacauan dlm islam, terkutuklah orang2 yg suka membuat kekacauan.

  28. hawaighalib mengatakan:

    Buat Mas Abu Bakr yang tak henti-hentinya ngeyel ndak ada cepeknya….
    Mas ndak usah repot-repot kamu sajikan keterangan Ibnu Tai Miyah tentang Ahlulbait Nabi as. cukup bantah aja keterangan akan penyimpangan sikapnya kepada Ahlulbait utamanya Sayyinida wa Imamuna Ali Karramallahu wajhahu!!!
    Trus kamu bilang Ahlulbait mencakup istri-istri nabi, itu kan pendapat yang dipilih si Ikrimah si jago Khawarij! Mengapa kini kalian tentran kepada pendapat orang khawarij???
    Jangan asal ngomong mas, bawakan dalil dari sabda Nabi kalau istri-istri Nabi juga termasuk Ahlulbait!!!
    lagi pula sudah nggak laku mas kalau pakai nuduh Syi’ah derngan membawa hadis al Kafi yang kamu tidak mengerti apa keterangan ulama Syi’ah tentangnya?
    Lagi pula di hadis-hadis Sunni juga banyak tuh yang menagatakan kalau sahabat akan banyak yang murtad? dari riwayat Bukhari!!! Apa Bukhari SYi’ah? Apa Nabi yang mengabarkan bayhwa banyak sahabat akan murtad itu terpengaruh ajaran Ibnu saba’?! Dasar tidak ilmiah!!

  29. syafran mengatakan:

    Lebih aman tidak ikut-ikutan, terhindar dari dosa memfitnah orang…..

  30. Javad Al-Kadzim mengatakan:

    Yah begitulah akhlak orang yang tidak mengenal imam zamannya, seperti orang jahiliah, nggak pake ilmu.

  31. abou fateh mengatakan:

    Mohon beberapa artikel berikut ini untuk dimuat dalam blog antum supaya dibaca orang banyak (syukur2 semuanya). Dari a sampai z membongkar kesesatan ajaran Wahabi. klik

    Karya-karya ulama kita yang harus anda baca, klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=287937743329&1&index=1

    Materi tauhid dalam menjelaskan ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN TANPA ARAH, klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=276190138329&1&index=2

    Bantahan Terhadap Kaum Anti Takwil [ALLAH MAHA SUCI DARI TEMPAT DAN ARAH; Mewaspadai Ajaran Wahhabi], klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=312724543329&1&index=0

    Materi penjelasan kesesatan aqidah hulul dan wahdah al-wujud, klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=178832598329

    Pernyataan sebagian ulama Ahlussunnah terkemuka dalam menjelaskan ALLAH ADA TANPA TEMPAT, klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=177358813329

    Dari tulisan al-‘Arif Billah as-Sayyid Abdullah ibn Alawi al-Haddad (Shahib ar-Ratib); supaya anda kenal siapa Ahlussunnah Wal Jama’ah, klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=174232968329

    Materi penjelasan hakekat bid’ah dari a sampe z (supaya jangan sembarangan menuduh ahli bid’ah kepada orang lain), klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=171331573329

    Dari tulisan Imam al-Ghazali dalam menjelaskan bahwa ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN TANPA ARAH, klik http://www.facebook.com/note.php?note_id=171126758329

    dan berbagai materi lainnya, banyak buuaaanggeeett… klik aja di sini http://www.facebook.com/notes.php?id=1789501505

  32. Putri Malu mengatakan:

    Ada yang tahu ngga kenapa sich syiah dikatakan Rafidha..?

    ini jawabannya : …

    Perhatikan teks lengkap berikut ini dari“Kitab Raudhat al-Kafi Bab Khutbah Thalutiyyah hadits no 6 sbb :

    “Sejumlah sahabat kami, dari Sahal bin Ziad, dari Muhammad bin Sulaiman, dari ayahnya berkata: Aku berada di sisi Abu Abdillah as, mendadak Abu Basir datang. Beliau kelihatan gelisah dengan nafasnya yg sesak. Setelah dia duduk, maka Abu Abdillah as berkata kepadanya: Wahai Abu Muhammad, mengapa engkau resah seperti ini? Maka dia menjawab : Aku jadikan diriku sbg tebusan utkmu, wahai putra Rasulullah, umurku telah tua, tulangku lemah dan ajalku semkain dekat, tetapi aku belum tahu bagaimana keadaanku di akhirat kelak.? Abu Abdillah as berkata: Wahai Abu Muhammad, mengapa engkau berkata seperti itu? Abu Basir berkata: Aku jadikan diriku sbg tebusan utkmu, mengapa aku tidak boleh berkata demikian? Maka Imam as berkata: Tidakkah engkau tahu bahwa sesungguhnya Allah memuliakan para pemuda dan malu kepada golongan tua diantara kamu? Abu Basir berkata: Aku jadikan diriku sebagai tebusan utkmu, bagaimana Dia memuliakan para pemuda di kalangan kita dan malu kepada yang tua? Abu Abdilah as. berkata: “Dia memuliakan para pemuda diantara kamu supaya Dia tidak menyiksa mereka dan Dia malu kepada kelompok tua diantara kamu supaya Dia tidak menghisab mereka. Abu Basir berkata: Aku jadikan diriku sbg tebusanmu, adakah hal ini hanya khusus untuk kita atau untuk semua ahli tauhid? Abu Abdillah as berkata: “Tidak, demi Allah hal ini khusus untuk kamu dan tidak untuk yg lain. Abu Basir berkata: “Aku jadikan diriku sbg tebusan utkmu, kami telah buruk, punggung kami patah, hati kami mati, penguasa menghalalkan darah kami dengan hadis2 yang diriwayatkan oleh para fukaha mereka. Abu Abdillah as. berkata : Rafidhah? Abu Basir berkata: Ya!. Beliau as. berkata : “Bukan mereka yang menamai kamu demikain, tetapi Allah swt yang telah menamai kamu dengan nama tersebut. TIDAKKAH ENGKAU TAHU WAHAI ABU MUHAMMAD, BAHWA ADA 70 LAKI-LAKI BANI ISRAEL BERSAMA FIRA’UN YANG MENGIKUTINYA. KETIKA MEREKA MELIHAT KESESATAN FIR’AUN DAN PETUNJUK DARI MUSA AS, MAKA MEREKA MENOLAK (RAFADHU) FIR’AUN. KEMUDIAN MEREKA MENGIKUTI MUSA DAN BERADA DALAM NAUNGAN MUSA AS, DAN MEEKA DIKENAL SEBAGAI ORG2 YANG RAJIN BERIBADAH. MEREKA MENOLAK FIRA’UN. MAKA ALLAH MEWAHYUKAN KEPADA MUSA AS AGAR MENJADIKAN NAMA ITU UNTUK MEREKA DI DALAM TAURAT. SESUNGGUHNYA AKU MENJADIKAN NAMA MEREKA, KEMUDIAN ALLAH MENYIMPAN NAMA TERSEBUT SEHINGGA MEMBERIKAN NAMA TERSEBUT KEPADA KAMU SEKALIAN. WAHAI ABU MUHAMMAD, MEREKA TELAH MENOLAK KEBAIKAN SEDANGKAN KAMU SEDANG MENOLAK KEJAHATAN. MANUSIA TERPECAH MENJADI BEBERAPA GOLONGAN DAN SYIAH, TETAPI KAMU TELAH MENJADI SYIAH AHLUL BAIT NABIMU. KARENA ITU, KAMU TELAH BERPEGANG DENGAN APA YANG TELAH DIPERINTAHKAN ALLAH DAN KAMU TELAH MEMILIH APA2 YANG TELAH DIPILIH ALLAH. MAKA BERGEMBIRALAH KAMU DAN BERITAKAN KABAR GEMBIRA INI KEPADA MEREKA. Kemudian, selanjutnya Abu Abdilah as memberikan kabar gembira dan keutamaan serta kelebihan2 syiah mereka……silahkan anda baca riwayat di atas

  33. Putri Malu mengatakan:

    To : Mas Abu Bakar.

    Tanya : jika Ahlulbait mencakup istri-istri nabi, apakah yang terjadi dengan perang Jamal? berarti perang ahulbayt? lantas apa maksud dengan surah al-ahzab 33..?

  34. imam samudra mengatakan:

    Masya Alloh kenapa kita sesama muslim malah saling berdebat srndiri,bukankah kbenaran sudah jelas,knapa kita gak melawan orang2 kafir yang nyata2 musuhi umat islam……….
    Orang kafir akan tertawa mlihat kta ……..

  35. wong dheso mengatakan:

    Wahai kaum anshor dan muhajirin mari kita sholat malam secara istiqomah karena Nabi Muhammad SAW sholat malamnya setiap hari sampai kakinya bengkak-bengkak kalau bangun malam malah facebookan

  36. abu hanifah asy syafi'iyyah mengatakan:

    jgn2 yg nulis artikel ni orang syi’ah ya..? kok tampaknya demikian..? afwan ya…

  37. Mas uul mengatakan:

    Mas Penulis blog…
    Tolong tinggalkan untuk mencaci maki Mu’awiyah…. dan masalah peperangan antara Sydn Ali dan Mu’awiyah.
    Karena Para Ulama’ lebih memilih untuk meninggalkan permasalahan ini dan tidak berani untuk menghujat para Shahabat Baik dari gol. Saiyidina Ali ataupun dari Gol. Sydn Mu’awiyah. dan lebih baik kita meninggalkan permasalahan ini dan berkhusnudzon dengan para Shahabat.
    jangan terpancing untuk mencaci maki Mu’awiyah.
    Maslah Ahlul Bait itu ada beberapa Versi:
    ada yang menyebut Istri2 Nabi termasuk Ahlul Bait,
    ada yang hanya memasukan Sydn Ali Sydtn Fathimah, Sydn Hasan dan Sydn Husein.
    ada yang berpendapat bahwa para keturunan dari Sydn Hasan dan Husein juga termasuk Ahlul Bait.

    Maka Lebih baik dari Kita adalah Tidak Menghujat Maslah ini karena semua pendapat itu berdasarkan pendapat dari Para Shahabat dan Semuanya di ambil dari Hadist Rasulullah. maka Semuanya adalah benar. jangan saling menyalahkan dalam masalah ini.
    Yang salah itu Kita Bukan mereka para Shahabat.

  38. Ibnu fatah mengatakan:

    Assalamualaikum,..saudara penulis,..anda terlalu setengah2 dalam menukil sebuah karya seorang syaikh,..karena kedengkian guru atau anda sendiri,… yang di maksud Ibnu taymiyah bukan mencela sahabat anshor, tapi cara pengambil keputusan yang didasrkan karena Nasab,..coba tampilkan utuh cerita pengangkatan Abu Bakr ash-Shiddiq,..RadhiyAllahuanhu,..Amirul mukminin. disana juga akan diceritakan bahwa Umar radhiAllahuanhu marah kpada orang yang memilih selain Abu Bakr,sebagai org yang pantas menggantikan nabi sebagai khalifah karena keutamaan Abu bakr Radhiallahu anh..coba lengkapi nukilan anda,..jujurlah jangan membuat hasud..artikan semua nukilan,.jangan setengah setengah,..makan akan ditemukan Ibnu taymiyah tidak menghujat sahabat, melainkan menghujat cara memilih pemimpin dengan cara nasab yang dengan kedatangan Rasulullah dihilangkan hukum adat quraisy itu…

  39. alex mengatakan:

    I started a joke,
    Which started the whole world crying,
    But I didn’t see that the joke was on me, oh no.

    I started to cry,
    Which started the whole world laughing,
    Oh, if I’d only seen that the joke was on me.

    I looked at the skies,
    Running my hands over my eyes,
    And I fell out of bed,
    Hurting my head from things that I’d said.

    Til I finally died,
    Which started the whole world living,
    Oh, if I’d only seen that the joke was on me.

    I looked at the skies,
    Running my hands over my eyes,
    And I fell out of bed,
    Hurting my head from things that I’d said.

    ‘Til I finally died,
    Which started the whole world living,
    Oh, if I’d only seen that the joke was on me.

    Siapa tahu , hal yang kita ributkan adalah hasil karya orang ini (yang started a joke). Di ilmu komputer aja, sudah banyak perubahan setelah melihat kesalahan-kesalahan yang lalu kemudian dilakukan perbaikan dalam melihat problem komputasi. Sama dengan keyakinan, yang dahulunya bersih murni dari Rasul SAW, kemudian ada orang seperti ini yang menjadikan agama menjadi tidak murni lagi. Harus ada perbaikan akibat perbuatan orang2 seperti ini. OK

  40. mustofa mengatakan:

    ibnu taimiyah kemungkinan besar dalam kategori yg akan dilemparkan oleh Allah ke dalam neraka karena kebenciannya kepada Imam Ali as “………….barang siapa yang menghina Ali maka dia menghina diriku (nabi saww) dan barang siapa yg menghina diriku berarti menghina Allah dan barang siapa yg menghina Allah maka Allah akan melemparkannya kedalam NERAKA JAHANNAM”

  41. mustofa mengatakan:

    mungkin ibnu taimiyah termasuk ULAMA’ ORBITAN wa KARBITAN
    heeeee…

  42. subhan basri mengatakan:

    masya allah…….

  43. jana mengatakan:

    Baik buruknya kita serahkan kepada Allah. Sadarlah mari kembali pd qur’an dan hadits… yang benar adalah ahlussunnah wal jamaah.. sadarlah wahai syiah…

  44. jana mengatakan:

    Nnti pada akhir zaman imam mahdi akan mengalahkan syiah yg memusuhi ahlussunnah. Mereka menunggu kedatangan imamnya yg tak akan pernah muncul…tu kaum siah…ingatlah yang hak pasti menang dan yg batil pasti kalah!!!!!!

  45. ahmadsyahid mengatakan:

    saudara-saudara jangan kotori lidah dan hati kita dengan mencampuri persoalan yang terjadi antar Sahabat Rosulallah saw, toh tidak akan merubah apapun yang sudah terjadi, yang terpenting kita sekarang yang masih hidup sudah berada di jalannya Ahli sunnah atau belum ?. mari kita waspadai gerakan wahabi / salafi dan syi`ah.

  46. aqilbaligh mengatakan:

    buat @jana si bego itu… kasian ente buta agama, Imam Mahdi as. pasti akan menegakkan keadilan.. dan memerangi kaum zalimin dan pembela meerka seperti benyak penuasa Arab termasuk yang menjadi BNDARNYA MAZHAB WAHABI yang sekarang ngaku-ngaku AHLUSUNNAH…
    semua juga tau Syi’ah yang paling getol membela kaum mustadh’afin di dunia… sementara Saudi hanya bisa membantai kaum Muslimin di mana-mana

  47. ANJING SYI'AH mengatakan:

    DASAR ANJING-ANJING SYI’AH, TERLAKNATLAH ENGKAU WAHAI KALIAN ANJING SYI’AH !!!

    • nyantri mengatakan:

      propaganda wahabi sekarang adalah menyerang syiah. kalau sudah kuat, maka sunni juga diserang. hati2 terhadap wahabi si akidah sesat

  48. luqman Fitri mengatakan:

    Ajib.. kok ada orang bangga jadi ANJING SYIAH.. LALU IA MELAKNATI DIRINYA SENDIRI!!!
    akhiku kalau kamu tidak bisa bantah tulisan di sini ya tidak usah pamer akhlak buruk!!!!!!!!!
    sadar mas!!!!!!!!!!
    Sadar!!!!!!!

  49. boy mengatakan:

    gak pake syah ato suni yg baik dari sahabat nabi kita ikuti yg buruk kita jadikan pengalaman dan tinggalkan

  50. ayyub mengatakan:

    saya tidak tahu atas dasar apa anda begitu bencinya kepada seorang seperti beliau. padahal semua ulama ahlussunnah, baik yang mutaakhirin maupun yang sezaman dengan beliau menghormatinya sebagai ulama besar. setahuku tidak ada seorang pun yang membencinya kecuali dia seorang syiah atau semisalnya.

  51. Krongthip Mahalakorn mengatakan:

    Assalamualaikom,
    Banyak perbahasan yang Pro dan Kontra Wahabi dan masing2 berpegang justifikasi masing2.
    Mengenai perkara furuk yang tidak menjejaskan aqidah pebahaslah tetapi kepada pekara yang melibatkan aqidah harus berhati-hati kerana ianya bisa menggelincirkan kita keluar dari landasan iman natijahnya KUFAR.
    Perkara utama penolakan ASWJ terhadap Wahabi ialah :-
    1. Menjisimkan Allah @ Mujassimah
    2. Mensyabbihkan Allah

    Soal seperti Talqin, Qunut, Zikir berjamah , ziarah kubor atau seumpamanya itu perkara Sunat. Dibuat ikhlas ada ganjaran tak buat tidak menadi kesalahan dari segi agama. Namun bila jadi budaya meninggalkan jadi kenjanggalan. Kalau yang mahu buat, buatlah saja dan kepada yang menolak tak perlu buat tapi jangan pula melarang atau menghasut orang lain.
    Utamanya iktiqad kita tidak menyukutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Juga tidak menyamakan Allah dengan sesuatu. Ini jelas firman Allah dalam surah Al-Ikhlas.
    Oleh itu saya berseru pada diri saya yang amat faqeer ini dan kepada saudara2 yang mengucap syahadah supaya kita menjauhkan dari salah anggapan/sangkaan/kefahaman terhadap Allah yang Maha Suci sehinggahan terlintas bahawa Allah S.W.T. seolah-olah ada kesamaan jisimiah dengan makhluk ciptaannya.
    Ibnu Taimiyah dan Muhammad Ab. Wahab sudah lama di alam barzakh. Kita tidak perlu risau tentang mereka, Allah yang menentukan. Kita perlu risau tentang diri kita. Yang pasti kita dan mesti berada dalam satu(1) puak yang diterima daripada 73 puak yang ada.
    Berlapang dadalah! Kita boleh meminati tulisan Ibnu Taimiyah atau sesiapa saja tetapi janganlah kita menerimanya 100% seolah quran tiada silapnya. Itu kan penulisan pendapat manusia yang bergantung kepada aqal yang banyak kelemahan.
    Kita manusia mudah terdorong.Andai kata ada pendapat yang sememangnya sealiran dengan nafsu kita lagi mudah kita menerima secara total bahkan membuat jadi taksub lantas pendapat lain kita ketepikan kerana lain selera.Oleh itu amat perlu kita kritis kepada pendapat sendiri, perlu muhasabah.
    Dari argumentasi yang saya baca pastinya kalian merupakan kalangan yang alim berbeda saya yang faqeer ilmu namun saya beranikan diri mengeluarkan pandangan moga2 ianya boleh memberi kebaikan. Saya juga yakin kalian boleh re- evaluate pendapat masing2 terhadap tokoh sanjungan masing. YANG BERSIH ITU TAK SEMESTINYA SUCI, jadi kita perlu semak untuk menyucikan.
    Saya mohon maaf andaikata coretan saya ini ada yang bersalahan dengan sesiapa atau apapun.
    Wallahu a’lam bis sawaap

  52. adi panatas mengatakan:

    admin situs ini orang pembela syiah,wah…….

  53. adi panatas mengatakan:

    bisa dilihat nya dg al akh abu abu bakar

  54. adi panatas mengatakan:

    kalo anda jantan jangan di hapus

  55. Krongthip Mahalakorn mengatakan:

    Assalamualaikom,
    Ana numpang usrah. Konklusi yang dapat ana khabarkan bahawa semua yang mengomentar ini nyata terdiri daripada ahli agama yang berilmu. Ana terus terang disini bukan dari golongan Syiah atau Salafy Wahaby namun begitu ana rasakan kita perlu tiggalkan saja Ibnu Taimiyah kerana dia sudahpun mengadap tuhanya Rabbul Jalil. Yang harus kita fikirin ialah diri kita dan ahli kita seperti mana firman Allah yang bermaksud “Jagalah dirimu dan ahli keluargamu dari api neraka”. Ana kurang ilmunya berbanding kalian namun izinkan ana memberi pendapat. Ana rasa adalah lebih baik kita diskusi mengenai diri kita ia itu fahaman kita, aqidah kita, amalan kita semoga ada kejernihan. Yang Yakin dengan Syiah keluarkan hujjahnya, begitu juga golongan Salafy Wahabi dan ASWAJA. Berlapang dadalah masing-masing menerima kebenaran. Contohnya bagi kumpulan Syiah yang menghalalkan Mutaah atau Taqiyyah keluarkan hujjah yang membolehkan dan golongan lain keluarkan hujjah sebalinya. Begitu juga kepada Salafy Wahabi yang sukakan hal-hal mutasyabihah keluarkan hujjah mereka perihal “istiwa” atau “nuzul” atau arsy atau tangan. Tujuannya supaya ada kejernihan semoga kita umat Islam bersatu dibawah satu panji La Ila ha Illallah.
    Wallahu a’lam

  56. Admin mengatakan:

    Semua Ulama Mujtahid sangat menghormati dan menyayangi keluarga Rasulullah, kemuliaannya termaktub di Alqur’an.
    Yang membencinya hanya orang salafi wahabi dan orang orang munafiq

    • ihsan mengatakan:

      @Admin,; Dasarnya kalo nt itu org syi’ah yg terlalu berlebihan meng kultuskan ‘Ali bin Abi Thalib r.a. Semua umat Islam termasuk Salafi – Wahabi menghormati beliau yg juga adalah sepupu dan menantu Nabi,sama seperti menghormati para Sahabat lainnya. Kau dan org syi’ah lainnya yg tidak habis2nya membenci Salafi-Wahabi karena sifat hasad dan dengki akibat hasutan Abdullah bin Saba pengasas kepercayaan SYI”AH yg penuh kebohongan dan sesat.

  57. badr mengatakan:

    apa tanggapan anda ttg sikap kaum anshar setelah wafatnya rasul dlm mengajukan calon khlifah pengganti? dan apa pendapat anda ttg abu bakar yang secara aklamasi kemudian dipilih???

  58. MALINDA mengatakan:

    AYO KALIAN TERUS BER HUJJAH DAN BERKELAHI.. SAMPAI HANCURNYA ISLAM DARI MUKA BUMI…..BAGUS BAGUS BAGUS….

  59. MALINDA mengatakan:

    MARI KITA BIKIN BLOG YANG LEBIH SANGAR … ISINYA KUMPULAN KUMPULAN KEJAHATAN…PENIPUAN .. PENDUSTAAN , STUJU NGAK ?

  60. mahmud Yunus mengatakan:

    kami prihatin adanya orang yang melakukan sumpah serapah kepada ulama-ulama tempo dulu dari kalangan sahabat tabiin dan tabi tabiin padahal dirinya tak sebaik mereka, Islam agung kerana umatnya yang agung yang telah meneladani Rasulullah yang agung dan para sahabatnya yang setia, semoga golongan yang menginjak golongan lain dan mengagungkan golongannya diberi petunjuyk oleh Allah agar bisa menintrospeksi diri serta membersihkan hatinya.

  61. ardan mengatakan:

    Bagi anda pembuat blog ini dan yang sepaham dengannya, Anda yang tidak tahu Imam Ibnu Taimiyah dengan benar “lebih baik anda diam”, Apakah gunanya bagi anda dengan menghina dan mencaci beliau, apa keuntungan yang anda dapatkan?Bukankah anda terbawa dengan nafsu setan tanpa sadar. tinggalkan perdebatan itu akan lebih aman. berpikirlah dengan jernih jika masih mengaku muslim. JIKA TIDAK BISA BERBICARA BAIK LEBIH BAIK DIAM. Jangan menghujat sana-sini,bagaimana jadinya jika yang anda hujat adalah orang yang dicintai Allah. Mulut dan tangan kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah…tinggalkanlah mencaci ulama-ulama sholih, doakanlah mereka…

  62. zunuzukandi mengatakan:

    ya semoga ALLAH mengampuni kita semua…

    dan semoga allah memberikan derajat lebih tinggi bagi orang mencari kebenaran dan tidak mendorong permusuhan…

    kebenaran hanya milik ALLAH kita semua berusaha mencari kebenarannya..

    semoga Allah melindungi kita dalam godaan setan ..

  63. fajr mengatakan:

    ya allah kuatkanlah islam kembali dengan turunnya imam mahdi

  64. Ajay mengatakan:

    Ibnu Taimiyah lahir tahun berapa? Setahu saya sekitar abad 11 dan 12 Masehi. Jauh dari zaman nabi. Ibnu Taimiyah hampir sezaman dengan Ibnu Batutah (Sang Penjelajah Muslim seorang diri)

  65. lobet mengatakan:

    Jika kecintaan ku kepada ahlulbayt rasulullah…menjadikan aku jadi rafhidah…biarlah seluruh manusia menuduhku rafidhah….ini kata2 seorang ulama besar…yang membuat bulu kuduk merinding….ayo tebak siapa ulamanya….,

  66. lobet mengatakan:

    hadis telaga haudh…dan juga ghadirkum…akan menguliti sesiapa sebenarnya ..muslim sejati…terlepas begaimana derasnya arus fitnah di jaman ini….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Negara Tamu

%d blogger menyukai ini: