Beranda » Ahlulbait » Seri Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taymiah (1)

Seri Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taymiah (1)

Dipersembahkan kepada haulasyiah dan wahhabiyyun salafiyun

Sebelum anda membaca artikel kami dibawah ini, dan mengikuti pembuktian kami atas kebohongan Imam Besar Wahhabi/Salafy “Ibnu Taymiah”, kami ingin terlebih dahulu mengajak anda memperhatikan ucapan dan dusta Ibnu Taymiah dalam kitabnya “Minhajussunnah”.

Untuk kenetralan ilmiah Kami Scan-kan kitab Ibnu Taymiah yang diterbitkan oleh Institusi Wahabi yaitu “Universitas al-Imam Muhammad bin Saud al-Islamiyah” yang berada di negara sarang wahabi/salafy “Saudi Arabia”.

Buku ini diterbitkan 9 jilid dan di “tahqiq” oleh Dr. Muhammad Rasyad Salim, serta diberi kata pengantar oleh Dr. Abdullah bin Abdul-Muhsin at-Turky.
_______________

Kebohongan Ibnu Taymiah Tentang Hadis Turunnya Ayat al-Wilayah Untuk Imam Ali as. !


SCAN 1

ayat-wilayah1b_rsz2

Minhaj_2_30_1


وَقَدْ وَضَعَ بَعْضُ الكَذَّابِيْنَ حَدِيْثًا مُفْتَرًى: أَنَّ هذه الآيَةَ نَزَلَتْ فِيْ عليٍّ لَمَّا تَصَدَّقَ بِخاتَمِهِ في الصلاةِ، و هذا كِذْبٌ بِإِجماعِ أهِلِ العِلْمِ بالنقْلِ، كِذْبَهُ بيِّنٌ مِنْ وُجوهٍ كَثِيْرَةٍ

“Para pembohong telah memalsukan hadis buatan bahwa ayat  “انما وليكم الله …” turun untuk Ali ketika ia mensedekahkan cincinnya dalam shalat, itu adalah bohong/palsu berdasarkan kesepakatan para ulama dan Ahli Hadis, dan kebohongannya telah tampak dari banyak sisi.”

[Minhajussunnah Jilid 2, hal. 30] (lihat scan diatas)]

*

SCAN 2

ayat-wilayah2b3b_rsz

Minhaj_7_11_2

قولُهُ: قَدْ أجْمَعَوا أنَّها نزَلَتْ فيِ علِيٍّ مِنْ أَعْظَمِ الدَعاوِيْ الكاذِبَةِ، بَلْ أَجْمَعَ أهْلُ العلْمِ بالنقْلِ على أنَّها لَمْ تَنْزِلْ في علِيٍّ بخُصُوصِهِ، أنَّ عليًّا لِمْ يَتَصدَقْ بِخاتَمِهِ في الصلاةِ، و أجمَعَ أهْلُ العلْم بالحديثِ على أنَّ القصَّةَ الْمروِيَّةَ في ذلِكَ مِن الكذبِ الموضوعِ….


“Ucapannya bahwa ayat ini telah disepakati turun untuk Ali adalah paling dustanya pengakuan. Bahkan para ulama ahli hadis telah bersepakat bahwa ia tidak khusus turun untuk Ali, dan Ali tidak mensedekahkan cincinnya. Para ulama ahli hadis telah bersepakat bahwa kisah yang diriwayatkan tentang masalah itu adalah kobohongan dan palsu…”

[Mihajussunnah, jilid 7 hal. 11] (lihat scan diatas)]


*

SCAN 3

Minhaj_7_17_3

Minhaj_7_17_3_crop

“Dan jumhur umat tidak mendengar berita ini, dan tidak ada di kitab-kitab andalan kaum muslimin, tidak di kitab-kitab shahih, tidak di kitab-kitan sunan, dan tidak di kitab-kitab jamik….”

[Minhajussunnah, Jilid 7, hal. 17] – (lihat scan diatas]


Kebohongan Ibnu Taymiah Tentang Hadis Turunnya Ayat al-Wilayah Untuk Imam Ali as. !

Berdusta dan menipu, apalagi dalam urusan agama adalah sebuah kejahatan yang tak terampuni di samping mencoreng nama baik seorang. Andai seseorang tidak lagi percaya kepada Allah dan hari pembalasan serta mahkamah Ilahi, pastilah ia akan menahan diri dari berbohong jika ia seorang kesatria… Bukan pecundang! Sebab  kata pepatah Arabs, “Al kadzibu habluhu qashîrun/tali kebohongan itu pendek.” Cepat atau lambat kebohongan para pendusta akan terbongkar! Dan keterhinaan panjang akan selalu menyertainya!

Kali ini, kami akan menyajikan di hadapan Anda contoh-contoh dusta dan kebohongan serta penipuan yang dilakukan seorang Kesatria dari dusun Harrân yang oleh pemujanya digelari Syeikh Islam! Ia adalah Ibnu Taymiah, si “Jawara” yang selalu mendemonstrasikan sikap dusta -dengan mengatas-namakan ijmâ’ dan kesepatakan para ulama- setiap kali ia berhadapan dengan nash-nash keutamaan Ahlulbait Nabi saw. dan khususnya Imam Ali as.

Kebohongan demi kebohongan selalu ia sajikan kepada para pemujanya sebagai senjata ampuh menjatuhkan keutamaan Imam Ali as. di mata mereka!

Kali ini kami ajak pembaca menikmati menu spesial kebohongan hasil ramuan Ibnu Taymiah dalam menolak hadis shahih tentang turunnya ayat al Wilayah untuk Imam Ali as. ketika beliau mensedekahkan cincinya di saat shalat dalam keadaan ruku’ kepada seorang pengemis.

Teks Riwayat Asbâb Nuzul Ayat al Wilâyah:

Diriwayatkan oleh para ulama bahwa Abu Dzar al-Ghifari menceritakan di hadapan halayak yang sedang berkumpul mendengarkannya,

“Aku telah mendengar Rasulullah saw. dengan kedua (telingaku) ini, (dan Abu Dzar menambahkan):…tulilah keduanya jika aku berdusta (kemudian katanya lagi) dan telah aku saksikan beliau dengan kedua mataku ini, dan butalah keduanya jika aku berdusta, “Sabda Rasulullah saw.: Ali adalah pemimpin kelompok orang-orang yang tulus, pejuang yang memerangi kaum kafir, jayalah siapa yang membantunya, hinalah siapa yang menelantarkan dukungan baginya!”

Dan Abu Dzar melanjuntukan,” Suatu hari aku shalat bersama Rasulullah saw. maka masuklah ke masjid seorang pengemis dan tidak seorang pun memberinya sesuatu, pada saat itu Ali sedang shalat dalam keadaan ruku’ dan ia memberi isyarat dengan jari manisnya yang bercincin, lalu pengemis itu menghampirinya dan mengambil cincin itu dari jari Ali, Rasulullah menyaksikan hal itu dan beliau berdo’a dengan khusyu’nya kepada Allah, “Ya Allah sesungguhnya Musa telah memohon kepadamu:

Berkata Musa, “Ya Tuhan-ku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun; saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Mengetahui (keadaan) kami”.(QS:20;25-35).

Maka Engkau telah mewahyukan kepadanya:

قد أُوْتِيْتَ سُؤْلَكَ يَا مُوْسَى ….

Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa.”

Dan aku, ya Allah –kata Rasulullah saw.- adalah hamba dan Nabi-Mu lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan jadikanlah untukku seorang wazir dari keluargaku; Ali, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku”. Abu Dzar berkata. ” Demi Allah, beliau belum sampai menyelasaikan ucapan (do’anya) melainkan Jibril al-Amin turun dengan membawa ayat ini”. Yaitu ayat:

إِنمَّاَ وَلِيُّكُمُ اللهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ الَّذِيْنَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَ يُؤْتُوْنَ الزَّكَاةَ وَ هُمْ رَاكِعُوْنَ * وَ مَنْ يَتَوَلَّ اللهَ وَ رَسُوْلَهُ وَ الَّذين آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْغَالِبُوْنَ . (المائدة 55-56)

“Sesungguhnya wali kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk {kepada Allah}. Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut {agama} Allah itulah yang pasti menang. (QS:5;55-56)

Hadis tentang sebab turun ayat tersebut di atas sebagai turun terkait dengan peristiwa di atas telah diriwayatkan oleh puluhan ulama dan ahli tafsir kenamaan dari berbagai jalur dan dishahihkan oleh banyak ulama.

Di antara yang meriwayatkan hadis turunnya ayat tersebut untuk Imam Ali as. dalam peristiwa tersebut adalah:

1) Al Hafidz Abu Bakar Ibnu Mardawaih al Ishbahani (W:416 H.) dari jalur Sufyan ats Tsauri dari Abu Sinan bin Said bin Sinan al-Barjani dari ad Dhahhak dari Ibnu Abbas. Jalur ini shahih dan para perawinya tsiqah ia juga meriwayatkan dari jalur lain yang ia katakana bahwa jalur ini tidak dapat dicacat dan ada jalur lain dari Ali as. Ammar dan Abi Rafi’ ra.

2) Abu Said al Asyaj al Kufi (W:257 H.) dalam tafsirnya dari Abu Nu’aim Fadil bin Da’im dari Musa bin Qais al Hadhrami dari Salamah bin Kuhail. Jalur ini shahih dan para perawinyan tisqah, terpercaya.

3) Jalaluddin as Suyuthi dalam tafsirnya ad Durr al Manstur.2,293 dari jalur al-Khatib, Abdul Razzaq, Abdu bin Humaid, Ibnu Jarir, Abu Syeikh, Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas. Dari jalur ath Thabarani, Ibnu Mardawaih dari Ammar bin Yasin. Dari jalur Abu Syeikh dan ath Thabarani dari Ali as. Dari jalur Ibnu Abi Hatim, Abu Syeikh, dan Ibnu ‘Asâkir dari Salamah bin Kuhail. Dan jalur Ibnu Jarir dari Mujahid, as Suddi dan Uthah bin Hakim. Dan dari jalur ath Thabrani, Ibnu Mardawaih dan Abu Nu’aim dari Abu Rafi’. Dan dalam kitab Lubâb an Nuqûh-nya hal. 93 dari jalur-jalur yang telah lewat, kemudian ia berkata, ”Dan ini adalah bukti-bukti yang saling mendukung”. Dan dalam kitab Jam’u al-Jawami’-nya hal. 391 dari jalur al Khatib dari Ibnu Abbas dan hal. 405 dari jalur Abu Syeikh dan Ibnu Mardawaih dari Ali as. Dalam kitab Iklîl-nya hal. 93, ia mengutip komentar Ibnu al Furs bahwa (1) ayat itu menunjukkan bahwa gerakan yang sedikit dalam shalat tidak membatalkannya dan (2) shadaqah sunnah juga disebut zakat, karena sebab turunnya ayat ini berkaitan dengan sedekah Imam Ali as. kepada seorang pengemis ketika beliau dalam keadaan ruku’.

Dusta Ibnu Taymiah Yang Memalukan!

Setelah Anda ketahui bersama dan juga dalam uraian panjang dan penuh data dalam artikel kami : Ayat Turun Untuk Imam Ali as. adalah Palsu!! … datanglah Ibnu Taymiah mengatakan dengan tanpa rasa tanggung jawab agama dan etika bahwa seluruh hadis/riwayat tentang asbâb turunnya ayat itu untuk Imam Ali adalah kepalsuan belaka! Hanya para kadzâbûn/para pendusta yang memalsu-malsu dongeng itu!

Perhatikan kepalsuan Ibnu Taymiah ini! Ia berkata:

Minhaj_2_30_1_crop

وَقَدْ وَضَعَ بَعْضُ الكَذَّابِيْنَ حَدِيْثًا مُفْتَرًى: أَنَّ هذه الآيَةَ نَزَلَتْ فِيْ عليٍّ لَمَّا تَصَدَّقَ بِخاتَمِهِ في الصلاةِ، و هذا كِذْبٌ بِإِجماعِ أهِلِ العِلْمِ بالنقْلِ، كِذْبَهُ بيِّنٌ مِنْ وُجوهٍ كَثِيْرَةٍ.

“Para pembohong telah memalsukan hadis buatan bahwa ayat انما وليكم الله …” turun untuk Ali ketika ia mensedekahkan cincinnya dalam shalat, itu adalah bohong/palsu berdasarkan kesepakatan para ulama dan Ahli Hadis, dan kebohongannya telah tampak dari banyak sisi.”

[perhatikan scan no. 1 diatas -dari kitab Ibnu Taymiah-] [1]

*

Dalam kesempatan lain ia juga memuntahkan luapan kebenciannya kepada Imam Ali as. dengan mengarang dusta dan kebohongan, sebagai berikut:



Minhaj_7_11_2_crop

قولُهُ: قَدْ أجْمَعَوا أنَّها نزَلَتْ فيِ علِيٍّ مِنْ أَعْظَمِ الدَعاوِيْ الكاذِبَةِ، بَلْ أَجْمَعَ أهْلُ العلْمِ بالنقْلِ على أنَّها لَمْ تَنْزِلْ في علِيٍّ بخُصُوصِهِ، أنَّ عليًّا لِمْ يَتَصدَقْ بِخاتَمِهِ في الصلاةِ، و أجمَعَ أهْلُ العلْم بالحديثِ على أنَّ القصَّةَ الْمروِيَّةَ في ذلِكَ مِن الكذبِ الموضوعِ….

“Ucapannya bahwa ayat ini telah disepakati turun untuk Ali adalah paling dustanya pengakuan. Bahkan para ulama ahli hadis telah bersepakat bahwa ia tidak khusus turun untuk Ali, dan Ali tidak mensedekahkan cincinnya. Para ulama ahli hadis telah bersepakat bahwa kisah yang diriwayatkan tentang masalah itu adalah kobohongan dan palsu….”

[Perhatikan scan no. 2 dari -kitab Ibnu Taymiah-] [2]

*

Siapa Si Pendusta Yang Sok Bicara Itu?

Setelah Anda saksikan dengan mata kepala Anda sendiri bagaimana Ibnu Taymiah –imam dan pujaan kaum Wahhabi dan penyanjung pohon terkutuk- berbohong atas nama agama .. atas nama ilmu pengetahuan… atas nama ijma’ dan kesepakatan para ulama ahli hadis dll. Sementara itu antara klaim palsunya dan sikap para ulama ahli hadis seperti jauhnya antara langit dan bumi dan berlawanan arah bagaikan timur dan barat!!

Setelah itu semua masihkah Anda menanti darinya kejujuran… obyektifitas dalam bersikap terhadap Imam Ali as.?!

Mengapakah setiap kali ia menyandarkan kepalsuannya yang menipu itu kepada ijma dan kesepakatan ulama, ia tidak pernah menyebutkan pernyataan dan penegasan mereka?! Atau bahkan sekedar menyebutkan nama-nama mereka?! Atau kalau sulit baginya hal demikian, mengapa ia tidak menyebutkan barang satu saja nama ulama yang sependapat dengannya dalam klaim palsu menipu penuh racun itu?!

Mengapa ia tidak pernah memaksa diri untuk menyebutkan nama-nama mereka?!

Bukankah puluhan nama ulama dan ahli hadis serta ahli tafsir yang meriwayatkannya bukan ulama di mata Ibnu Taymiah? Lalu siapakah ulama yang menurutnya jika mereka semua bukan ulama?!

Jika riwayat itu hanya diproduksi oleh para pembohong besar, lalu apa yang ia maksud dengan para pembohong besar itu adalah para ulama kepercayaan Ahlusunnah tersebut?

Papatah berkata: Guru kencing berdiri, murid kencing berlari…. Jika kaum Wahhabi menjadikan Ibnu Taymiah -pemuja pohon terkutuk- sebagai panutan mereka maka janganlah Anda heran apabila mereka juga gemar memalsu dan menipu seperti yang di-uswah-kan oleh “Syaikhul Islam”-nya para penyembah hawa nafsu.



[1] Minhâj as Sunnah, Jilid 2, hal. 30 cetakan Saudi Arabia (sesuai scan diatas) atau 1/155. Cet. Dar al Kotob al Ilmiah, seperti dalam pengumuman kami.

 

[2] Minhaj as Sunnah, Jilid 7. hal. 11. Cetakan saudi Arabia (sesuai scan diatas) atau 4/4. Cet. Dar al Kotob al Ilmiah, seperti dalam pengumuman kami.


28 Komentar

  1. Muhammad AlBaqir mengatakan:

    Ayat Wilayah , mengenai tafsirnya silahkan lihat Tafsir Al Baghawi Ma’alim AtTanzil bahwa ;
    Ketika Imam AlBaqir Alaihi Salam menyebutkan ayat tersebut beliau berkata ; “Ayat ini turun berkenaan dengan para Sahabat rasululloh..”, maka ada yang berkata ; “Wahai Imam, mereka mengira ayat itu turun untuk ‘Ali ?”, maka beliau berkata ;
    “‘Ali termasuk dari mereka!!!”

    Kami Menjawab:
    Terima kasih atas informasinya… tapi tolong sebutkan bukti-buktinya bahwa tafsir itu benar-benar telah dikatakan oleh Imam Muhammad al Baqir! Sebab betapa sering kepalsuan di atas-namakan beliua…
    Jadi tolong bawakan buktinya agar kita semua dapat percaya.
    Selain itu, kami perlu dengar komentar saudara tentang sikap Ibnu Taymiah di atas.

  2. SYUKRI mengatakan:

    @albaqir dan admin

    admin berkata:

    kami perlu dengar komentar saudara tentang sikap Ibnu Taymiah di atas.

    saya yakin masbaqir dan all wahabiyyun TIDAK AKAN DAPAT MEMBELA DAN MENUTUPI KEBOHONGAN IMAM MEREKA -IBNU TAYMIAH- YANG SUDAH JELAS KEBOHONGANNYA SETERANG MATAHARI DI SIANG BOLONG…!

    bener kan mas baqir? makanya anda tidak menanggapi artikel diatas tapi menulis yang tdk ada hubungannya sama sekali dg topik diatas.

    sebaiknya anda cari imam lain yang masih banyak dikalangan ahlussunnah jangan bertaklid kepada imam penipu dan suka bohong seperti diatas mas baqir !

    terimakasih kepada admin yang telah membongkar kepalsuan dan kebohongan ibnu taymiah !

  3. Muhammad AlBaqir mengatakan:

    Alhamdulillah, allohumma shalli ala muhammad wa ala alihi al aththar, anda dapat melihat dalam kitabnya Imam Ahlu Sunah MuhyiyusSunnah AlBaghawi dalam kitab tafsirnya Maalim AtTanzil dlam tafsiran ayat wilayah ini, lihat pula biografi Imam Muhammad AlBaqir dalam Siyar A’lamin Nubala’ karya Imam Syamsuddin AdzDzhahabi AsSunni dalam kumpulan Tabi’in generasi pertama, bahkan biografi para Imam kita Alaihim Salam sampai Imam Musa AlKadzhim Alahai Salam disebutkan oleh beliau.
    Imam Ibnu Taimiyah hanya menukil apa yang memang menjadi penafsiran para Imam dan ulama terdahulu, anda dapat membuka kitab-kitb Tafsir Ahlu Sunnah semacam Tafsir Ibnu Katsir , Tafsir AlBaghawi, dan lainnya. Mungkin akan jauh berbeda dengan apa yang kita temui pada Tafsir Nur Tsaqalain atau Tafsir AlQummi, di tafsiran sunni bhwa ayat ini turun berkenaan dengan Ubadah Ibn Shamit Rhadiallohu anhu, kan tetapi di tafsiran kita justru berkenan dengan Wilayah AmirulMu’inin Alaihi Salam, saya juga ingin bertanya – dengan hormat – kepada penulis blog ini, mengapa anda masih saja memakai penafsiran Syajarah mal’unah ( pohon terkutuk ) bagi Bani Umayyah yang mana Umar Ibn AbdulAziz Rhadiyallohu anhu adalah seorng Umawi yang telah menghentikan caci maki atas diri AhlulBait? Bukankah Utsman Rhadiyallohu anhu adalah seorng Umawi namun Rasululloh Shallallahu alaihi wasallam menikahkan beliau dengan kedua putrinya Alaihima AsSalam? Anda dapat menanyakan masalah Imam AlBaqir Alaihi Salam kepada para ustadz Wahabi, anda takkan menemukan mereka mencelanya, bahkan sepengetahuan saya ada sekolah tinggi Wahabi di Surabaya namanya Ali Ibn Abi Thalib, padahal disana kitab2 Ibnu Taimiyah adalah referensi utama. Apakah mereka kencing berlari dengan menamakan hauzah mereka dengan nama Imam pertama kita? Semoga Imam Mahdi Ajjallallohu farajahu AsSahib AzZaman segera muncul. Amin…

  4. cari ilmu mengatakan:

    @M. Albaqir

    komen anda sepertinya anda ini cukup banyak juga referensinya, cuma sayang komen anda berputar-putar dan tak menanggapi artikel diatas. kalo boleh saya may nanya tolong di jawab dan dikasi tahu ya:

    1. apakah menurut anda IBNU TAYMIAH BERBOHONG DALAM KASUS DIATAS IYA ATAU TIDAK?
    kalo tidak mana buktti anda.

    kalo anda tidak dapat menjawab berrati ibnu taymiah memang benar tukang bohong. kalo ulama tukang bohong dan tidak amanah seperti itu, apa kita masih akan mengikutinya?

    jangan silau dengan gelar yang dipasang didepan namanya….! katanya wahabi itu tidak taqlid, tapi prakteknya taqlid buta terhadap ulamanya..

    oke jawaban anda tentang artikel ibin taymiah tukang bihing atau tidak saya nanti…

    masak sampai hari ini belum saya temui satu wahabipun yang membela imamnya dalam kasus diatas.

  5. ABDURROHMAN mengatakan:

    yang bikin web ini “LEBAY”
    intelektual sekarang cuma pandai mencari kelemahan orang..

  6. hadjier mengatakan:

    TO ABDURROHMAN
    ‘LEBAY” Gimana bung?????
    blog ini bukan mencari kelemahan tapi mencari kebenaran bung.
    agar kita semua tahu mana yang benar dan mana yang salah

  7. sulaiman mengatakan:

    siksa di neraka yang paling dasar apabila di telapak kaki diatas bara neraka, hingga otaknya dapat menggelegak. orang yang berdusta dalam agama ini, orng yang memusuhi orang2 yang berpegang teguh kpd Al Qur’an dan As Sunnah baru akan merasakan akibat ucapanya. maka bertaubatlah segera.

    • sanjaya mengatakan:

      @sulaiman

      siksa di neraka yang paling dasar apabila di telapak kaki diatas bara neraka, hingga otaknya dapat menggelegak. orang yang berdusta dalam agama ini, orng yang memusuhi orang2 yang berpegang teguh kpd Al Qur’an dan As Sunnah baru akan merasakan akibat ucapanya. maka bertaubatlah segera.

      diantaranya seperti ibnu taymiah ya, yang suka berbohong atas nama agama? betulkan !!

  8. sulaiman mengatakan:

    anda sebelum menyesal bertaubatlah…bertaubatlah…bertaubatlah.

  9. Muhammad AlBaqir mengatakan:

    Alhamdulillah Allohumma shalli ala muhammad wa ala alihi…anda tak perlu memint kaum wahabi membela. Saya telah mendapat sebuah buku berjudul Astaghfirullah Ulama Difitnah, anda kan tahu metode apa yang telah digunakan Ibnu taimiyah tatkala menulis MinhajusSunnah ini………semoga kalian dibimbing Alloh menuju jalan terang yang dilalui Imam Ali…..

    • mu'in mengatakan:

      @Muhammad AlBaqir,

      mas baqir kalo sampean sdh membaca dan memahami isi kitab minhajussunnah mbok bagi2 dong hasil kajian sampean tolong bantah tulisan diatas… jadi sampean tidak seperti tong kosong nyaring bunyi.. alis “gelundung tok” kata orang jawa !!

  10. Zainal Abidin mengatakan:

    Salam tuk semuanya. Kawn berbicara agama seharusnya hati-hati donkh….
    Buat temanku al baqir, dari pada muter-muter kan lebih enak kalau jantan jawab aja pertanyaan
    cari ilmu, di/pada Maret 9th, 2009 pada 11:12 am! Apa bener Ibnu Tamia berbohong seperti yang dituduhkan admin? GITU AJA KOK REPOT!!!

    • sanjaya mengatakan:

      @Zainal Abidin,

      Apa bener Ibnu Tamia berbohong seperti yang dituduhkan admin? GITU AJA KOK REPOT!!!

      tulisan diatas jelas ada scan nya mas, tugas anda kalo masih tidak percaya, beli aja bukunya dan buktikan kebenaran tulisan diatas…. kalo masih dak faham… suruh ustad dan masyaikh-masyaik anda untuk membantah tulisan diatas.. saya jamin mereka tidak akan membela KEBOHONGAN ibnu taymiah yang dipuja para wahabi dan salafy bagaikan nabi yang maksum..

      gitu aja kok repot..

      salut buat pemilik blog ini yang membongkar kepalsuan dan kebohongan ibnu taymiah yang terlanjur dipuja para mukallid butanya !

  11. aboe anas mengatakan:

    “Dan siapa diantara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya adzab yang besar.” [QS. An-Nuur : 11].

  12. antonwow mengatakan:

    menurut saya seburuk apapun itu ibnu taimiyah di mata anda lebih buruk dan hina lagi antum yang menerbitkan artikel ini. walaupun begitu beliau (ibnu taimiyah) mempunyai kontribusi yang besar dalam islam sedangkan anda, apa kontribusi anda dalam islam anda hanya membuat orang berpecah belah saja. anda ini hanya membahas kesalahan saja tapi tidak membahas masalah dasar-dasar islam yang nanti akan ketahuan mana yang benar dan mana yang salah.
    seandainya anda mau belajar pokok-pokok agama islam anda akan menangis dan bertaubat karena tulisan yang anda buat.

  13. baheya mengatakan:

    SYI’AH VS WAHABI ???

  14. sanjaya mengatakan:

    @antonwow

    seharusnya anda bersukur dengan hadirnya blog ini yang membongkar KEBOHONGAN seseorang yang dipuja setinggi langit dengan gelar “syaikhul Islam” eh ternya TIDAK AMANAT, MEMALSU AGAMA DAN BERDUSTA ATAS NAMA AGAMA, bahkan menghina seorang sahabat besar Ali bin Abi Thalib ra.

    tulisan diatas sangat ilmiah karena disertakan scan dari buku ibnu taymiah jadi tidak berbohong seperti ibnu taymiah, maka sebaiknya anda menjawab dengan ilmiah juga.

    sepertinya cinta buta anda kepada ibnu taymiah membuat hati dan akal anda buta….. nasehat saya jangan ghulu kepada ulama karena mereka tidak maksum seperti para nabi as.

  15. Muhammad AlBaqir mengatakan:

    Alhamdulillah, allohumma shalli ‘ala Muhammad wa ala aali Muhammad…
    @syukri
    ; Saya menghormati saran anda…, namun selama itu bukan ‘ulama dari kalangan pendukung AhlulBait, maka akan terus dihina dalam blog ini…Saya menulis tafsir itu hanyalah sebagai informasi tambahan dari Ma’alim atTanzilnya Imam alBaghawi… Saya tidak bertaqlid kepada Imam Taqiyuddin Ibn Taimiyah, jika beliau benar maka begitulah adanya, namun apabila beliau salah, maka beliau bukan alma’shum…..
    @cari ilmu
    ; Semoga anda mendapatkan ilmu syar’i yang anda cari….karenanyalah wahai akhi…saya dalam komentar kedua menyarankan anda semua membaca buku edisi Indonesia berjudul Astaghfirullah Ulama Difitnah terbitan Multazam, kalau anda menganggap itu buku wahabi dan enggan membacanya..maka abaikanlah..karena kaum wahabi-pun memandang sama terhadap blog ini…
    @mu’in
    ; Apakah saya harus menjabarkan dalam blog ini? Ya akhi, dalam blog ini telah berkomentar berbagai macam orang dengan seribu satu macam tanggapan dan sikap, didasari atas tingkat keilmuan dan pemahamannya…karenanya saya menyarankan agar antum membaca buku yang saya sarankan karena memuat keterangan untuk apa dan bagaimana metode Ibn Taimiyah menulis Minhaj ini dalam rangka membantah tulisan Allamah Muthahhar alHilli, tidak mungkin dalam Tuhfatul Iraqiyyah beliau mengemukakan poin mencintai AhlulBait dapat melembutkan hati sementara dalam alMinhaj beliau menulisnya untuk maksud mencela Imam Ali Alaihi salam…
    Saya harap antum mau membacanya…

  16. Khomeni mengatakan:

    Blog ini BUKAN mencari KEBENARAN….TAPI mencari AIB!
    Mencari KORENG! yang BAU-BAU dicari!

    semoga kelak Allah SWT yg akan membuka aib pemilik koreng/blog ini kelak

  17. ghalib mengatakan:

    Wahai ikhwani, saudaraku seiman….
    jujur saja kami katakan bahwa saya jadi tidak mengerti dendam apa yang sebenarnya ada di hati Ibnu Taimiyah ini kepada Sayyinanl Imam Ali ra. sampai-sampai ia begitu aneh sikapnya; selalu berani membohongkan banyak keutamaan shahihah beliau ra.?
    Dan yang saya jadi heran lagi, ialah mengapa kaum Salafiyah (yang mengimamkan Ibnu Taimiyah) tidak ada yang berkokok (eh maaf: bersuara maksudnya) di sini… tidak ada yang membantah tulisan-tulian saudara admin kita ini…. Saya mulai mengerti, karena memang tulisan2 di sini bermutu secara ilmiah dan pasti tak terbantahkan melainkan hanya oleh ocehan dan luapan emosi yang dikemas dalam kata-kata caci maki….
    Saya benar2 ingin ada dari kalian wai salafiyah yang menajwab dan mebantahnya!!!! Biar semua menyaksikan kehandalan dalil kalian!!!
    baik, kita tunggu aja!
    Setuju???????????????????

  18. OEDIX mengatakan:

    Ane setuju banget sm akhi Ghalib..mereka memang diajarkan bukan utk jadi orang yg berfikir tp diajarkan utk menjadi robot yg tdk perlu berpkir..jalan aja sesuai kemauan yg mengemudikan mereka..dan pengemudinya adalah pasti pembenci Ahlul Bait Nabi..

  19. Abu Fairuz mengatakan:

    Assalaamu’alaykum wa rohmatullohi wa barokaatuh…

    Semoga Alloh Jalla wa ‘Alaa selalu melimpahkan rahmat-Nya untuk kita semua dan sholawat serta salam selalu terlimpahkan kepada Rosul-Nya ‘alayhis sholaatu wa sallam, keluarganya, sahabat-sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik dan benar hingga hari pembalasan…

    Ana ingin sharing dengan antum semua,

    Diriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamit r.a. berkata, “Rasulullah ‘shollallohu ‘alayhi wa sallam. bersabda, ‘Tidak termasuk ummatku siapa yang tidak menghormati orang yang lebih tua darinya, tidak menyayangi orang yang lebih muda darinya dan tidak mengenal hak-hak alim ulama’,” (Hasan, HR Ahmad [V/323]).

    Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Busr r.a. berkata, “Sungguh aku telah mendengar sebuah hadits sejak dahulu, yakni, ‘Jika engkau berada dalam satu kelompok berjumlah dua puluh orang, kurang ataupun lebih dari jumlah tersebut, lalu engkau periksa wajah-wajah mereka dan tidak engkau lihat ada seorang pun di antara mereka yang ditakuti karena Allah, maka ketahuilah bahwa agama ini telah rusak,” (Hasan, HR Ahmad [IV/188]).

    Kandungan Bab:

    1. Wajib hukumnya mengenal hak alim ulama, menghormati, dan meninggikan kedudukan mereka. Sebab itu merupakan hak ilmu, yaitu mengenal kedudukannya yang telah ditinggikan oleh Allah ‘Azza wa Jalla.

    Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat,” (Al-Mujaadilah: 11).

    Al-‘Allamah Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata dalam kitab Miftaah Daaris Sa’aadah (I/85) sebagai berikut, “Allah ‘Azza wa Jalla telah mengabarkannya tentang kenaikan derajat dalam kitab-Nya pada empat tempat:

    1. Firman Allah ‘Azza wa Jalla di atas tadi.

    2. Firman Allah ‘Azza wa Jalla, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabb-lah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabb-nya dan ampunan serta rizki (nikmat) yang mulia,” (Al-Anfaal: 2-4).

    3. Firman Allah ‘Azza wa Jalla, “Dan barangsiapa datang kepada Rabb-nya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal shalih, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),” (Thaahaa: 75).

    4.Firman Allah ‘Azza wa Jalla, “Dan Allah menjanjikan pahala yang baik (Surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat,” (An-Nisaa’: 95-96).

    Itulah empat tempat tentang kenaikan derajat. ‘Tiga di antaranya kenaikan derajat bagi ahli iman, yaitu kenaikan derajat dengan ilmu yang berguna dan amal shalih. Dan yang keempat adalah kenaikan derajat dengan jihad. Kesimpulannya, seluruh kenaikan derajat itu sebabnya terpulang kepada ilmu dan jihad. Sebab keduanya merupakan pilar dinul Islam.

    2. Al-Hafizh Ibnu ‘Asakir rhm dalam kitab Tabyiinu Kadzbil Mufari (halaman 29-30) berkata, “Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa daging para ulama itu beracun.”

    Pembongkaran aib orang-orang yang melecehkan ulama adalah ketetapan Allah yang sudah pasti. Karena memfitnah mereka dengan sesuatu fitnahan yang mereka terbebas darinya merupakan perkara besar. Menjatuhkan kehormatan mereka dengan kedustaan dan fitnah merupakan perbuatan yang sangat tercela. Mengada-adakan dusta atas nama orang yang Allah ‘Azza wa Jalla pilih untuk mengemban ilmu (ulama) merupakan akhlak yang tidak terpuji. Meneladani ucapan orang-orang yang telah Allah ‘Azza wa Jalla puji, yakni ucapan istighfar untuk orang-orang yang telah mendahului, merupakan sifat yang mulia. Allah ‘Azza wa Jalla telah memuji mereka dalam kitab-Nya, Dia-lah Yang Mahamengetahui mana akhlak yang mulia dan mana akhlak yang tercela, “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo’a: ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Mahapenyantun lagi Mahapenyayang,” (Al-Hasyr: 10).

    Melanggar apa yang dilarang Nabi ‘shollallohu ‘alayhi wa sallam. yakni menggunjing ulama dan mencaci orang yang sudah mati merupakan masalah besar. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih,” (An-Nuur: 63).

    Yaa akhy fillaah… ana menghormati antum semua karena Alloh, ana mencoba bersikap kepada Imam Ibnu Taimiyyah, sebagaimana salah satu Imam besar ahli tafsir kita al-Hafidz Ibnu Katsir ad-Dimasyqiy rohimahulloh bersikap kepada gurunya tersebut, beliau sangat mengormati para ulama, termasuk gurunya Muhammad bin Abi Bakr atau yang lebih dikenal Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah yang merupakan murid dari seorang ulama yang sedang kita bicarakan ini. Berikut ini kutipannya, Berkata Ibnu Katsir:

    ” Dan perkara paling kecil yang beliau akan lakukan apabila mendengar
    sesuatu (ilmu) adalah beliau akan menghafalnya dan kemudian beliau akan
    mengkaji perkara itu. Ibnu Taimiyyah adalah seorang yang sangat pintar
    dan kuat hafalannya. Dia telah menjadi imam tafsir dan segala yang
    berkaitan dengannya. Dia juga sangat ‘alim dalam Ilmu Fiqh. Dan
    beliau lebih alim dalam fiqh sebuah madzhab daripada pengikut-pengikut madzhab tersebut , baik di zaman beliau maupun yang bukan di zaman
    beliau. Beliau adalah alim dalam perkara ‘ushul dan furuq, dalam
    perkara nahwu, lughah dan segala ilmu yang ada. Dan tidak ada seorang alim pun
    yang berdialog dengan Ibnu Taimiyyah melainkan seorang alim itu
    akan merasakan bahwa beliau [Ibnu Taimiyyah ] adalah seorang yang alim dalam bidang itu.
    Berkenaan dengan ilmu Hadits, beliau adalah pembawa bendera Ilmu
    Hadits, seorang Hafizh, mampu untuk membedakan mana yang kuat
    dan mana yang lemah dan sangat mengetahui tentang para perawi.
    [‘al-Bidaayah wan-Nihaayah’ (14/118-119)]

    Semoga kita selalu dalam ukhuwwah islamiyyah, aaamiin

  20. Abe Al-Arisy mengatakan:

    Assalam alaikum,

    Sekali pun demikian, tetap saja penulis blog ini&bahkan guru2 dia ngga akan pernah bisa disandingkan dengan Beliau(Ibnu Taymiyyah),
    Hanya fikiran egoisme sang penulis saja lah sehingga Ummat Islam saling bersu’udzon.
    KALIAN BUKAN APA2…
    KALIAN NGGA PUNYA HAK TUK BERFIKIR BURUK TENTANG BELIAU(SYEIKH IBNU TAYMIYYAH)…
    YANG SALAH BUKAN BELIAU…
    TETAPI OTAK2 KALIAN…
    YANG MERUSAK ITU BUKAN AQIDAH BELIAU…
    TAPI KEPICIKAN&KEKERDILAN FIKIRAN KALIAN…

    Dibelakang saya InsyaAllah ada 300 org Mujahidin yg akan membela kebnaran & menghancurkan Kebatilan.
    Termasuk Memfitnah…………………………………………………….
    SADARLAH WAHAI ORANG YANG SOMBONG!!!!
    Wassalam

  21. pesuluk mengatakan:

    Sikap yang benar adalah memberi sanggahan atas tulisan yang punya blog ini dengan menggunakan metode yang sama. Pakai referensi dan hujjah aqliyah.

    Dengan demikian semua yang baca dapat mengambil manfaat. Penulis telah mengeluarkan pernyataan dengan alasan-alasannya.

    Tapi kok jawabannya malah aneh-aneh…. g nyambung. Dengan demikian menambah keyakinan bahwa para pengikut Ibn Taimiyah….. mereka tidak tahu… kalau ulama idolanya itu adalah pembohong, sesat dan menyesatkan.

  22. Tony mengatakan:

    @pesuluk..

    Setuju…

  23. islamstreamers mengatakan:

    Syi’ah…yg pembohong…[taqiyyah]…dah byk kebohongn….^_^
    -bosan dah sama syi’ah..[taqiyyah]….~_~
    -malng teriak maling~_~
    -klu syi’ah yg mncaci para shahbat radhiyallahu ‘anhum…ga dikomntari ya oleh kaum syi’ah…giliran sprti ini…uih..!! langsung angkat ….& berkoar2…fulan mnghina Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu..!!& fulan berdusta,ga Amanah,,de el el….trnyata merka [Syi’ah]g pendusta!!!

  24. Hasan Al-Bashri mengatakan:

    Rupanya mereka sudh mulai nampakkan kedoknya,…udh muali main ancam2 pake kekuatan fisik,…jangan lupa peristiwa pendahulu mereka membantai banyak ulama sunni,…demi mempertehankan pendapat mereka dg egonya bukan dengan dalil ilmiyyah,…

  25. SYIAH ISLAM? mengatakan:

    GUA BACA DALIL-DALIL COUNTER ATTACT YANG DIGUNAKAN OLEH SI FANATIK SYIAH DI ATAS ADALAH AL-QURAN.. POSITIFNYA … ALHAMDULILLAH TERNYATA SYIAHNYA ANDA MASIH ISLAM (mudah-mudahan)

    LAIN CERITANYA KALAU SI FANATIK SYIAH INI TERNYATA TAQIYAH.. DI HATINYA MEYAKINI KALAU AL-QURAN ADALAH PALSU… DI KITAB ALKAFINYA SYIAH BUKANYA BEGITU YAA ??

    JADI LAIN CERITANYA KALAU BEGITU, ARGUMENTASI ALI RA SANGAT-SANGAT MULIA DILANDASKAN KEPADA MEMAIN-MAINKAN AL-QURAN YANG DIYAKINI PALSU.. HANYA UNTUK MEREKRUT SEBANYAK-BANYAK PENGANUT AHLU SUNNAH MENJADI SYIAH..

    ASTAGHFIRULLAH..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Negara Tamu

%d blogger menyukai ini: