Beranda » Imam Ali ra. » Ibnu Taymiah: Imam Ali as. Butuh Kepada Ilmu Abu Bakar, Sementara Abu Bakar Tidak Butuh Ilmu Ali!

Ibnu Taymiah: Imam Ali as. Butuh Kepada Ilmu Abu Bakar, Sementara Abu Bakar Tidak Butuh Ilmu Ali!

Imam Ali as. Butuh Kepada Ilmu Abubakar ra, Sementara Abubakar Tidak Butuh Ilmu Ali!Dalam banyak kesempatan Ibnu Taymiah mengulang-ulang ucapannya bahwa Imam Ali membutuhkan ilmu Abu Bakar sementara Abu Bakar tidak membuthkan ilmu Imam Ali as. dan hal itu, kata Ibnu Taymiah adalah berita ma’ruf (terkenal).

Ibnu Taymiah berkata:

فَعَلِيٌُّ تعَلَّمَ مِن أبي بكرٍ بعْضَ السُنَنِ، و أبو بكر لم يتَعَلَّمْ مِن علِيٍّ شَيْئًا.“Ali bejalar dari Abu Bakar sebagian sunah (tuntunan agama), sementara Abu Bakar tidak pernah belajar dari Ali barang sedikitpun.” [1]

Yang ia maksud dengan sebagian sunah adalah tuntunan Salat Taubah, seperti ia sebutkan dalam kesempatan lain, “Adapun Abu Bakar, tidak pernah dinukil dari seorangpun bahwa ia telah mengambil faidah (ilmu) dari Ali barang sedikitpun. Dan yang telah dinukl bahwa Ali-lah yang telah mengambil faidah (ilmu) dari Abu Bakar, seperti hadis (tentang) Salat Taubah dan lainnya.” [2]

Di sini ia menambahkan kata-kata dan lainnya, tetapi ia tidak menjelaskan apa itu?

Dalam tempat lain ia menuliskan, “Yang ma’rûf bahwa Ali telah mengambil ilmu dari Abu Bakar, seperti yang terdapat dalam Sunan dari Ali, ia berkata, ‘Aku, jika mendengar langsung dari Nabi sebuah hadis, Allah memberikan manfaat untukku dengan apa yang hendak Dia berikan. Dan jika ada yang menyampaikan hadis kepadaku, aku memintanya bersumpah, jika ia bersumpah aku percayai dia. Dan Abu Bakar menyampaikan hadis kepadaku ia jujur. Ia berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda, “Tiada seorang hamba mukmin berbuat dosa lalu ia bersesuci dengan baik kemudian salat, lalu memohon ampun kepada Alah, melainkan Allah akan mengampuninya.” [3]

Dalam tempat lain ia mengatakan, “Ali dan sahabat-sahabat lain meriwayatkan dari Abu Bakar, seperti dalam Sunan Ali berkata, “‘Aku, jika mendengar… “[4] kemudian ia menyebutkan riwayat yang telah dikutip di atas.

Itulah yang dimaksud dengan hadis Salat Taubah dalam Sunan yang diriwayatkannya dari Abu Bakar. Dan karena kejujuran Abu Bakar, Imam Ali as. tidak memintanya bersumpah akan kebenaran sabda tersebut!!

Dalam tempat lain Ibnu Taymiah semakin mengeneralisir kepengikutan dan tapak tilas Imam Ali as. kepada jejek Abu Bakar, ia berkata:

علِيٌُّ قد رَوَى عَنْهُ وَ احْتَذَى حَذْوَهُ وَ اقتدى بسيرَنَهِ.

“Dan Ali telah meriwayatkan darinya (Abu Bakar) dan mengikuti jejaknya serta meniru.bersuri teladan dengan sirah (jalan hidup)nya.” [5]Inilah pernyataan Ibnu Taymiah tentang kebutuhan Imam Ali kepada ilmu Abu Bakar, dan inilah bukti yang ia ajukan untuk mendukung klaim palsunya itu.

Pelu diketahui bahwa dalam kitab-kitab hadis Ahlusunah tidak ada hadis lain yang diriwayatkan Imam Ali as. dari Abu Bakar selain hadis tentang Salat Taubah.. Dan saya tantang para penyembah pandangan-pandangan konyol Ibnu Taymiah untuk membawakan bukti lain selain riwayat di atas!

Jika demikian kenyataannya apa maksud ucapan Ibnu Taymiah seperti hadis (tentang) Salat Taubah dan lainnya?! Dan apa pula maksud Dan Ali … telah mengukuiti jejaknya (Abu Bakar) serta bersuri teladan dengan sirah (jalan hidup)nya?

Selain itu, riwayat hadis di atas hanya diriwayakan oleh seorang yang konyolnya ia tidak mempunyai riwayat lain di sepanjang kitab-kitab hadis Ahlusunah selain hadis riwayat di atas. Ia justru dikenal namanya karena meriwayatkan hadis tersebut. Al Mazzi berkata, “Asmâ’ ibn al Hakam al Fizâri –dan ada yang mengatakan al Sulami-; Abu Hassân al Kûfi. Telah meriwayatkan dari Ali ibn Thalib, “Aku, jika mendengar langsung dari nabi sebuah hadis, Allah memberikan manfaat untukku dengan apa yang hendak… “ Darinya diriwayatkan oleh Ali ibn Rabî’ah al Wâlibi.”[6]

Adz Dzahabi berkata, “Ia tidak memiliki hadis selain hadis ini.” [7]

Coba perhatikan, bagaimana Syeikhul Islam-nya kaum Wahabi yang menari-nari kegirangan setelah menemukukan bukti akurat keunggulan Abu Bakar atas Ali dalam ilmu dan karenanya ia mengambil sebagian sunan/tuntunan agama darinya!! Dan tanpa henti ia mengulang-ulangnya dan menjadikannya sesuatu yang telah ma’rûf!!

Sementara itu apabila Anda mau rajin dan sedikit meluangkan waktu, Anda pasti akan mengetahui bahwa hadis itu hanya akan berporos pada perawi bermana Utsman ibn al Mughîrah. Demikian dikatakan Ibnu Adiy dalam al Kâmil-nya.[8]

Para pakar telah banyak mendiskusikan hadsi ini, baik matan maupun sanadnya. Hadis itu telah di-munkar-kan oleh Bukhari [9] dan al ‘Uqaili [10]. Sementara itu al Mazzi berusaha membelanya dengan bantuan hadis-hadis lain yang kata Ibnu Hajar, ‘Semuanya dha’if.[11]

Adapun Utsman yang menjadi perawi pilar dalam sanad hadis tersebut telah dikatakan oleh al Uqaili sebagai munkarul hadis [12] (pembawa hadis-hadis munkar)[13]

Sementara Asmâ sendiri telah digolongkan oleh Ibnu Jarûd dalam daftar para perawi dha’if. Al Bazzâr mengatakannya sebagai majhûl (tidak dikenal identitasnya).[14]

Dari sini Anda dapat menilai siapa sejatinya Ibnu Taymiah itu dan seperti apa keadilan dan ilmu pengetahuannya…!!

Masihkah Anda menyalahkan para pembesar ulama Ahlusunah yang meminta penguasa di masanya agar menjebloskannya ke dalam penjara karena kesesatan pendapatnya?!

Anda perlu banyak tahu tentang siapa sejatinya Ibnu Taymiah itu. Oleh karenanya situs ini dibuat…

_____________________________________

[1] Minhâj as Sunnah, 4/135.

[2] Ibid. 4.161.

[3] Ibid, 3/128.

[4] Ibid. 4/137.

[5] Ibid. 4/207.

[6] Tahdzîb al Kamâl, 2/533.

[7] Mizân al I’tidâl, 1/256.

[8] Al Kâmil fi adh Dhu’afâ’, 4/85.

[9] Mizân al I’tidâl, 1/255.

[10] Tahdzîb at Tahdzib, 1/235.

[11] Ibid.

[12] Istilah munkarul hadis atau majhûl adalah istilah yang dipakai untuk mencacat seorang periwayat. Pencacatan denga kata-kata ini lebih parah dari sekedar kata-kata’ si fulan dha’if. (Baca; Hasyiah atas Syarh Matan Nukhbatul Fikar:154)

[13] Adh Dhu’afâ’ al Kabîr, darinya Tahdzîb at Tahdzib, 1/235.

[14] Tahdzib at Tahdzib,1/235.


1 Komentar

  1. aq mengatakan:

    COBA PIKIR !

    “ALI ITU DI ASUH NABI SEJAK KECIL,UDAH GEDE JADI MENANTU NABI”

    *************************
    -Jawaban Kami-

    Salam.
    Mas aq, Sayyidina Ali itu ternyata bukan sekedar menantu, tetapi lebih dari itu beliau adalah wazir dan pembela yang paling berjasa dalam perjuangan Islam. Ali adalah pintu kota ilmu Nabi, seperti dalam banyak hadis sahih (yang walaupun oleh Wahabi-wahabi didha’ifkan)! Maklum hadisnya memunji Imam Ali as.!! Coba aja memuji Mu’awiyah atau Abu Sufyan atau Amr bin Ash pasti mereka teriak bersama ini adalah hadis Sahiiiiiiiiiih! Sahiiiiiiiiiih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Negara Tamu

%d blogger menyukai ini: