<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Inilah Ibnu Taymiah</title>
	<atom:link href="http://ibnutaymiah.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Nov 2009 09:55:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Ibnu Taymiah Bukan Ahlusunnah (1) oleh dobdob</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/08/02/ibnu-taymiah-bukan-ahlusunnah-1/#comment-798</link>
		<dc:creator>dobdob</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 09:55:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/08/02/ibnu-taymiah-bukan-ahlusunnah-1/#comment-798</guid>
		<description>Alhamdulillah..... usul saya dipertimbangkan.

heheheheh.....kok ditawarkan malah menawarkan lagi. Seharusnya jika blog ini benar-benar bertujuan mencari status sebenarnya tentang ibnu Taimiyah, maka anda yang harus membuat Tema. saya tidak punya kepentingan yang lebih besar dari anda. Saya adalah Audience. Salah besar kalau anda mengira saya dalam kedudukan mutlak membela Ibnu Taimiyah. 
Saya hanya membuka sedikit celah lantaran banyaknya pujian kepada Ibnu taimiyah yang memungkinkan anda salah menilai Ibnu Taimiyah.

kalau pendapat anda ingin lebih kuat, maka mau tidak mau dua kitab serta Risalah DZahabiyah harus anda terjemahkan. dan saya ingin ada copy JPG dari dua kitab tersebut agar benar-benar terlihat Asli.
&lt;strong&gt;
Kami Menjawab:&lt;/strong&gt;
Coba Anda perhatikan dan bandingkan antara pujian yang Anda maksud dengan kecaman berdata yang disampaikan para ulama atasnya... Setelahnya baru Anda berhak bingung atau malah menjadi jelas siapa sejatinya Ibnu taymiah itu!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah&#8230;.. usul saya dipertimbangkan.</p>
<p>heheheheh&#8230;..kok ditawarkan malah menawarkan lagi. Seharusnya jika blog ini benar-benar bertujuan mencari status sebenarnya tentang ibnu Taimiyah, maka anda yang harus membuat Tema. saya tidak punya kepentingan yang lebih besar dari anda. Saya adalah Audience. Salah besar kalau anda mengira saya dalam kedudukan mutlak membela Ibnu Taimiyah.<br />
Saya hanya membuka sedikit celah lantaran banyaknya pujian kepada Ibnu taimiyah yang memungkinkan anda salah menilai Ibnu Taimiyah.</p>
<p>kalau pendapat anda ingin lebih kuat, maka mau tidak mau dua kitab serta Risalah DZahabiyah harus anda terjemahkan. dan saya ingin ada copy JPG dari dua kitab tersebut agar benar-benar terlihat Asli.<br />
<strong><br />
Kami Menjawab:</strong><br />
Coba Anda perhatikan dan bandingkan antara pujian yang Anda maksud dengan kecaman berdata yang disampaikan para ulama atasnya&#8230; Setelahnya baru Anda berhak bingung atau malah menjadi jelas siapa sejatinya Ibnu taymiah itu!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ibnu Taymiah Bukan Ahlusunnah (1) oleh dobdob</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/08/02/ibnu-taymiah-bukan-ahlusunnah-1/#comment-797</link>
		<dc:creator>dobdob</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 09:46:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/08/02/ibnu-taymiah-bukan-ahlusunnah-1/#comment-797</guid>
		<description>Alhamdulillah Saudaraku..... seperti yang saya kira, anda cukup mengetahui tentang jarh dan ta&#039;dil..termasuk juga kaidah jarh itu didahulukan atas ta&#039;dil.  
jika anda memang sudah tahu kaidah tersebut lalu mengapa anda hanya menampilkan celaan saja? 
para audience akan menganggap anda adil sebagai pihak penuduh atau yang ikut menuduh, jika anda menampilkan pujiannya juga, terutama terkait para ulama yang disinyalir memiliki 2 pendapat tentang ibnu Taimiyah. nah dari situ kita sama-sama uji orisinalitas klaim masing-masing, baik yang menuduh maupun memuji. juga masa mereka melakukan celaan dan pujian, mana yang lebih dulu.
kualitas penjarh tentunya juga harus menjadi acuan. 
Jika niatan awal blog ini untuk mencari kebenaran seputar status Ibnu Taimiyah, maka mau tidak mau pujian terhadap beliau harus ditampilkan.
lain hal jika dari awal anda memang hanya mempunya satu niatan yakni mendeskreditkan Ibnu Taimiyah.
orang berilmu seperti anda biasanya dekat dengan kebenaran, oleh karena itu berlaku adillah saudaraku.
&lt;strong&gt;
Kami Menjawab:&lt;/strong&gt;
Berbagai bukti penyimpangan akidah Ibnu taymiah, khususnya yang terkait dengan Imam ali as. telah kami tampilkan di blog ini... dan cukuplah semua itu sebagai bukti kebenaran para pencacat Ibnu Taymiah yang mencacatnya dengan pencacatan di antaranya sebagai: Zindiq, munafik, nashibi (pembenci Ahlulbait Nabi saw.) sementara para pemujinya tidak pernah mampu menolak bukti-bukti tersebut... bahkan beberapa ulama yang disinyalir membelanya juga mengakuinya. &lt;strong&gt;Ibnu Hajar misalnay juga mengakui bahwa betapa sering Ibnu Taymiah karena nafsunya menghujat Syi&#039;ah sampai-sampai menghina Imam Ali as.&lt;/strong&gt;
&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Adz Dzahabi juga melayangkan sepucuk surat mengecam Ibnu Taymiah karena penyimpangan pandangan dan keyakinannya...&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;
Jadi bukti apalagi yang diinginkan untuk dapat meyakinkan para pencari kebenaran?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah Saudaraku&#8230;.. seperti yang saya kira, anda cukup mengetahui tentang jarh dan ta&#8217;dil..termasuk juga kaidah jarh itu didahulukan atas ta&#8217;dil.<br />
jika anda memang sudah tahu kaidah tersebut lalu mengapa anda hanya menampilkan celaan saja?<br />
para audience akan menganggap anda adil sebagai pihak penuduh atau yang ikut menuduh, jika anda menampilkan pujiannya juga, terutama terkait para ulama yang disinyalir memiliki 2 pendapat tentang ibnu Taimiyah. nah dari situ kita sama-sama uji orisinalitas klaim masing-masing, baik yang menuduh maupun memuji. juga masa mereka melakukan celaan dan pujian, mana yang lebih dulu.<br />
kualitas penjarh tentunya juga harus menjadi acuan.<br />
Jika niatan awal blog ini untuk mencari kebenaran seputar status Ibnu Taimiyah, maka mau tidak mau pujian terhadap beliau harus ditampilkan.<br />
lain hal jika dari awal anda memang hanya mempunya satu niatan yakni mendeskreditkan Ibnu Taimiyah.<br />
orang berilmu seperti anda biasanya dekat dengan kebenaran, oleh karena itu berlaku adillah saudaraku.<br />
<strong><br />
Kami Menjawab:</strong><br />
Berbagai bukti penyimpangan akidah Ibnu taymiah, khususnya yang terkait dengan Imam ali as. telah kami tampilkan di blog ini&#8230; dan cukuplah semua itu sebagai bukti kebenaran para pencacat Ibnu Taymiah yang mencacatnya dengan pencacatan di antaranya sebagai: Zindiq, munafik, nashibi (pembenci Ahlulbait Nabi saw.) sementara para pemujinya tidak pernah mampu menolak bukti-bukti tersebut&#8230; bahkan beberapa ulama yang disinyalir membelanya juga mengakuinya. <strong>Ibnu Hajar misalnay juga mengakui bahwa betapa sering Ibnu Taymiah karena nafsunya menghujat Syi&#8217;ah sampai-sampai menghina Imam Ali as.</strong><br />
<strong></strong><strong>Adz Dzahabi juga melayangkan sepucuk surat mengecam Ibnu Taymiah karena penyimpangan pandangan dan keyakinannya&#8230;</strong><br />
Jadi bukti apalagi yang diinginkan untuk dapat meyakinkan para pencari kebenaran?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sahabat Anshor di Mata Ibnu Taymiah oleh Bhikkhu Dhammaraja</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2009/11/22/sahabat-anshor-di-mata-ibnu-taymiah/#comment-796</link>
		<dc:creator>Bhikkhu Dhammaraja</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 14:37:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=368#comment-796</guid>
		<description>anshor ataupun tidak, yang penmting satu dalam islam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>anshor ataupun tidak, yang penmting satu dalam islam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ibnu Taymiah Bukan Ahlusunnah (1) oleh dobdob</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/08/02/ibnu-taymiah-bukan-ahlusunnah-1/#comment-795</link>
		<dc:creator>dobdob</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:42:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/08/02/ibnu-taymiah-bukan-ahlusunnah-1/#comment-795</guid>
		<description>usulan nih buat pemilik blog.... Ibnu Taimiyah kan tema sentral dalam blog ini. bagaimana klo ente terjemahkan biografi ibnu Taimiyah secara saklek dari 2 kitab.
pertama dari Durarul kaminah dan yang kedua dari Dzailut Thabaqatil Hanabilah. 

terus gini akh, kan dah mafhum dalam ushul fiqh bahwa penuduhlah yang harus menjelaskan kepada yang dituduh. jadi mohon jangan minta para pendukung Ibnu Taimiyah Untuk menjelaskan bahwa Ibnu Taimiyah tidak bersalah.

harusnya biar mantep ente membantah para Ulama yang memuji Ibnu Taimiyah. caranya ente tampilkan Pujiannya lalu ente uji orisinilitas pujian tersebut, kalau ternyata orisinil maka ente bisa mulai melakukan kritik terhadap ulama yang memuji tersebut. anda sendirikan yang menyatakan bahwa seburuk apapun Ibnu orang pasti ada yang memuji, ketika itu saya katakan siapa saja ulama yang memuji beliau. itu artinya anda mengakui

Jadi  saya punya 2 usulan nih. 
dari keikut sertaan saya selama ini, saya melihat anda belum pernah menghapus posting saya. semoga kebenaran selalu menyertai anda. dan semoga usulan saya ini dipertimbangkan.

Kami Menjawab:&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;
Akhi al Karim, saya benar-benar bahagia dengan keikut sertaan Anda dan Thalib ilm seperti Anda... Kita sama-sama mencari kebenaran dan bukan menang-menangan!!
Akhi gimana kalau Anda yang menerjemahkan biografi Ibnu Taymiah dalam kedua buku itu nanti saya muat dan saya tangapi? Dan saya usulkan juga kalau tidak keberatan terjemah juga suratnya adz Dzahabi yang menegur keras Ibnu Taymiah agar menjadi jelas sebenarnya sikap adz Dzahabi terhadapnya itu seperti apa!
dari keikut sertaan saya selama ini, saya melihat anda belum pernah menghapus posting saya. semoga 
Semoga Allah selau mebimbing kita ke Shirath Mustaqim.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>usulan nih buat pemilik blog&#8230;. Ibnu Taimiyah kan tema sentral dalam blog ini. bagaimana klo ente terjemahkan biografi ibnu Taimiyah secara saklek dari 2 kitab.<br />
pertama dari Durarul kaminah dan yang kedua dari Dzailut Thabaqatil Hanabilah. </p>
<p>terus gini akh, kan dah mafhum dalam ushul fiqh bahwa penuduhlah yang harus menjelaskan kepada yang dituduh. jadi mohon jangan minta para pendukung Ibnu Taimiyah Untuk menjelaskan bahwa Ibnu Taimiyah tidak bersalah.</p>
<p>harusnya biar mantep ente membantah para Ulama yang memuji Ibnu Taimiyah. caranya ente tampilkan Pujiannya lalu ente uji orisinilitas pujian tersebut, kalau ternyata orisinil maka ente bisa mulai melakukan kritik terhadap ulama yang memuji tersebut. anda sendirikan yang menyatakan bahwa seburuk apapun Ibnu orang pasti ada yang memuji, ketika itu saya katakan siapa saja ulama yang memuji beliau. itu artinya anda mengakui</p>
<p>Jadi  saya punya 2 usulan nih.<br />
dari keikut sertaan saya selama ini, saya melihat anda belum pernah menghapus posting saya. semoga kebenaran selalu menyertai anda. dan semoga usulan saya ini dipertimbangkan.</p>
<p>Kami Menjawab:<strong><br />
Akhi al Karim, saya benar-benar bahagia dengan keikut sertaan Anda dan Thalib ilm seperti Anda&#8230; Kita sama-sama mencari kebenaran dan bukan menang-menangan!!<br />
Akhi gimana kalau Anda yang menerjemahkan biografi Ibnu Taymiah dalam kedua buku itu nanti saya muat dan saya tangapi? Dan saya usulkan juga kalau tidak keberatan terjemah juga suratnya adz Dzahabi yang menegur keras Ibnu Taymiah agar menjadi jelas sebenarnya sikap adz Dzahabi terhadapnya itu seperti apa!<br />
dari keikut sertaan saya selama ini, saya melihat anda belum pernah menghapus posting saya. semoga<br />
Semoga Allah selau mebimbing kita ke Shirath Mustaqim.</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ibnu Taymiah Bukan Ahlusunnah (1) oleh dobdob</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/08/02/ibnu-taymiah-bukan-ahlusunnah-1/#comment-794</link>
		<dc:creator>dobdob</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:14:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/08/02/ibnu-taymiah-bukan-ahlusunnah-1/#comment-794</guid>
		<description>Akhil karim.... secara mujmal. sikap beliau sudah jelas. bahwa beliau mendahulukan Ali atas seluruh sahabat kecuali Abu bakar, Umar adn utsman. itu tidak diragukan dalam kitab beliau. 

andapun mengetahui dari dari Kitab ibnu Hajar bahwa siapa saja yang memuji beliau. begitu juga telah jelas di kitab Dzailut tabaqatil hanabilah dan juga telah jelas bahwa Az zahabi memuji beliau setelah wafatnya. oh yah kenapa anda tidak menampilkan pendapat lain dari Ibnu Hajar tentang syaikhul Islam, apakah hanya itu pendapat dari Ibnu Hajar yang anda temukan? 
saudaraku.... anda suatu hari mungkin menjadi penulis besar dan saya doakan itu. dtapi menyembunyikan ilmu bukanlah sifat dari penulis besar.

mengenai kedudukan para Ulama, maka kita sedang membahas jarh dan ta&#039;dil. kita tidak lantas menuduh Imam syafii Rafidah karena tuduhan Yahya bin Main, Atau kita tidak lantas setuju kalau dikatakan Suyuthi itu balid dengan mendasarkan pada perkataan As Sakhawi. dalam imu jarh dan ta&#039;dil yang mana seseorang dinilai posisinya hanya dari pendapat penjarh. saya sama sekali tidak mengetahuinya saudaraku.
&lt;strong&gt;
Kami Menjawab:&lt;/strong&gt;
Saudaraku yang mulia dan saya banggakan... seperti yang anda katakan sendiri bahwa membicarakan para ulama termasuk dalam rangkaian pembahasan al jarh wa at ta&#039;dil..... nah yang saya ingin tau dari anda, manakah yang lebih dikedepankan, al jarhu atau at ta&#039;dil jika terkumpul pada seorang? Apalagi si penjarh/pencacat itu melengkapinya dengan bukti dan data bukan sekedar omongan yang tidak berdasar? Lalu atas dasar kaidah itu nanti kita nilai Ibnu Taymiah!! Setuju?
Lalu mengapa kita tidak boleh mengandalkan pencacatan Yahya ibnu Main atas Imam Syafi&#039;i misalnya? Apakah Ibnu Main itu tidak dapat dipercaya keterangannya tentang Imam Syafi&#039;i? Mengapa? lalu apakah untuk ketarangannya atas orang lain apakah busa dipercaya?
Di sini kami tidak sedang menyembunyikan ketarngan.. yang kami lakukan hanyalah mebuktikan bahwa Ibnu Taymiah itu dikecam banyak lama lantaran penyimpngan akidahnya!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akhil karim&#8230;. secara mujmal. sikap beliau sudah jelas. bahwa beliau mendahulukan Ali atas seluruh sahabat kecuali Abu bakar, Umar adn utsman. itu tidak diragukan dalam kitab beliau. </p>
<p>andapun mengetahui dari dari Kitab ibnu Hajar bahwa siapa saja yang memuji beliau. begitu juga telah jelas di kitab Dzailut tabaqatil hanabilah dan juga telah jelas bahwa Az zahabi memuji beliau setelah wafatnya. oh yah kenapa anda tidak menampilkan pendapat lain dari Ibnu Hajar tentang syaikhul Islam, apakah hanya itu pendapat dari Ibnu Hajar yang anda temukan?<br />
saudaraku&#8230;. anda suatu hari mungkin menjadi penulis besar dan saya doakan itu. dtapi menyembunyikan ilmu bukanlah sifat dari penulis besar.</p>
<p>mengenai kedudukan para Ulama, maka kita sedang membahas jarh dan ta&#8217;dil. kita tidak lantas menuduh Imam syafii Rafidah karena tuduhan Yahya bin Main, Atau kita tidak lantas setuju kalau dikatakan Suyuthi itu balid dengan mendasarkan pada perkataan As Sakhawi. dalam imu jarh dan ta&#8217;dil yang mana seseorang dinilai posisinya hanya dari pendapat penjarh. saya sama sekali tidak mengetahuinya saudaraku.<br />
<strong><br />
Kami Menjawab:</strong><br />
Saudaraku yang mulia dan saya banggakan&#8230; seperti yang anda katakan sendiri bahwa membicarakan para ulama termasuk dalam rangkaian pembahasan al jarh wa at ta&#8217;dil&#8230;.. nah yang saya ingin tau dari anda, manakah yang lebih dikedepankan, al jarhu atau at ta&#8217;dil jika terkumpul pada seorang? Apalagi si penjarh/pencacat itu melengkapinya dengan bukti dan data bukan sekedar omongan yang tidak berdasar? Lalu atas dasar kaidah itu nanti kita nilai Ibnu Taymiah!! Setuju?<br />
Lalu mengapa kita tidak boleh mengandalkan pencacatan Yahya ibnu Main atas Imam Syafi&#8217;i misalnya? Apakah Ibnu Main itu tidak dapat dipercaya keterangannya tentang Imam Syafi&#8217;i? Mengapa? lalu apakah untuk ketarangannya atas orang lain apakah busa dipercaya?<br />
Di sini kami tidak sedang menyembunyikan ketarngan.. yang kami lakukan hanyalah mebuktikan bahwa Ibnu Taymiah itu dikecam banyak lama lantaran penyimpngan akidahnya!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Menjawab blog “haulasyi’ah”: Ibnu Taymiah Bukan Ahlusunnah (5) oleh ghalib</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2009/11/11/menjawab-blog-%e2%80%9chaulasyi%e2%80%99ah%e2%80%9d-ibnu-taymiah-bukan-ahlusunnah-5/#comment-793</link>
		<dc:creator>ghalib</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:40:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=236#comment-793</guid>
		<description>mas ilyas nggak apa-apa jadi orang aam terhadap kitab berbahasa arab asal logika dan akal sehat kita masih dijalankan... saya yakin mas pasti bisa membedakan antara yang haq dan bathil...
buat mas senotot... benar sekali kata mas... saya juga jadi tau siapa sebenarnya Ibnu Taimiyah yang digelari oleh pengikutnya dengan SYEIKHUL ISLAM yang saya yakin mereka juga tidak mengerti apa maknanya?
Bolg ini benar2 mengcerahkan bagi pencari kebenaran dan pataka bagi kaum pendusta dan salafiyah yang fatanik buta kepada Ibnu taimiyah.
Segoga Allah senantiasa melimpahkan kekuatasn dan bantuannya kepada suudara admin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas ilyas nggak apa-apa jadi orang aam terhadap kitab berbahasa arab asal logika dan akal sehat kita masih dijalankan&#8230; saya yakin mas pasti bisa membedakan antara yang haq dan bathil&#8230;<br />
buat mas senotot&#8230; benar sekali kata mas&#8230; saya juga jadi tau siapa sebenarnya Ibnu Taimiyah yang digelari oleh pengikutnya dengan SYEIKHUL ISLAM yang saya yakin mereka juga tidak mengerti apa maknanya?<br />
Bolg ini benar2 mengcerahkan bagi pencari kebenaran dan pataka bagi kaum pendusta dan salafiyah yang fatanik buta kepada Ibnu taimiyah.<br />
Segoga Allah senantiasa melimpahkan kekuatasn dan bantuannya kepada suudara admin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Seri Kebohongan &#8220;Syaikhul Islam&#8221; Ibnu Taymiah (1) oleh ghalib</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/12/04/seri-kebohongan-syaikhul-islam-ibnu-taymiah-1/#comment-792</link>
		<dc:creator>ghalib</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:33:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=92#comment-792</guid>
		<description>Wahai ikhwani, saudaraku seiman.... 
jujur saja kami katakan bahwa saya jadi tidak mengerti dendam apa yang sebenarnya ada di hati Ibnu Taimiyah ini kepada Sayyinanl Imam Ali ra. sampai-sampai ia begitu aneh sikapnya; selalu berani membohongkan banyak keutamaan shahihah beliau ra.?
Dan yang saya jadi heran lagi, ialah mengapa kaum Salafiyah (yang mengimamkan Ibnu Taimiyah) tidak ada yang berkokok (eh maaf: bersuara maksudnya) di sini... tidak ada yang membantah tulisan-tulian saudara admin kita ini.... Saya mulai mengerti, karena memang tulisan2 di sini bermutu secara ilmiah dan pasti tak terbantahkan melainkan hanya oleh ocehan dan luapan emosi yang dikemas dalam kata-kata caci maki....
Saya benar2 ingin ada dari kalian wai salafiyah  yang menajwab  dan mebantahnya!!!! Biar semua menyaksikan kehandalan dalil kalian!!!
baik, kita tunggu aja!
Setuju???????????????????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahai ikhwani, saudaraku seiman&#8230;.<br />
jujur saja kami katakan bahwa saya jadi tidak mengerti dendam apa yang sebenarnya ada di hati Ibnu Taimiyah ini kepada Sayyinanl Imam Ali ra. sampai-sampai ia begitu aneh sikapnya; selalu berani membohongkan banyak keutamaan shahihah beliau ra.?<br />
Dan yang saya jadi heran lagi, ialah mengapa kaum Salafiyah (yang mengimamkan Ibnu Taimiyah) tidak ada yang berkokok (eh maaf: bersuara maksudnya) di sini&#8230; tidak ada yang membantah tulisan-tulian saudara admin kita ini&#8230;. Saya mulai mengerti, karena memang tulisan2 di sini bermutu secara ilmiah dan pasti tak terbantahkan melainkan hanya oleh ocehan dan luapan emosi yang dikemas dalam kata-kata caci maki&#8230;.<br />
Saya benar2 ingin ada dari kalian wai salafiyah  yang menajwab  dan mebantahnya!!!! Biar semua menyaksikan kehandalan dalil kalian!!!<br />
baik, kita tunggu aja!<br />
Setuju???????????????????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sahabat Anshor di Mata Ibnu Taymiah oleh ghalib</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2009/11/22/sahabat-anshor-di-mata-ibnu-taymiah/#comment-791</link>
		<dc:creator>ghalib</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:26:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=368#comment-791</guid>
		<description>sungguh keterlaluan sikap membabi buta ibnu Taimiyah dalam membela akidahnya... ia benar-benar tidak lagi peduli apa itu jasa kaum Anshor... apa itu keutamaan Sayyidinal Imam Ali ra. semuanya dia hajar habis...
jadi sepertinya yang harus dilakukan kaum Muslimin dan Muslimat (wabil Khusuh kaum Wahabiyah alias pengikut Muh. bin ABdil Wahhabi dan kaum Salafiyah (yang mengaku ikut dan konsisten menapak tilasi para salaf sholeh).. yang harus mereka lakukan adalah menentukan sikap tegas kepada seorang yang benar-benar telah menghina para sahabat Anshor dan juga menhina dan menghujat Sayyidinal Imam Ali ra.!! Jangan kalau ada orang Syiah yang mereka tuduh menghina sahabat Mu&#039;awiyah langsung dikafirkan!!! Kalau menghina Mu&#039;awiyah jadi sesat lalu Ib nu Taimiyah ini mau dibilang apa ya pantasnya??!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sungguh keterlaluan sikap membabi buta ibnu Taimiyah dalam membela akidahnya&#8230; ia benar-benar tidak lagi peduli apa itu jasa kaum Anshor&#8230; apa itu keutamaan Sayyidinal Imam Ali ra. semuanya dia hajar habis&#8230;<br />
jadi sepertinya yang harus dilakukan kaum Muslimin dan Muslimat (wabil Khusuh kaum Wahabiyah alias pengikut Muh. bin ABdil Wahhabi dan kaum Salafiyah (yang mengaku ikut dan konsisten menapak tilasi para salaf sholeh).. yang harus mereka lakukan adalah menentukan sikap tegas kepada seorang yang benar-benar telah menghina para sahabat Anshor dan juga menhina dan menghujat Sayyidinal Imam Ali ra.!! Jangan kalau ada orang Syiah yang mereka tuduh menghina sahabat Mu&#8217;awiyah langsung dikafirkan!!! Kalau menghina Mu&#8217;awiyah jadi sesat lalu Ib nu Taimiyah ini mau dibilang apa ya pantasnya??!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sahabat Anshor di Mata Ibnu Taymiah oleh hawai ghalib</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2009/11/22/sahabat-anshor-di-mata-ibnu-taymiah/#comment-790</link>
		<dc:creator>hawai ghalib</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:25:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=368#comment-790</guid>
		<description>sungguh keterlaluan sikap membabi buta ibnu Taimiyah dalam membela akidahnya... ia benar-benar tidak lagi peduli apa itu jasa kaum Anshor... apa itu keutamaan Sayyidinal Imam Ali ra. semuanya dia hajar habis...
jadi sepertinya yang harus dilakukan kaum Muslimin dan Muslimat (wabil Khusuh kaum Wahabiyah alias pengikut Muh. bin ABdil Wahhabi dan kaum Salafiyah (yang mengaku ikut dan konsisten menapak tilasi para salaf sholeh).. yang harus mereka lakukan adalah menentukan sikap tegas kepada seorang yang benar-benar telah menghina para sahabat Anshor dan juga menhina dan menghujat Sayyidinal Imam Ali ra.!! Jangan kalau ada orang Syiah yang mereka tuduh menghina sahabat Mu&#039;awiyah langsung dikafirkan!!! Kalau menghina Mu&#039;awiyah jadi sesat lalu Ib nu Taimiyah ini mau dibilang apa ya pantasnya??!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sungguh keterlaluan sikap membabi buta ibnu Taimiyah dalam membela akidahnya&#8230; ia benar-benar tidak lagi peduli apa itu jasa kaum Anshor&#8230; apa itu keutamaan Sayyidinal Imam Ali ra. semuanya dia hajar habis&#8230;<br />
jadi sepertinya yang harus dilakukan kaum Muslimin dan Muslimat (wabil Khusuh kaum Wahabiyah alias pengikut Muh. bin ABdil Wahhabi dan kaum Salafiyah (yang mengaku ikut dan konsisten menapak tilasi para salaf sholeh).. yang harus mereka lakukan adalah menentukan sikap tegas kepada seorang yang benar-benar telah menghina para sahabat Anshor dan juga menhina dan menghujat Sayyidinal Imam Ali ra.!! Jangan kalau ada orang Syiah yang mereka tuduh menghina sahabat Mu&#8217;awiyah langsung dikafirkan!!! Kalau menghina Mu&#8217;awiyah jadi sesat lalu Ib nu Taimiyah ini mau dibilang apa ya pantasnya??!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Seri Kebohongan &#8220;Syaikhul Islam&#8221; Ibnu Taymiah (5) oleh Umar Al baweani</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2009/06/29/seri-kebohongan-syaikhul-islam-ibnu-taymiah-5/#comment-789</link>
		<dc:creator>Umar Al baweani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 10:14:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=202#comment-789</guid>
		<description>Baru tahu aku kalo Ibnu Taymiah ternyata tidak jujur.

Salut dengan pemilik blok yang tidak asal ngomong, tapi disertai bukti scan dari kitab Ibnu Taymiah sendiri... jadi sulit membantahnya..

Saya mengharapkan penjelasan dari pengikut dan pengagum Ibnu Taimiah.. tapi hanya omelan2 saja yang saya baca dari tanggapan mereka...

memang sulit rasanya membantah kan sudah di sertai bukti dari buku syaikhul Islam langsung!

Gimana salafiyyun/wahabiyyun?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baru tahu aku kalo Ibnu Taymiah ternyata tidak jujur.</p>
<p>Salut dengan pemilik blok yang tidak asal ngomong, tapi disertai bukti scan dari kitab Ibnu Taymiah sendiri&#8230; jadi sulit membantahnya..</p>
<p>Saya mengharapkan penjelasan dari pengikut dan pengagum Ibnu Taimiah.. tapi hanya omelan2 saja yang saya baca dari tanggapan mereka&#8230;</p>
<p>memang sulit rasanya membantah kan sudah di sertai bukti dari buku syaikhul Islam langsung!</p>
<p>Gimana salafiyyun/wahabiyyun?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
