Menjawab blog “haulasyi’ah”: Ibnu Taymiah Bukan Ahlusunnah (5)

Ibnu Taymiah Gembong Kaum Nawâshib, Bukan Ahlusunnah!

Bantahan untuk haulasyiah

“Tulisan dibawah ini kami lengkapi dengan bukti scan dari kitab “Minhajus-Snnah” karya Ibnu Taymiah, terbitan Saudi Arabia yang di Tahqiq oleh Dr. Muhammad Rasyad Salim”

Banyak sekali bukti yang menerangkan bahwa sejatinya Ibnu Taymiah bukan Ahlussunnah, ia adalah pendekar kaum Nawâshib yang sangat membenci Imam Ali dan keluarga Nabi saw. seperti Siti Fatimah, Imam Hasan, Imam Husain, Imam Zainal Abidin, Imam Muhammad al Baqir as. dan para tokoh ulama dari keturunan Ali dan Fatimah as. beberapa pernyataan ulama Ahlusunnah telah Anda simak dalam beberapa artikel di blog kami ini (antara lain 1, 2, 3, 4)

sebagaimana berbagai bukti dan data akurat yang mendukung pernyataan ulama itu telah kami tebar di sepanjang artikel yang kami tulis di sini. Namun sekarang kami hendak membuktikan sekali lagi kenashibian anak Taymiah yang satu ini yang masih sering dielak dan dibantah kendati seribu satu dalil telah nyata!

Di dalam berbagai pernyataan, bantahan dan hujutan Ibnu Taymiah atas dalil-dalil yang diajukan para ulama akan keutamaan Imam Ali dan Ahlulbait as. dan/atau hujjah-hujjah kaum Syi’ah yang dirangkum oleh tokoh mereka yang bernama Allamah al Hilli dalam kitabnya Minhâj al Karâmah yang secara khusus dibantah Ibnu Taymiah dengan kitab spektakulernya berjudul Minhâj as Sunnah… di dalam semua itu Ibnu Taymiah selalu tampil sebagai gembong kaum Nawâshib yang berpura-pura sebagai pendekar Sunni yang membela panji-panji dan pondasi kesunnian, sementara ia menaburkan racum kebencian kepada Ahlulbait as. secara umam dan Imam Ali as. secara khusus dalam hujatannya itu.

Ketika Allamah Al Hilli menerangkan surah ad Dahr atau dengan nama lain surah al Insân (surah dengan nomer urut 76) yang menerangkan bahwa ketika Imam Hasan dan Imam Husain sakit, Imam Ali dan Siti Fatimah bernadzar jika Allah mengaruniai keduanya kesembuhan maka mereka akan berpuasa sunnah sebagai ungkapan rasa syukur atasnya. Kemudian setelah mereka sembuh, berpuasalah Imam Ali as. bersama seluruh anggota keluarganya, lalu turunlah surah tersebut (yang sarat dengan pujian dan penyebutan maqam-maqan mulia Ali dan Ahlulbait as.dan keutamaan serta keunggulan mereka) untuk mengabadikan kebajikan tersebut!

Dalam bantahannya atas hujjah di atas ia berboros-boros dengan banyak hal yang sama sekali tidak diperlukan dan juga dengan kepalsuan dan kedustaan!

Di antaranya ia membantah bahwa surah tersebut adalah Makkiyah artinya ia turun kepada Nabi saw. sebelum beliau hijrah ke kota suci Madinah… di mana yang pasti Ali dan Fatimah belum menikah apalagi punya anak!

Ibnu Taymiah berkata:

“Jawabnya dari beberapa sisi: ……

Sisi kedua, Hadis ini adalah kebohongan yang palsu/kidzbun maudhû’ berdasarkan kesepakatan ulama ahli hadis yang mana mereka adalah imam-imam dalam disiplin ilmu ini dan para hakimnya…….

Sisi ketiga, bukti-bukti kepalsuan ini banyak sekali, di antaranya; Ali baru menikah dengan Fatimah di kota Madinah…..

dan Surah Hal Atâ (Ad Dahr) berdasarkan kesepakatan ulama ahli tafsir dan ahli hadis adalah Makkiyah (Turun sebelum Hijrah). Tidak seorang pun dari mereka mengatakan bahwa ia Madaniyah (turun setelah hijrah)!”

(Minhaj As-Sunnah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim, Cet. Saudi Arabia, Jilid 7, hal. 177-179) -Lihat Scan Kitab di bawah-

*Minhaj_Jld_7

Minhaj 7-177_ok


Minhaj 7-179_ok

Kami berkata:

Dalam kesempatan ini kami belum tertarik membongkar habis-habisan kepalsuan ocehan Ibnu Taymiah dalam bantahana panjang tanpa gunanya! Sebab dengan sedikit meluangkan waktu merujuk beberapa kitab tafsir seperti tafsir al Kabîr; Fakhruddin ar Râzi, ad-Durr al Mantsûr; as Suyûthi, Rûh al Ma’âni; al Alûsi, tafsir al Baidhâwi, tafsir al Khâzin, tafsir Fathu al Qadîr; asy Syaukani dll akan menjadi jelas bahwa jumhur ulama mengatakan bahwa surah ad Dahr adalah Madaniyah!

Sebagaimana para ulama tidak sedikit yang menyebutkan dan menshahihkan riwayat tentang turunnya surah tersebut dalam kaitan dengan kisah di atas.

Tetapi yang menarik di sini untuk kita soroti ialah ‘ngototnya’ Ibnu Taymiah untuk mengatakan bahwa surah tersebut adalah Makkiyah dan atas dasar itu ia mengkufuri keshahihan hadis yang menjelaskan turunnya surah tersebut untuk Ahlulbait as.! dan yang mengherankan –walaupun kami yakin Anda yang terbiasa dengan kebohongan Ibnu Taymiah tidak akan heran- bahwa ia mengatasnamakan ‘kesepakatan/ittifâq ulama Islam atas hal itu! Sementara sebaliknya lah yang benar!

Ibnu Taymiah Hanya Mengulang Kesesatan Kaum Munafikin!

Sebenarnya usaha ngotot Ibnu Taymiah dalam mengatakan bahwa surah ad Dahr itu Makkiyah dan karenanya tidak dapat dijadikan hujjah menunjukan keutaman Imam Ali dan Ahlulbait as. adalah hujjah kaum nawâshib (para pembenci Imam Ali dan Ahlulbait as. yang telah divonis munafikun oleh Nabi saw. dalam hadis-hadis shahihah)

Imam al Hakim al Hiskâni melaporkan adanya pekikan suara sumbang kaum nawâshib dalam masalah ini. Ia menyebutkan dalam kitab Syawâhid at Tanzîl-nya,2/409. setelah menyebutkan kisah sedekah Ali dan Fatimah bersama anggota keluarganya seperti yang disebutkan dalam banyak riwayat shahih, ia berkata:

*

أعتَرَضَ بعضُ النواصبِ على هذه القِصَّةِ بِأَنْ قال: اتَّفَقَ أهلُ التفسير على أنَّ هذه السورةَ مكِّيةٌ، وهذه القِصَّةُ كانت بالْمَدينةِ إنْ كانت! فكيف كانت سببَ نزولِ السورةَ، و بانَ بهذا أنَّها مُخْتَرَعَةٌ!!

قلتُ: كيف ساغَ له دعوَى الإجماعِ مع قولِ الْجُمهور إنها مدَنِيَةٌ.

“Sebagian kaum Nawâshib menentang kisah ini dengan mengatakan, ‘telah sepakat ulama tafsir bahwa surah ini Makkiyah, sementara kisah itu –jika benar terjadi- ia terjadi di kota Madinah, lalu bagaimana ia (kisah itu) menjadi sebab turunnya surah tersebut. Jadi jelaslah bahwa ia adalah palsu/buatan!!’

aku (al Hiskâni) berkata, ‘Bagaimana ia berani mengatakan telah terjadi ijmâ’/ kesepatan (bahwa ia makkiyah) sementara jumhur ulama mengatakan ia Madaniyah!’”

Kami berkata:

Jadi jelaslah bagi kita semua siapa sejatinya Ibnu Taymiah itu! Ia bukan Ahlusunnah… ia pembenci Ali dan Ahlulbait… ia seorang pendekar kaum Nawâshib yang terkutuk!

Bagaimana ia menyajikan dengan penuh amanat kesesatan ocehan kaum Nawâshib kata demi kata bahkan huruf demi huruf… tidak satu pun yang meleset!

Apa kenyataan ini masih belum cukup untuk mengenali siapa sebenarnya Ibnu Taymiah itu? Dan siapa penyembah dan pengagumnya yang kini melahap muntahan kedengkian Ibnu Taymiah terhadap Ahlulbait as. dan tak henti-hentinya membanggakan kitab Minhâj asu Sunnah-nya (yang walaupun akan tepat jika dinamai Minhâj adh Dhalâl/ jalan kesesatan kaum munafikin!)

Anda tidak akan menyaksikan kaum Salafiyah Wahabiyah yang berlomba-lomba menghujat Ahlulbait as, dengan anggapan hal demikian dapat menjengkelkan kaum Syi’ah melainkan hanya mengulang kata-kata beracun Ibnu Taymiah… Semua kesesatan yang mereka sebarkan sekarang ini mereka rekam dari mulut keji Ibnu Taymiah… juru bicara resmi dan pendekar kaum Nawâshib!

__________________

Artikel Terkait

  1. Ibnu Taymiah Bukan Ahlusunnah (1)
  2. Bantahan Atas: “haulasyi’ah” Ibnu Taymiah Bukan Ahlusunnah (2)
  3. Menjawab blog “haulasyi’ah”: Ibnu Taymiah Bukan Ahlusunnah (3)
  4. Menjawab blog “haulasyiah” Ibnu Taymiah Bukan Ahlussunnah (4)

30 Tanggapan

  1. sayang sekali saya awam tentang referensi kitab kitab yang Anda pakai
    :)

  2. Ibnu Timiah seorang “syaikhul Islam” yang bicaranya penuh kontradiksi, baik yang diucapkan dalam satu kitab dengan kitabnya yang lain, maupun di dalam satu kitab terjadi kontradiksi… contoh kitab-nya “Minhajus Sunnah” banyak omongannya yang kontradiksi.

    sementara pemujanya terkadung cinta buta, maka tidak melihat adanya kontradiksi ini. dan silau dengan gelar “syaikhul Islam” se-akan2 Ibnu taimiah nabiuyul mursal (Nabi yang dturunkan dari langit}

    bagi saya Ibnu Taimiah sepertinya mengidap penyakit jiwa entah itu schizophrenia atau apa namanya yang jelas sepertinya terkena penyakit jiwa….. atau ini mungkin karena kehidupannya yang terus membujang -tidak pernah kawin- sampai mati… jadi rupa2nya “tekanan” naik ke atas! sepertinya tidak pernah ada seorang ulama top yang tidak menjalankan sunnah nabi ini -annikahu min sunnati….” (nikah itu sunnah-ku)

    • tulisan anda yg mencerca ulama ini akan ada pertanggung jawabannya mas…. dan di saat itu anda ga akan bisa sesemangat lg seperti waktu anda menulis komen ini :-D

      Wallahu’alam

      • bisa si pemilik blog yang tidak bersemangat, bisa ente para nawashib (nashibi) yang tidak bersemangat bahkan pucat pasi berkeringat dan lemas seada adanya di hari kebangkitan.
        wallahu a’lam bisawab

  3. mas ilyas nggak apa-apa jadi orang aam terhadap kitab berbahasa arab asal logika dan akal sehat kita masih dijalankan… saya yakin mas pasti bisa membedakan antara yang haq dan bathil…
    buat mas senotot… benar sekali kata mas… saya juga jadi tau siapa sebenarnya Ibnu Taimiyah yang digelari oleh pengikutnya dengan SYEIKHUL ISLAM yang saya yakin mereka juga tidak mengerti apa maknanya?
    Bolg ini benar2 mengcerahkan bagi pencari kebenaran dan pataka bagi kaum pendusta dan salafiyah yang fatanik buta kepada Ibnu taimiyah.
    Segoga Allah senantiasa melimpahkan kekuatasn dan bantuannya kepada suudara admin.

  4. saya yakin kalau tidak ada ibnu taymiah wahaby-salafy sudah gulung tikar dari dulu, sekarang saja orang sudah pada ngerti, mereka (wahaby-salafy) jualan barang basi, jadi tidak pada laku, akibatnya mereka mengobral tu dagangan sampai ngawur, tapi jangan khawatir para pembeli sekarang cerdas-cerdas, mereka hanya mau beli merk bermutu yang dikeluarkan oleh para ahlul bayt.

  5. @ABU THURAB
    ENTE YAKIN DARI MANE..? DARI HONGKONG PAK?? YANG MESTI KHAWATIR ITU ADALAH ORANG2, YANG MASIH BERSIH AKIDAH DARI SYIAH, ITU YANG HARUS DIKHAWATIRI TAKUT KENA DOKRIN KALIAN. NYEMBAH KUBURAAN TERUS GAWENYA G DA YANG LAENN.. KALO ENTE BELAJAR AKIDAH SALAF ENTE AKAN TAHU SIAPA AHLUSUNNAH BUKAN CUMA NGAKU.APALAGI NGAKU PECINTA AHLU BAITT.. ITU YANG BASIIIII

    • salafi isinya tukang tepu…… orang ke kuburan itu minta sama allah dengan keberkahan si penghuni kubur yang diyakini sebagai orang alim yang dekat dengan tuhan.
      bukan minta apalagi nyembah yang di kubur.

      gene hari masih nepu aje…..kesian deh tuh wahabi salafi nashibi

      @abu jufry:
      bener salafy itu pencinta ahlul bait……tapi maksud ente ahlul baitnye muawiyah bin abu sufyan dan yazid bin muawiyah laknatullah alaihim khan ??? huahahhahaha
      makanye jangan jadi tukang tepu………dikalangan umat islam ini kalau bilang ahlulbait itu maksudnya keluarga nabi muhammad saw. bukan keluarga bani umayah yang kata imam suyuti adalah pohon (keturunan ) yang dikutuk allah swt. gitu om jup !!!

  6. setiap manusia mempunyai kesalahan, dan kekurangan ulama’ sekalipun. tetapi perlu di ketahui jika ada batu beberapa butir di beras 1 kg janganlah dibuang semua berasnya, kebenaran itu selalu mengarah kebaikan. janganlah melihat kebenaran dari orang tetapi dengan kebenaran anda akan melihat orang yang benar. tanpa harus mencaci dan memaki. karena orang yang suka memaki membuktikan orang tersebut orang jahiliyah. mau contoh : adakah Nabi Muhammad SAW mancaci maki orang yang belum tertarik masuk islam.

    saya menganggap blog ini tak layak tampil, karena akan membingungkan umat. ingat dajal itu sesat lagi menyesatkan.

    • bukan mslh memaki ato mncela taimiyah tp gmn jd ya klo aqidah yg sesat taimiya merusak umat apakah malah tdk merugikan islam untuk mengungkap kbenaran sy mndukung blog ini

    • Kalau manusia biasa dusta akibat yg ditimbulkan tak seberapa, tapi kalau ulama besar yg berdusta, akan menghancurkan seluruh umat, menimbulkan kedengkian, kebencian dengan dalih sesat, naudzubillah min dzalik.

      Blog ini bagus sekali, sy jadi baru tahu ttg ibn taimiyah yg sebenarnya, lanjutkan mas admin.

  7. Sepertinya situs ini seperti jalan berpikirnya Abdulah bin Saba’ berusaha mencari-cari celah perpecahan, mengapa tidak mengkaji sunnah dan hadis secara menyeluruh, Nauzubillah … salaf adalah mengikuti jejak-jejak umat terdahulu…, apakah ada yang salah di mereka, yang mengvonis mereka salah pasti bukan orang ISLAM, tetapi orang diluar islam

    _____________
    kami menjawab:

    Sebaiknya anda menjawab tulisan kami diatas dan belalah si ibnu taymiah anda, bukannya berkomen keluar jalur yang tidak ada hubungannya sama sekali, itulah bukti kebangkrutan dalil anda…!

  8. Untuk saudaraku: Mas Pecinta Sunnah yang doyan bid’ah…
    Mas yang genteng, benar kata pak admin, lebih baik kalian (wahabi/Salafi=nasibi) lebih baik jawab aja bukti kebenaran yang disajikan di sini, dari pada ngelantur tidak jelas arah… Tapi seperti itulah kalian…
    Jadi bener pak admin, jangan tanggapi p-ara pengacau blog berguna ini.

  9. Kalau orang tidak mau mengakui imam zaman pasti dech, kelakuannya mirip orang jahiliah.

  10. saya langsung lihat qur’an terjemahan depag surat 76 (al insan) adalah madaniyah……. saya orang awam, tapi saya bela Rasulullah Saww dan keluarganya karena mereka sejatinya manusia-manusia oilihan ALLAH TA’ALA…….

  11. untuk pecinta sunnah yang doyan bid’ah dan kesesatan anak tai miyah… anda ini sepertinya tidak tau diri… yang doyan mencaci kami itu kan golongan kamu yang nashibi berbaju wahabi….

  12. @pencari kebenarn
    Anda bilang: salaf adalah mengikuti jejak-jejak umat terdahulu…Salaf itu siapa? umat terdahulu itu siapa?

    Bisa anda kasih tahu saya?

  13. saya sih orang awam yang harus banyak belajar kalo… ngelihat aqidah wahabi yang meyakini penyerupaan Alloh dengan mahluk sih … udah jelas penyimpangannya… ngak usah ngebahas yang lain …sebab bisa jadi Alloh yang dimaksud berbeda dengan yang difahami Ahlussunnah…

  14. Ojo ngawur rek.
    Berkata M Syafaat Rabbani:
    الروايات التي حددت السور المكية والمدنية

    قد وردت مجموعة من الروايات عن الصحابة والتابعين التي حددت السور المكية والمدنية وفيما يلي نسرد هذه الروايات مع بيان درجتها من حيث الصحة والضعف. ثم نذكر على ضوئها السور المتفق علي مكيتها أو مدنيتها والسور المختلف فيها.

    أ) الرواية الأولى عن ابن عباس رضي الله عنهما، وقد جاءت من خمس طرق:

    1- طريق أبي عبيد في كتابه « فضائل القرآن…»: “قال أبو عبيد: حدثنا عبد الله بن صالح، عن معاوية بن صالح عن علي بن أبي طلحة قال: نزلت بالمدينة سورة البقرة، وآل عمران، والنساء، والمائدة، والأنفال، والتوبة، والحج، والنور، والأحزاب، والذين كفروا والفتح، والحديد، والحديد والمجادلة والحشر، والممتحنة، والحواريون- يريد الصف-، والتغابن، ويا أيها النبي إذا طلقتم ، ويا أيها النبي لم تحرم ، والفجر، والليل إذا يغشي ، وإنا أنزلناه في ليلة القدر ، ولم يكن ، وإذا زلزلت ، وإذا جاء نصر الله ، وسائر ذلك بمكة” (1) .

    وهذا إسناد صحيح، وأغلب مرويات علي بن أبي طلحة في التفسير عن ابن عباس، إلا أنه لم يلقه، لكنه حمل عن ثقات أصحابه مثل مجاهد وعكرمة (2) .

    فالسور المدنية فيها خمس وعشرون سورة، وقال أبو عمرو الداني بعد أن ذكر هذه الرواية: “ولم يذكر علي بن أبي طلحة في المدني الحجرات، والجمعة، والمنافقين وهن ثلاثتهن مدنيات بإجماع” (3) .

    2- طريق ابن الضريس في كتابه « فضائل القرآن…»: قال ابن الضريس: “أخبرنا أحمد قال: حدثنا محمد قال: أخبرنا محمد بن عبد الله بن أبي جعفر الرازي قال: قال عمر بن هارون قال: حدثنا عمر بن عطاء عن أبيه عن ابن عباس -رضي الله عنهما- قال: “أول ما نزل من القرآن بمكة، وما أنزل منه بالمدينة الأول، فكانت إذا نزلت فاتحة سورة بمكة فكتبت بمكة، ثم يزيد الله فيها ما يشاء، وكان أول ما أنزل من القرآن : اقرأ باسم ربك الذي خلق… ” (4) ثم سرد السور المكية وهي ست وثمانون سورة، والسور المدنية وهي ثمان وعشرون سورة، وهي: البقرة ثم الأنفال، ثم آل عمران ثم الأحزاب، ثم الممتحنة، ثم النساء، ثم الزلزلة، ثم الحديد، ثم سورة محمد، ثم الرعد، ثم الرحمن، ثم الإنسان، ثم الطلاق، ثم البينة، ثم الحشر، ثم النصر، ثم الحج، ثم المنافقون، ثم المجادلة، ثم الحجرات، ثم التحريم، ثم الجمعة، ثم التغابن، ثم الصف، ثم الفتح، ثم المائدة ثم التوبة.

    وإسناده ضعيف من أجل عمر بن هارون، ولكن رواية الزركشي والتي بسند آخر تعد شاهدًا لهذا الطريق (5) .

    3- طريق النحاس في كتابه « الناسخ والمنسوخ…»

    قال أبو جعفر النحاس: “حدثني يموت بن المزروع، قال: حدثنا أبو حاتم سهل بن محمد السجستاني، قال: حدثنا أبو عبيدة معمر بن المثنى التيمي، قال: حدثنا يونس بن حبيب، قال: سمعت أبا عمرو بن العلاء يقول: سألت مجاهدًا عن تلخيص آي المدني من المكي، فقال: سألت ابن عباس عن ذلك فقال: سورة الأنعام نزلت بمكة جملة واحدة، فهي مكية إلا ثلاث آيات منها نزلت بالمدينة، فهن مدنيات قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ إلى تمام الآيات الثلاث… وما تقدم من السور فهن مدنيات، أعني سورة البقرة وآل عمران والنساء والمائدة….” (6) .

    وساقها السيوطي منسوبة إلى كتابه « الناسخ والمنسوخ » سياقًا أكمل منها، وفيها تعداد للسور المكية والمدنية، ثم قال: “هكذا أخرجه بطوله وإسناده جيد، رجاله كلهم ثقات من علماء العربية المشهورين” (7) .

    والحقيقة أن الإسناد فيه ضعف من أجل السجستاني وأبي عبيدة. (8)
    4- طريق ابن عبد الكافي في كتابه: “بيان عدد سور القرآن وآياته..”

    قال ابن عبد الكافي: “سمعت الإمام أبا الحسن الفارسي رحمه الله قال: سمعت الإمام أبا بكر أحمد بن الحسين أنه قال: روي عن عبد الله بن عمير عن أبيه عن عثمان بن عطاء الخراساني، عن أبيه عن ابن عباس…” (9) فذكر السور المكية والمدنية معًا.

    5- طريق البيهقي في كتابه: « دلائل النبوة ومعرفة أحوال صاحب الشريعة ».

    روى البيهقي الرواية بإسنادين وصحح أحدهما، وهو الإسناد:

    “قال البيهقي: أخبرنا أبو عبد الله الحافظ، قال: أخبرنا أبو محمد بن زياد العدل، قال: حدثنا محمد بن إسحاق، قال: حدثنا يعقوب بن إبراهيم الدورقي قال: حدثنا أحمد بن نصر بن مالك الخزاعي، قال: علي بن الحسين بن الواقد، عن أبيه قال: حدثنا يزيد النحوي عن عكرمة والحسن بن أبي الحسن” (10) ثم ذكر السور المكية…، والسور المدنية.

    والسور المدنية هي: المطففين، والبقرة، وآل عمران، والأنفال، والأحزاب، والمائدة، والممتحنة، والنساء، والزلزلة، والحديد، ومحمد، والرعد، والرحمن، والإنسان، والطلاق، والبينة، والحشر، والنصر، والنور، والحج، والمنافقون، والمجادلة، والحجرات، والتحريم، والصف، والجمعة، والتغابن، والفتح، والتوبة.
    وهي تسع وعشرون سورة، وإسناد الرواية صحيح (11) .

    ب) الرواية الثانية عن قتادة، وقد جاءت من ثلاث طرق كلها صحيحة إلى قتادة. (12)
    1- طريق حارث المحاسبي في كتابه: « فهم القرآن ».
    قال الحارث -رحمه الله-: “حدثنا شريح، قال: حدثنا سفيان عن معمر عن قتادة قال: “السور المدنية: البقرة، وآل عمران، والنساء، والمائدة، والأنفال، والتوبة، والرعد، والحجر، والنحل، والنور، والأحزاب، وسورة محمد (صلى الله عليه وسلم) والفتح، والحجرات، والحديد، والمجادلة، والممتحنة، والصف، والجمعة، والمنافقون، والتغابن، والنساء الصغرى، و “يا أيها النبي لم تحرم” ، و “لم يكن” ، و “إذا جاء نصر الله والفتح” ، و “قل هو الله أحد” ، وهو يشك في “أرأيت” (13) .

    وهي سبع وعشرون سورة، وما عداها كلها مكية.

    2- طريق ابن الأنباري في كتابه: « الرد على من خالف مصحف عثمان » قال ابن الأنباري -رحمه الله-: “حدثنا إسماعيل بن إسحاق القاضي، حدثنا حجاج بن منهال، حدثنا همام عن قتادة قال: نزل بالمدينة من القرآن البقرة، وآل عمران، والنساء، والمائدة، والأنفال، وبراءة، والرعد، والنحل، والحج، والنور، والأحزاب، ومحمد، والفتح، والحجرات، والرحمن، والحديد، والمجادلة، والحشر، والممتحنة، والصف، والجمعة، والمنافقون، والتغابن، والطلاق، ويأيها النبي لم تحرم إلى رأس العشر، وإذا زلزلت ، وإذا جاء نصر الله هؤلاء السور نزلت بالمدينة، وسائر القرآن نزل بمكة” (14) .

    فهذه سبع وعشرون سورة مدنية، ويؤيد هذه الرواية المذكورة من الطريقين ما رواه ابن سعد في الطبقات:
    قال: “أنبأنا الواقدي حدثني قدامة بن موسى، عن أبي سلمة الحضرمي سمعت ابن عباس، قال: سألت أبي بن كعب عما نزل من القرآن بالمدينة، فقال نزل بها سبع وعشرون سورة، وسائرها بمكة” (15) .

    3- طريق أبي عمرو الداني في كتابه: « البيان في عد آي القرآن ».

    قال الحافظ: “أخبرنا فارس بن أحمد، قال: أنا أحمد بن محمد، قال: أنا أحمد بن عثمان، قال: أنا الفضل بن شاذان، قال: أنا إبراهيم بن موسى، قال: أنا يزيد بن زريع قال: أنا سعيد، عن قتادة، قال: المدني البقرة، وآل عمران، والنساء، والمائدة، والأنفال، وبراءة، والرعد، والحج، والنور، والأحزاب، و “الذين كفروا” ، و “إنا فتحنا لك فتحا مبينا” ، و “يا أيها الذين آمنوا لا تقدموا بين يدي الله ورسوله” ، والمسبحات من سورة الحديد إلى “يا أيها النبي إذا طلقتم النساء” (16) ، و “يا أيها النبيّ لم تحرم” ، و “لم يكن الذين كفروا” ، و “إذا زلزلت” ، و “إذا جاء نصر الله” مدني، وما بقي مكي (17) فهي خمس وعشرون سورة، ثم ذكر السور التي بعضها مكي وبعضها مدني.

    ج) الرواية الثالثة عن جابر بن زيد التابعي رواها عنه أبو عمرو الداني بإسناده: “قال: أخبرنا فارس بن أحمد، قال: أنا أحمد بن محمد، قال: أنا أحمد بن عثمان، قال: أنا الفضل، قال: أنا أحمد بن يزيد، قال: أنا أبو كامل فضيل بن حسين، قال: أنا حسان بن إبراهيم، قال: أنا أمية الأزدي، عن جابر بن زيد قال:…. “ثم سرد السور المكية على ترتيب نزولها وهي خمس وثمانون سورة، ثم قال:

    “وأنزل عليه بعد ما قدم المدينة سورة البقرة، ثم آل عمران، ثم الأنفال، ثم الأحزاب، ثم المائدة، ثم الممتحنة، ثم النساء، ثم “إذا زلزلت” ، ثم الحديد، ثم سورة محمد (صلى الله عليه وسلم)، ثم الرعد، ثم الرحمن، ثم “هل أتى على الإنسان” ، ثم سورة النساء القصرى، ثم “لم يكن الذين كفروا” ، ثم الحشر، ثم “إذا جاء نصر الله والفتح” ، ثم النور، ثم الحج، ثم المنافقون، ثم المجادلة، ثم الحجرات ، ثم “يا أيها النبي لم تحرم” ، ثم الجمعة، ثم التغابن، ثم سبح الحواريون، ثم “إنا فتحنا لك فتحًا” ، ثم التوبة، ثم خاتمة الفرقان، فذلك ثمان وعشرون سورة” (18) .

    د) الرواية الرابعة عن الإمام الزهري في كتابه: « تنزيل القرآن بمكة والمدينة » إلا أنها ضعيفة جدًا (19) .

    ويضم إلى هذه الروايات بعض أقوال أهل العلم:

    1- ذكر أبو داود سليمان بن نجاح في « مختصر التبيين لهجاء التنزيل » (20) أن السور المدنية إحدى وعشرون سورة، وهن: البقرة، وآل عمران، والنساء، والمائدة، والأنفال، والتوبة، والنور، والأحزاب، والقتال، والفتح، والحجرات، والحديد، والمجادلة، والحشر، والممتحنة، والجمعة، والمنافقون، والطلاق، والتحريم، ولم يكن، والنصر.

    والمختلف فيها تسع عشرة سورة، وهن: الحمد، والرعد، والنحل، والحج، وص، والرحمن، والصف، والتغابن، والإنسان، والمطففين، وسبح، والفجر، والليل، والقدر، والزلزلة، والعاديات، والإخلاص، والمعوذتان.

    وما عداهما مكية، وجملتهن أربع وسبعون سورة، فصار المجموع مائة وأربع عشرة سورة .

    2- قول هبة الله بن سلامة المفسر في كتابه: « الناسخ والمنسوخ » (21) فالسور المدنية المتفق عليها عنده إحدى وعشرون سورة، وهي: البقرة، آل عمران، النساء، المائدة، الأنفال، التوبة، النور، الأحزاب، الفتح، الحجرات، المجادلة، الحشر، الممتحنة، الصف، الجمعة، المنافقون، التغابن، الطلاق، التحريم، القدر، البينة.

    والسور المختلف فيها عنده سبع عشرة سورة، وهي: الفاتحة، والرعد، النحل، الحج، العنكبوت، محمد (صلى الله عليه وسلم)، الرحمن، الحديد، الإنسان، عبس، المطففين، الليل، الزلزلة، النصر، الإخلاص، الفلق، الناس، وما عداها مكية.

    3- قول أبي الحسن بن الحصار في كتابه: « الناسخ والمنسوخ » (22) فالسور المدنية باتفاق عشرون سورة، وهن: البقرة، آل عمران، النساء، المائدة، الأنفال، التوبة، النور، الأحزاب، محمد (صلى الله عليه وسلم)، الفتح، الحجرات، الحديد، المجادلة، الحشر، الممتحنة، المنافقون، الجمعة، الطلاق، التحريم، النصر.

    والسور المختلف فيها اثنتا عشرة سورة، وهي: الفاتحة، الرعد، الرحمن، الصف، التغابن، المطففين، القدر، البينة، الزلزلة، الإخلاص، الفلق، الناس. وما عدا ذلك فهو مكي.
    __________
    (1) فضائل القرآن 2/200 برقم (813)، وأخرجه أبو عمرو الداني في البيان 134، وسقط من إسناده معاوية بن صالح والسيوطي في الإتقان 1/ 27 وفيه: حدثنا عبد الله بن صالح ومعاوية بن صالح، والمثبت هو الصواب
    (2) المكي والمدني 1/260.
    (3) البيان 135.
    (4) فضائل القرآن ، وأخرج السيوطي في الإتقان 1/26، وذكر هذا النص الزركشي في البرهان 1/ 193 ولكن بسند آخر.
    (5) كما ذكره محقق الكتاب في ص 75 .
    (6) الناسخ والمنسوخ 167
    (7) الإتقان 1/24، السياق الذي ذكره غير موجود في الناسخ والمنسوخ المطبوع في مظانه، والله أعلم.
    (8) المكي والمدني 1/269.
    (9) نقلًا عن المكي والمدني 1/269 والأثر أخرجه ابن الضريس في فضائله 73 .
    (10) الإتقان 1/ 25.
    (11) المكي والمدني 1/ 280
    (12) كما في المكي والمدني 1/262، 264، 276.
    (13) المكي والمدني 1/261.
    (14) مقدمة تفسير القرطبي 1/61.
    (15) الإتقان 1/ 24، وخصائص السور والآيات المدنية 54.
    (16)
    وهن: الحديد، والمجادلة، والممتحنة، والصف، والجمعة، والمنافقون، والتغابن، والطلاق.

    (17) البيان 133.
    (18) البيان 135.
    (19) المكي والمدني 1/ 253.
    (20) حققه الدكتور أحمد شرشال، رسالة علمية لمرحلة الدكتوراه انظر ص: 10.
    (21) انظر كتابه “الناسخ والمنسوخ”، “وخصائص السور والآيات المدنية” 58.
    (22) الإتقان 1/28.
    Lihatlah pakai kedua matamu sendiri kitab ini, katanya kamu pinter bhs Arab. Riwayat yang menjelaskan Surat Al-Insan/Ad-Dahr Madaniyah kebanyakan lemah dan kalao pun bs dikuatkan maka bertentangan dengan yang masyhur dari Ibnu Abbas yaitu Ad-Dahr adalah Makiyah.

    JAwab Kami:

    Setelah Anda sudi menerjemahkan matan/teks arab di atas, saya akan bongkar kepalsuannya dan kebatilannya!
    Saya tunggu!

  15. mas faiq, kamu kan sudah ditantang untuk menerjemahkan copas yang kamu muat.. kenapa sampai sekarang kok masih ditanggapi?! Kerepotan ya?
    Kelihatan kalau nggak bisa nerjemahkan bahasa arab ya?
    Makanya jangan asal copas!!

  16. unrtuk saudaraku PECINTA SUNNAH
    Bicara kamu itu hanya membuktikan kedha’ifah ilmu kamu… bantah aja tulisan2 di sini dengan butki sebaimana pengelolanya menulis pakai dalil

  17. Ibnu Taimiyah sudah di FITNAH habis-habisan……

    • kalau itu fitnah, ente belain dong !!
      seperti ana bembela ahlulbait nabi yang di fitnah lebih habis lagi oleh si ibn tai miyah

  18. Assalamua’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.

    ana mau tanya emang benar y kalau salaf itu menabikan Syaikh ibnu tamiyah?
    coba ditanya sama orang2 salafi dulu mas..
    atau kalo g keberatan, coba dipelajari dulu ilmu2 manhaj salaf.. menyimpang g ?
    setau ana bagus tuh.. anti bid’ah,anti syirik, khurafat.. benar2 kelihatan islam mas.. jempol pkoknya..

    kalau sudah urusanya mencela gini ana takut,…
    takut kualat, takut diakherat nanti.. semuanya akan dimintai pertanggung jwbanya mas.. pesan ana utk sesama umat islam,, hati2…

    Ya Alloh.. ampunilah dosa2 kami.. Tunjukilah kami jalan yg lurus.. Amin..

  19. Ini web isinya menebar racun permusuhan. huh cape-cape tolabul ilmi, cuma itu hasil menghujat dan mencaci maki. mendingan nongkrong di empat engkong gua, mancing dapat lele, kepatil lele gak penasaran, lha wong lelenya enak buat pecel lele.

  20. sebaiknya di jelasin ajah to the point, bahwa di dunia islam ini ujungnya cuma ada 3 bagian:

    1.pencinta keluarga nabi : syiah (cinta berlebihan), sebagian kecil ahlu sunnah (cinta biasa biasa ajah). pemimpinnya : imam ali ibn abi thalib as
    2. netral terhadap keluarga nabi. musuhin enggak,cinta enggak, ikut enggak, terlantarin enggak : mayoritas ahlusunnah. pemimpinnya : abu musa al asyari
    3. pendengki / pembenci keluarga nabi : wahabi,salafy, jama’ah tabliq, dan sejenisnya. pemimpinnya : muawiyah bin abu sufyan dan yazid bin muawiyah L.A

    mau ikut mana terserah……dikubur sendiri sendiri, tanggung sendiri sendiri. semua udah dapat modal akal dari tuhan.

    yang pasti semua PASTI NGAKUNYA DARI NABI SAW. (cuma pasti yang dari nabi 1. sisanya boong). gampang khan !!!!

  21. kalau ibnu tai itu makhluk terkutuk sih semua juga tau.. binatang pun pasti ikut mengutuk para pepmenci Ahlul Bait nabi AS.
    jadi tidak uah dibela-bela lagi bung!!!!!!!!!!

  22. Saya ikut bergembira dengan hadirnya blog ini. Semoga bermanfaat bagi umat Islam Indonesia yang akhir-akhir ini selalu mendapat serangan dari para pengekor setia Ibn Taimiyah.

    Semoga Allah merahmati pemilik blog ini.

  23. orang syiah itu bukan orang islam
    hati2 jangan ketepu sama kawin mut’ahnya sama ilmu bohong nomor wahidnya, :D :D :D

  24. aku yg bertanggung jwb,teruskan saJA bongkar kesesatan2 wahabi,taimiyah biar umat tau ,saipa tu kafir wahabi,itu bukan fitnah dodoltp pakta jgn diputar belit kaya yahudi atau memang lu wahabi agen yahudi pandai ber belit2.kalau hujah sdh kalah napak lah bahlol nya ckp bukan2,cari bab lain,tu ye perangai kau semua wahabi2

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.