Seri Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taymiah (2)

Seri Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taymiah (2)

Persembahan untuk blog -haulasyiah- dan Wahhâbiyyûn Salafiyyûn

Ibnu Taymiah Berbohong Tentang Turunnya Ayat “Alladîna Yunfiquna Amwâlahum….”

Sepertinya kedengkian Ibnu Taymiah kepada Imam Ali as. ini telah mengilhaminya agar tidak menyisakan barang satu pun keutamaan Imam Ali as. -tidak terkecuali ayat-ayat pujian yang Allah SWT turunkan dan betapapun telah diriwayatkan oleh para pembesar ulama dan ahli hadis.- Semua itu, tidak akan menghentikan aksi “gila-gilaannya” yang selalu menolak hadis-hadis shahih dan mensifati para perawinya sebagai kaum jahil yang tidak mengerti apa-apa tentang petunjuk Al Qur’an al Karîm !

Kali ini ayat 274 surah al Baqarah menjadi sasaran penginkarannya.

Perhatikan, bagaimana sikap Ibnu Taymiah ketika Allamah al Hilli (seorang tokoh Syi’ah) berhujah dengan ayat ini:

yunfiquna4

yunfiquna1_rsz

Dalil ke 27 adalah firman:

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَ النَّهَارِ سِرًّا وَ عَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ

“Orang-orang yang menginfakkan harta mereka di malam dan siang hari secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka akan mendapat pahala di sisi Tuhan mereka, tiada kekhawatiran bagi mereka, dan mereka tidak bersedih hati.”

Abu Nu’aim meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ibnu Abbas bahwa ayat ini turun untuk Ali. Ia memiliki empat dirham, lalu ia infakkan satu dirham di waktu malam, satu dirham di waktu siang, satu dirham dengan rahasia dan satu dirham lagi dengan terang-terangan. Ats Tsa’labi juga meriwayatkannya ….

Menghadapi hujjah di atas Ibnu Taymiah bangkit seperti biasa bersenjatakan pengingkaran dan kebohongan. Ia berkata:

Ibnu Taymiah berkata:

yunfiquna2_rsz

yunfiquna2_kcl_a

Kedua: Ini adalah kepalsuan dan tidak tetap. …..

yunfiquna2_kcl_b

Akan tetapi tafsir-tafsir batil seperti ini diyakini oleh banyak kaum jahil

Kemudian ia mengatakan:

yunfiquna3_rsz

yunfiquna3_kcl

Maka jelaslah bahwa yang memalsu seperti itu hanya orang yang jahil akan petunjuk Al Qur’an. Dan kebodohan di kalangan kaum rafidhah tidak aneh!

Coba perhatikan sekali lagi apa yang Ia katakan!

Ia meminta bukti keshahihan hadis di atas, sebab -katanya- sekedar diriwayatkannya sebuah hadis oleh Abu Nu’ain dan ats-Tsa’labi bukan
bukti keshahihannya!

Sudah berulang kali kami bantah silat lidah ala Ibnu taymiah seperti itu. Jadi tidak perlu kami ulang lagi di sini!

Akan tetapi, di sini anda berhak bertanya: Apakah dengan diriwayatkannya sebuah hadis oleh Abu Nu’ain dan ats-Tsa’labi itu menjadi bukti pasti kepalsuannya?! Lalu mengapakah ia dengan tanpa bukti pula dan hanya dengan bermodal kebohongan mengatakan bahwa hadis itu palsu?! Apa buktinya bahwa hadis itu palsu?

Para Parawi Hadis Di Atas

Sementara itu hadis tentang turunnya ayat tersebut untuk Imam Ali as. telah diriwayatkan oleh pembesar ulama dan ahli hadis seperti:

  1. Abdurrazzâq ash Shan’âni –Guru besar Imam Bukhari-.
  2. Abduh ibn Humaid.
  3. Ibnu Jarîr ath Thabari –imam Ahli tafsir Salaf yang telah dipuji Ibnu Taymiah sendiri dengan kedalaman ilmunya-.
  4. Ibnu Mundzir -yang telah dipuji Ibnu Taymiah sendiri dengan kedalaman ilmunya-.
  5. Ibnu Abi Hâtim.
  6. ath-Thabarani.
  7. Ibnu ‘Asâkir.
  8. Al Wahidi.
  9. Abu Nu’aim.
  10. Al Wâqidi.
  11. Fakhruddin ar-Râzi.
  12. Az-Zamakhsyari.
  13. Muhibbuddîn ath-Thabari.
  14. Ibnu al Atsîr.
  15. As Suyûthi.
  16. Ibnu Hajar a- Haitami al-Makki, pada Bab VII Pasal IV tentang sekelumit karamah, keputusan dan kalimat-kalimat mutiaranya tentang ilmu, hikmah, kezuhudan, dan pengenalan kepada Allah.
  17. Dkk.

(Baca keterangan mereka dalam: Tafsir ad-Durr al Mantsûr,4/25, ar-Riyadh an-Nadhirah; Muhibbuddin ath-Thabari,2/206, ash Shawâiq al-Muhriqah; Ibnu Hajar:130, tafsir ar-Râzi dan az-Zamakhsyari.)

Inilah para priwayat hadis di atas… apakah para mukallid Ibnu Taymiah tetap akan mengatakan bahwa mereka semua (tokohh-tokoh besar Ahlusunnah tersebut) adalah kaum jahil dan rafidhah sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taymiah diatas?!

Apa yang ia maksud dengan kata-katanya: Hadis ini adalah palsu dan tidak tetap?

Apa maksud kata-katanya bahwa: tafsir itu adalah batil dan hanya kaum jahil saja lah yang berpendapat seperti itu!

Akan tetapi Ibnu Taymiah memiliki kamus sendiri! Setiap hadis keutamaan Imam Ali as. adalah batil! Setiap perawi tentang hadis keutamaan Ali adalah kaum jahil dan rafidhah yang dungu!

Adapun para perawi yang membawakan hadis keutamaan musuh-musuh Imam Ali as. adalah pendekar sunnah… adalah para perawi jujur…. Hadis-hadis yang ia bawakan adalah mustaqîm!

Siapakah yang sedang ia tuduh berbohong itu? Apakah para ulama yang meriwayatkannya? Atau siapa?
bukankah ia lah yang sebenarnya si pembohong itu !

13 Tanggapan

  1. Salam ‘alaykum.
    Akan lebih lengkap bila setelah tiap nama-nama perawi hadis yg dibahas di atas, dituliskan juga nama kitab yg ditulis oleh perawi tsb (juga nama/nomor juz/bab).
    Misalnya utk nama perawi Abdur-Razzak Al-Shan’ani, ditulis setelahnya, nama kitabnya. Begitu itu juga utk nama perawi Ibnu Abi Hatim, Ibnu ‘Asakir, Abnu Atsir, Al-Thabrani, Abu Nu’aym, dst.
    Terima kasih atas bantuannya. Salam ‘alaykum.

    Kami Menjawab:

    Insya Allah.

  2. tidak hanya ibnu taimiyyah yang menolak hadits-hadits dari orang-orang syiah. tapi juga Imam syafi’i. Imam syafi’i berkata hadits-hadits kaum syi’ah adalah dusta.

    Kami Menjawab:

    Betapa banyak kepalsuan diatas namakan Imam-imam agung Ahlusunnah…. Saya kok tidak terlalu percaya derngan kutipan dari Imam Syafi’i (RH) sebab:
    (1) Imam Syafi’i sendiri membanggakan beliau juga disebut Syi’ah.
    (2) Para ulama dan imam hadis seperti Imam Bukhari, Imam Muslim dan yang lainnya banyak meriwayatkan dari para perawi yang Syi’ah dan bahkan Rafidhah! Jadi kalau mereka itu para pembohong pasti imam-imam kita tidak akan sudi meriwayatkan hadis Nabi dari mereka.

  3. Ibnu taimiyah wahabi…, hidup khomeini.

  4. kok nggak ada wahabiyyun dan mukallid buta ibnu taymiah yang membantah artikel tentang kebohongan ibnu taymiah diatas ya!

    nasehat saya jangan taqlid buta, dan ghulu kepada ulama… kalo Nabi saw saja -dalam keyakinan wahabi- bisa salah, lalu apa ibnu taymiah tidak bisa terpeleset dan salah dalam agama…

  5. dasar syaithoni…….apakah anda merasa lebih baik dari pada syekh islam ibnu taimiyah……

    Kami menjawab:

    Orang Mukmin lebih afdhal dari orang munafiq! Itu pasti!!

  6. astaghfirullah al adzim……….
    kenapa para ulama’ dihujat…….
    sedangkan kamu tidak berbuat apa-apa untuk islam…….
    melainkan hanya menyebar fitnah…..
    ” bul zam-zam fatu’rof ”

    Kami menjawab:

    Kang assyahid bin ugo kenapa mesti marah-marah? Jawab aja dengan ilmiah biar pera pembaca yang menilai!!

  7. assalamualaikum..

    aduh aduh..
    sudahlah saudara2ku yang terikat dengan syahadat..
    Kaidah yang paling penting adalah : “Merasa PALING BENAR adalah bukti dan penjelasan dari siapa yang PASTI SALAH”.
    Jangan tuding para ulama, jangan hakimi ketetapan Allah azza wa jalla.
    Hormati para imam mutjahid, hormati para imam rawi hadits, hormati para mujaddid, dan lanjutkan perjuangan mereka dengan adab layaknya seorang mukmin.
    Kita kita ini kadang2 berani berhujjah dengan keterbatasan ilmu dan pengetahuan, bahkan dengan bangga menuduh seorang ulama itu salah.. Padahal modal kita hanyalah sebagian kata2 yang kita nukil dari ulama lain..
    Hati2, para ulama yang kita debatkan ini tidak bisa membantu kita masuk surganya Allah.
    Mereka meninggalkan warisan ilmu, dan tiada dari mereka yang mengajak untuk menyelisihi Allah dan RasulNya. TIDAK ADA. Pahamilah fatwa dalam banyak sisi pandang yang berbeda, hasilnya pun juga berbeda..
    Allah swt memang memberikan wahyunya yang bersifat multi tafsir. Jadi jika hasil itjihad para ulama berbeda2, maka sesungguhnya itu semua sudah merupakan Qadha dan Qadarnya.
    Kalau dalam menyikapi perbedaan dalam dienul Islam kita yang mulia, kita senantiasa seperti ini..
    Silahkan saja umat islam terus bermimpi untuk mewujudkan ukhuwah yang solid dan kuat.
    Paling tidak, kita tunggu saja hadirnya Imam Mahdi dan Nabi Isa yang akan meluruskan segalanya diakhir zaman nanti.
    Namun bagi kita yang hidup saat ini, tugas kita adalah senantiasa menjalani iman kita dengan ikhlas.
    Toh yang dibutuhkan untuk menjadi umat Muhammad SAW hanyalah menjalani dan meyakini Rukun islam dan Rukun iman.
    Pegang teguh itu.
    Masalah kontroversi pandangan terhadap tafsir quran dan hadits.. Itulah yang dimaksud dengan area itjihadi. Asal niatnya ikhlas Lillahi ta ‘ala, salah nilainya satu dan benar nilainya 2.
    Ketika Allah sedemikian dermawannya kepada kita..
    Kita malah mempermasalahkannya.
    Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
    Mohon maaf jika saya salah, kesalahan pasti milik saya dan syaitan. Allah dan rasulnya berlepas dari kesalahan saya.

    Wabillahi taufiq.
    Wass

  8. Salam kenal ustad.

    Buat pengikut wahabi/salafy dan pengagum berat Ibnu Taymiah tidk usah marah2 dan berkata yang bukan2. artikel diatas sangat ilmiah apalagi disertai scan dari buku asli Ibnu Taymiah. DIATAS DIBUKTIKAN IBNU TAYMIA BERBOHONG DENGAN MENGATAKAN”

    Kedua: Ini adalah kepalsuan dan tidak tetap. …..

    Akan tetapi tafsir-tafsir batil seperti ini diyakini oleh banyak kaum jahil

    padahal banyak ahli hadis dan ahli tafsir kenamaan ahlussunnah mengatakan sebaliknya, bahkan mesnshahihkan riwayat diatas.

    BUKANKAH ITU BUKTI KEBOHONGAN IBNU TAYMIAH YANG NYATA?

    tugas anda wahai salafi/wahabi yang ghulu dan fanatik buta kepada imam anda itu untuk membuktikan ibnu taymiah berbohong apa tidak. jangan hanya maki2 seperti orang jahil, fitnah2…. apa itu ada bukti SCAN BUKUNYA KOK FITNAH YANG BENAR AJA BUNG !!

  9. “Dan siapa diantara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya adzab yang besar.” [QS. An-Nuur : 11].

  10. wah bagus ni….tapi mestinya harus ditambahkan periwayat hadits tentang ali tersebut dan siapa yang menshahihkannya. trims

  11. tapi jangan-jangan penulis ini orang yang tidak suka sama Ibnu Taimiyah…. orang syiah kalee. buktinya penulis menuliskan nama Ali dengan Imam Ali as. biasanya kan cukup Ali Bin Abi Thalib ra. bukan as. dan biasanya as itu untuk julukan Nabi-Nabi sebelum Nabi Muhammad saw.

    _________
    kami Menjawab:
    Semoga Allah menyelamatkan kita dari bisikan setan terkutuk. Amin.
    Pertama:
    Saudaraku seiman, Apakah kamu keberatan jika kami gelari Ali bin Abi Thalib dengan Imam?
    Mengapa?
    Kedua:menyebut AS setelah menyebut nama mulia Ali ibn Abi Thalib itu sah-sah saja, dan bukan hanya untuk para nabi sebelum Nabi kita saw.! Coba saudara buka Shahih Bukhari, beliau jika menyebut Fatimah putri Nabi saw. dibumbui dengan AS (Alaiha as salam/salam sejahtera semoga tercurah atasnya)
    Wassalam.

  12. ulama difitnah, ulama ditindas.

    Sejak dulu ampe skrg ulama slalu panen fitnah. Anda org islam, jika memang benar ibnu taimiyya membuat kebohongan, maukah anda mendoakannya agar diampuni Allah Subhanahu wa Ta’ala??? Sebab, sungguh Allah saja Maha Pengampun, kenapa anda sebagai makhlukNya tidak memiliki sifat itu??? anda malah menghujat sesama manusia, bukan mendoakannya. Anda tidak khawatir hujatan itu akan berbalik pada anda? Maaf ini sekedar renungan saja kok. Jgn marah yak :)

    Peace ah…lakum dinukum waliya diin

  13. tambahan utnu santoso.
    ga usah nabi2 terdahulu, jika anda peroleh titipan salam sohib anda laki2 / wanita yg melalui teman yg sampaikan langsung ke anda, apa jawab anda? : ‘alaiki / ka wa ‘alaihi / ha salam!!!
    apa temen anda sama dg nabi kok jwb pake as jg?
    soal titel imam, banyak orang dg enteng menerima sebutan imam unt orang dianggap alim seperti imam hanafi, imam maliki, imam syafei, imam hambali, imam gozali, imam ahmad, imam nawawi dll. kenapa berat mengakui imam Ali?
    banyak orang mengakui para wali yg maksudnya adalah waliyulloh seperti wali songo dll. kenapa berat terima Ali adalh wali Allah? bahkan seharusnya malah pemimpin para wali alias : imam !!! beliaulah gerbang kota ilmu kenabian! jd ilmu2 para wali tdk mungkin keluar dr jalur sumbernya.

Tinggalkan Balasan