<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ibnu Taymiah Memalsu Mazhab Salaf</title>
	<atom:link href="http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 13:25:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: fuad</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/#comment-753</link>
		<dc:creator>fuad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 00:31:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=64#comment-753</guid>
		<description>buat akhi ASA :
Blog ini telah menyajikan artikel secara terbuka untuk umum baik ulama maupun jahil bisa ikut bicara, biarkan pembaca yg menilai bobot sanggahan / tulisannya. jadi gak usah harus di forum dg bertatap muka , itu kuno dan banyak makan biaya dan kalo anda pendukung BIN TAIMIYAH tolong hadirkan ulama anda untuk ikut berdiskusi di blog ini. gitu aja kok repot.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>buat akhi ASA :<br />
Blog ini telah menyajikan artikel secara terbuka untuk umum baik ulama maupun jahil bisa ikut bicara, biarkan pembaca yg menilai bobot sanggahan / tulisannya. jadi gak usah harus di forum dg bertatap muka , itu kuno dan banyak makan biaya dan kalo anda pendukung BIN TAIMIYAH tolong hadirkan ulama anda untuk ikut berdiskusi di blog ini. gitu aja kok repot.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: asa</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/#comment-732</link>
		<dc:creator>asa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:45:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=64#comment-732</guid>
		<description>kebodohan menjadikan kita buta. adakala kita baru paham satu dua ayat, satu dua buah hadits, baru paham sekelumit ilmu nahwu shorf dan kepahamannya juga tidak begitu paham amat secara mendetail, menjadikan kita jumawa, sombong, angkuh, mengkalim pendapatnya yang benar. adakala dengan satu dua ayat, satu dua hadits, kita mendebat manusia untuk menunjukkan seolah-olah kita bisa, berilmu, menguji ustadz bahwa ternyata ustadz itu juga tak seberapa berilmu di banding ilmu kita, atau bahkan mengkritisi ulama terdahulu, hingga ijtihad mereka mental, tak berlaku hanya dengan satu, dua ayat atau satu dua hadits itu. mestinya kalau mendebat, dua pihak harus hadir di mahkamah ilmiyah, kemudian ajukan argumennya masing-masing. orang kritis itu kalau ia sendiri mampu mengkritisi dirinya sendiri, baik itu ilmu, amal, keimanan, ketaqwaan, atau keikhlasan. jika kita menyadari betapa banyak kekurangan kita, kita akan merasa malu terhadap diri sendiri, lebih-lebih kepada Alloh. memang benar kata pepatah “semut di seberang laut, akan nampak jelas. sedangkan gajah di pelupuk mata, tidak nampak”.
alau kita mau mendebat imam ibn taymiyyah umapamanya, atau imam-imam dan ulama-ulama lain umpamanya, imam ibn ttaymiyyah dan kitanya harus saling bertatap muka sehingga memungkinkan kita untuk berargumen. la, kalau imamibn taymiyyah sudah tidak ada lagi, ya tidak perlu mendebatnya, apalagi menyalah-nyalahkan dan mencela beliau. kalau ada hal yang baik dan benar, ambillah. dan kalau ada yang kurang tepat, tidak perlu anda mencelanya. kita khawatir, kalau kita mendebat ulama, rasa hormat kita sedikit-demi sedikit akan hilang hingga kita tidak sungkan-sungkan untuk mencelanya.
kelak di akhirat, masing-masing kita tidak akan sempat berpikir untuk berdebat, kita akan sibuk dengan urusan kita masing-masing.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kebodohan menjadikan kita buta. adakala kita baru paham satu dua ayat, satu dua buah hadits, baru paham sekelumit ilmu nahwu shorf dan kepahamannya juga tidak begitu paham amat secara mendetail, menjadikan kita jumawa, sombong, angkuh, mengkalim pendapatnya yang benar. adakala dengan satu dua ayat, satu dua hadits, kita mendebat manusia untuk menunjukkan seolah-olah kita bisa, berilmu, menguji ustadz bahwa ternyata ustadz itu juga tak seberapa berilmu di banding ilmu kita, atau bahkan mengkritisi ulama terdahulu, hingga ijtihad mereka mental, tak berlaku hanya dengan satu, dua ayat atau satu dua hadits itu. mestinya kalau mendebat, dua pihak harus hadir di mahkamah ilmiyah, kemudian ajukan argumennya masing-masing. orang kritis itu kalau ia sendiri mampu mengkritisi dirinya sendiri, baik itu ilmu, amal, keimanan, ketaqwaan, atau keikhlasan. jika kita menyadari betapa banyak kekurangan kita, kita akan merasa malu terhadap diri sendiri, lebih-lebih kepada Alloh. memang benar kata pepatah “semut di seberang laut, akan nampak jelas. sedangkan gajah di pelupuk mata, tidak nampak”.<br />
alau kita mau mendebat imam ibn taymiyyah umapamanya, atau imam-imam dan ulama-ulama lain umpamanya, imam ibn ttaymiyyah dan kitanya harus saling bertatap muka sehingga memungkinkan kita untuk berargumen. la, kalau imamibn taymiyyah sudah tidak ada lagi, ya tidak perlu mendebatnya, apalagi menyalah-nyalahkan dan mencela beliau. kalau ada hal yang baik dan benar, ambillah. dan kalau ada yang kurang tepat, tidak perlu anda mencelanya. kita khawatir, kalau kita mendebat ulama, rasa hormat kita sedikit-demi sedikit akan hilang hingga kita tidak sungkan-sungkan untuk mencelanya.<br />
kelak di akhirat, masing-masing kita tidak akan sempat berpikir untuk berdebat, kita akan sibuk dengan urusan kita masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Khomeni</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/#comment-728</link>
		<dc:creator>Khomeni</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 16:10:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=64#comment-728</guid>
		<description>Blog ini BUKAN mencari KEBENARAN....TAPI mencari AIB!
Mencari KORENG! yang BAU-BAU dicari!

semoga kelak Allah SWT yg akan membuka aib pemilik koreng/blog ini kelak..amiin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini BUKAN mencari KEBENARAN&#8230;.TAPI mencari AIB!<br />
Mencari KORENG! yang BAU-BAU dicari!</p>
<p>semoga kelak Allah SWT yg akan membuka aib pemilik koreng/blog ini kelak..amiin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ABU NAUFAL</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/#comment-671</link>
		<dc:creator>ABU NAUFAL</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 11:59:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=64#comment-671</guid>
		<description>Semoga Alloh membalas pahala yang besar untuk Syaikh Ibnu Taimiyyah dan semoga Alloh memburukkan wajah orang-orang yang menfitnah beliau... Ya Robb, hamba mencintai Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan berlepas diri dari orang-orang yang mencelanya.. sungguh ash-shogir menganggap dirinya lebih mulia dari Syaikhul Islam... Wallohu Musta&#039;a,

____________________
&lt;strong&gt;
Kami Menjawab:&lt;/strong&gt;
Saudaraku, mengapa anda begitu menutup pikiran sehat anda dengan tidak mau mencoba mengklarifikasi informasi yang kami sajikan. Anggap kami ini orang-orang fasik yang datang membawa berita, bukankah Al Qur&#039;an mengajarkan agar kita mengecek kebenaran atau kepalsuan berita itu?!
Sikap itu akan lebih baik dari pada sikap maraah-marah dan menuduh-nuduh ini dan itu!

Tetapi kami yakin bahwa memang hanya itu kemampuan para pemuja dan pentaqlid buta Ibnu Taymiah yang mereka gelari dengan  tanpa kefahaman akan maknanya dengan Syeikhul Islam!

Akhi kalau memang anda termasuk ahli ilmu bantah aja tulisan kami! Buktikan mana dari tulisan kami yang menfitnah?&lt;strong&gt;
Wassalam atas yang mengikuti hidayah Allah.&lt;/strong&gt; </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga Alloh membalas pahala yang besar untuk Syaikh Ibnu Taimiyyah dan semoga Alloh memburukkan wajah orang-orang yang menfitnah beliau&#8230; Ya Robb, hamba mencintai Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan berlepas diri dari orang-orang yang mencelanya.. sungguh ash-shogir menganggap dirinya lebih mulia dari Syaikhul Islam&#8230; Wallohu Musta&#8217;a,</p>
<p>____________________<br />
<strong><br />
Kami Menjawab:</strong><br />
Saudaraku, mengapa anda begitu menutup pikiran sehat anda dengan tidak mau mencoba mengklarifikasi informasi yang kami sajikan. Anggap kami ini orang-orang fasik yang datang membawa berita, bukankah Al Qur&#8217;an mengajarkan agar kita mengecek kebenaran atau kepalsuan berita itu?!<br />
Sikap itu akan lebih baik dari pada sikap maraah-marah dan menuduh-nuduh ini dan itu!</p>
<p>Tetapi kami yakin bahwa memang hanya itu kemampuan para pemuja dan pentaqlid buta Ibnu Taymiah yang mereka gelari dengan  tanpa kefahaman akan maknanya dengan Syeikhul Islam!</p>
<p>Akhi kalau memang anda termasuk ahli ilmu bantah aja tulisan kami! Buktikan mana dari tulisan kami yang menfitnah?<strong><br />
Wassalam atas yang mengikuti hidayah Allah.</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bakhtiar</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/#comment-605</link>
		<dc:creator>Bakhtiar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 09:17:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=64#comment-605</guid>
		<description>insyaAllah kebaikan Ibnu Taimiyah semakin bertambah dengan hujatan musuh-musuh kebenaran yang beliau perjuangkan. dan sebaiknya anda bertaubat dari hujatan-hujatan yang tak berdasarkan ilmu itu. ini adalah nasehat dari saudaramu yang cinta kebaikan untuk dirimu sebagaimana ia suka untuk dirinya. wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>insyaAllah kebaikan Ibnu Taimiyah semakin bertambah dengan hujatan musuh-musuh kebenaran yang beliau perjuangkan. dan sebaiknya anda bertaubat dari hujatan-hujatan yang tak berdasarkan ilmu itu. ini adalah nasehat dari saudaramu yang cinta kebaikan untuk dirimu sebagaimana ia suka untuk dirinya. wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad AlBaqir</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/#comment-568</link>
		<dc:creator>Muhammad AlBaqir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 22:29:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=64#comment-568</guid>
		<description>Shalawat atas Muhammad dan AhlulBaitnya.....
Penulis Blog semoga anda dirahmati Alloh, akal picik kalian akan dituntut oleh AmirulMu&#039;minin Alaihi Salam di akhirat kelak,  menghina ulama, memfitnah seorang fuqaha&#039;, meskipun Imam Taqiyuddin rahimahullah seorang pembesar sunni yang mulia, anda tidak boleh semena-mena menghina beliau, menghina murid-muridnya, ataupun keluarganya, anda telah mencoreng muka AhlulBait yang selalu berakhlak mulia walaupun kpd orang yang dianggap musuh, wajar jika beliau terjatuh dalam kesalahan, namun bukankah sebaiknya anda mendoakannya dengan kebaikan....tunggu hari yang dijanjikan  nanti, Imam &#039;Ali yang akan menuntut kalian!!

&lt;strong&gt;Kami Menjawab:&lt;/strong&gt; 
Akhi fillah (hhadakallahu Ilal haq), apa anta sudah mengecek apa yang kami cantumkan sehingga anta gegebah mengatakannya fitnah?! mana tabayyun anta?
Apa anta tidak siap menyanksikan pujaan anta ternyata separah itu kualitasnya?!
&lt;strong&gt;Wassalam.&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Shalawat atas Muhammad dan AhlulBaitnya&#8230;..<br />
Penulis Blog semoga anda dirahmati Alloh, akal picik kalian akan dituntut oleh AmirulMu&#8217;minin Alaihi Salam di akhirat kelak,  menghina ulama, memfitnah seorang fuqaha&#8217;, meskipun Imam Taqiyuddin rahimahullah seorang pembesar sunni yang mulia, anda tidak boleh semena-mena menghina beliau, menghina murid-muridnya, ataupun keluarganya, anda telah mencoreng muka AhlulBait yang selalu berakhlak mulia walaupun kpd orang yang dianggap musuh, wajar jika beliau terjatuh dalam kesalahan, namun bukankah sebaiknya anda mendoakannya dengan kebaikan&#8230;.tunggu hari yang dijanjikan  nanti, Imam &#8216;Ali yang akan menuntut kalian!!</p>
<p><strong>Kami Menjawab:</strong><br />
Akhi fillah (hhadakallahu Ilal haq), apa anta sudah mengecek apa yang kami cantumkan sehingga anta gegebah mengatakannya fitnah?! mana tabayyun anta?<br />
Apa anta tidak siap menyanksikan pujaan anta ternyata separah itu kualitasnya?!<br />
<strong>Wassalam.</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: geng pembunuh malam</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/#comment-516</link>
		<dc:creator>geng pembunuh malam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 13:25:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=64#comment-516</guid>
		<description>*benar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>*benar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: geng pembunuh malam</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/#comment-515</link>
		<dc:creator>geng pembunuh malam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 13:24:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=64#comment-515</guid>
		<description>syehhh teliti apa yang anada kata..kalo anta tak teliti anda bakal tanggung dosa dgn apa yang enta buat..jika ianyer tidak ben
ana hormat ulama..ulamak bukan ma&#039;sum...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syehhh teliti apa yang anada kata..kalo anta tak teliti anda bakal tanggung dosa dgn apa yang enta buat..jika ianyer tidak ben<br />
ana hormat ulama..ulamak bukan ma&#8217;sum&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rofi</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/#comment-512</link>
		<dc:creator>rofi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 09:30:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=64#comment-512</guid>
		<description>dari Abu Hurairah, bahwasanya Rosulullah bersabda: &quot;Rabb kalian turun ke langit dunia setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. siapa yang minta kepada-Ku, maka akan Aku berikan, dan siapa yang memohon ampun pada-Ku, maka akan Aku ampuni.&quot; (HR. Bukhari dan Muslim)

para salaf (yang menurut orang2 NU dan awam disebut dengan wahabi), siafat turunnya Alloh ini adalah hakiki. mereka beriman dan membenarkannya meskipun amat sulit ditangkap panca indera dan logika, tanpa men-tahrif (mempertanyakan bagaimana), men-ta&#039;thil (menafikan), men-takwil (menyelewengkan) dan men-tamtsil (menyerupakan dengan makhluk).

syubhat yang sering mengalir, &quot;meyakini bahwa Alloh turun artinya meyerupakan-Nya dengan makhluk&quot; dengan dalil: &quot;Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Alloh.&quot; (QS. asy-Syura:11)

anehnya, mereka melewatkan lanjutan ayat tersebut: &quot;...dan Dia lah yang maha Mendengar dan Maha melihat.&quot; (QS. asy-Syura:11)

dalam ayat tersebut ada sifat Alloh Maha mendengar dan melihat. kita tanyakan, apakah pendengaran dan penglihatan Alloh sama dengan pendengaran dan penglihatan manusia??? jawabnya adalah tidak, dan kita tetap meyakini sifat2 tersebut.

karena itu, sikap yang seharusnya adalah mengimani bahwa Alloh turun, tapi turunnya Alloh berbeda dengan turunnya makhluk. entah bagaimana kita tidak boleh mempertanyakan maupun membayangkan. tidak menafikan dan tidak meyerupakan dengan makhluk.

jika maknanya ditakwilkan menjadi turunnya rahmat, barokah dan ampunan, maka tidak seharusnya Rosulullah menggunakan kata &quot;Rabb&quot;.

saya kira, tidak ada jalan bagi orang2 yang hendak menentang keshahihan hadits di atas karena hadits di atas derajatnya mutawatir. ada sekitar 31 orang sahabat yang meriwayatkannya, di antaranya: Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah, ibnu Mas&#039;ud, Jabir bin Abdullah, Abu Sa&#039;id al-Khudri dan lainnya
&lt;strong&gt;
Kami Menjawab:&lt;/strong&gt;
Mas rofi, setelah sabar membaca komentar anda saya kok melihat belum menyentuh inti masalahnya... apa salah saya mengatakan bahwa Ibnu Taymiah itu memalsu atas nama Salaf?

Masalah hadis Abu Hurairah, anda katakan bahwa sifat turun itu hakiki, apa maksudnya? Tolong terangkan makna kata &lt;em&gt;nazala&lt;/em&gt; itu apa dalam bahasa Arab.

Masalah pemaknaan beberapa ayat yang anda sebutkan, tolong diteliti kembali mas, biar pasti dan tidak terjebak dalam &lt;em&gt;man fassaral Qur&#039;ana Bi ra&#039;yihi.&lt;/em&gt; Dan saya sarankan agar anda juga mau meneliti dalil-dalil mereka yang tidak sependepat dengan pandangan yang sementara ia anda yakini.
Lalu hadis itu anda katakan mutawatir apa buktinya? Siapa di antara ulama yang mengatakannya? Di kitab apa saya bisa temukan? 
Makasih ya mas. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dari Abu Hurairah, bahwasanya Rosulullah bersabda: &#8220;Rabb kalian turun ke langit dunia setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. siapa yang minta kepada-Ku, maka akan Aku berikan, dan siapa yang memohon ampun pada-Ku, maka akan Aku ampuni.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>para salaf (yang menurut orang2 NU dan awam disebut dengan wahabi), siafat turunnya Alloh ini adalah hakiki. mereka beriman dan membenarkannya meskipun amat sulit ditangkap panca indera dan logika, tanpa men-tahrif (mempertanyakan bagaimana), men-ta&#8217;thil (menafikan), men-takwil (menyelewengkan) dan men-tamtsil (menyerupakan dengan makhluk).</p>
<p>syubhat yang sering mengalir, &#8220;meyakini bahwa Alloh turun artinya meyerupakan-Nya dengan makhluk&#8221; dengan dalil: &#8220;Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Alloh.&#8221; (QS. asy-Syura:11)</p>
<p>anehnya, mereka melewatkan lanjutan ayat tersebut: &#8220;&#8230;dan Dia lah yang maha Mendengar dan Maha melihat.&#8221; (QS. asy-Syura:11)</p>
<p>dalam ayat tersebut ada sifat Alloh Maha mendengar dan melihat. kita tanyakan, apakah pendengaran dan penglihatan Alloh sama dengan pendengaran dan penglihatan manusia??? jawabnya adalah tidak, dan kita tetap meyakini sifat2 tersebut.</p>
<p>karena itu, sikap yang seharusnya adalah mengimani bahwa Alloh turun, tapi turunnya Alloh berbeda dengan turunnya makhluk. entah bagaimana kita tidak boleh mempertanyakan maupun membayangkan. tidak menafikan dan tidak meyerupakan dengan makhluk.</p>
<p>jika maknanya ditakwilkan menjadi turunnya rahmat, barokah dan ampunan, maka tidak seharusnya Rosulullah menggunakan kata &#8220;Rabb&#8221;.</p>
<p>saya kira, tidak ada jalan bagi orang2 yang hendak menentang keshahihan hadits di atas karena hadits di atas derajatnya mutawatir. ada sekitar 31 orang sahabat yang meriwayatkannya, di antaranya: Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah, ibnu Mas&#8217;ud, Jabir bin Abdullah, Abu Sa&#8217;id al-Khudri dan lainnya<br />
<strong><br />
Kami Menjawab:</strong><br />
Mas rofi, setelah sabar membaca komentar anda saya kok melihat belum menyentuh inti masalahnya&#8230; apa salah saya mengatakan bahwa Ibnu Taymiah itu memalsu atas nama Salaf?</p>
<p>Masalah hadis Abu Hurairah, anda katakan bahwa sifat turun itu hakiki, apa maksudnya? Tolong terangkan makna kata <em>nazala</em> itu apa dalam bahasa Arab.</p>
<p>Masalah pemaknaan beberapa ayat yang anda sebutkan, tolong diteliti kembali mas, biar pasti dan tidak terjebak dalam <em>man fassaral Qur&#8217;ana Bi ra&#8217;yihi.</em> Dan saya sarankan agar anda juga mau meneliti dalil-dalil mereka yang tidak sependepat dengan pandangan yang sementara ia anda yakini.<br />
Lalu hadis itu anda katakan mutawatir apa buktinya? Siapa di antara ulama yang mengatakannya? Di kitab apa saya bisa temukan?<br />
Makasih ya mas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: maya</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2008/05/04/ibnu-taymiah-memalsu-mazhab-salaf/#comment-508</link>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 03:19:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/?p=64#comment-508</guid>
		<description>ITULAH GAYA WAHABI

AWAS WAHAYA LATEN WAHABI</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ITULAH GAYA WAHABI</p>
<p>AWAS WAHAYA LATEN WAHABI</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
