<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ibnu Taymiyah Berbohong Atas Nama Sahabat dalam Mengutamakan Abu Bakar &amp; Umar atas Imam Ali as. (4)</title>
	<atom:link href="http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 14:42:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: M Anwar Syaddad</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-739</link>
		<dc:creator>M Anwar Syaddad</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 07:57:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-739</guid>
		<description>sdr2 ku... yang dirahmati Allah.Amien
 Agama kita sgh indah dengan adanya perdebatan ini,tp tolong ingat sdrku bhwa kita tdk boleh mengkafirkan suatu kaum atau seseorang selagi dia beriman kpd ALLAH dan nabi Muhammad SAW. Para ulama tlh byk mengomentari Ibnu Taymiyah,tetapi Jumhur/mu&#039;tamad ulama tdk mengkafirkan ibnu taimiyah...walaupun byk terdapat  pendapat2 ibnu taimiyah yang Marjuh/tidak dibenarkan.wasslm</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sdr2 ku&#8230; yang dirahmati Allah.Amien<br />
 Agama kita sgh indah dengan adanya perdebatan ini,tp tolong ingat sdrku bhwa kita tdk boleh mengkafirkan suatu kaum atau seseorang selagi dia beriman kpd ALLAH dan nabi Muhammad SAW. Para ulama tlh byk mengomentari Ibnu Taymiyah,tetapi Jumhur/mu&#8217;tamad ulama tdk mengkafirkan ibnu taimiyah&#8230;walaupun byk terdapat  pendapat2 ibnu taimiyah yang Marjuh/tidak dibenarkan.wasslm</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Mr. Han</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-736</link>
		<dc:creator>Mr. Han</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 19:48:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-736</guid>
		<description>Sebelumnya maaf klo kurang relevan.. saya gak memihak..dan gak bisa juga menilai soal ibn taymiah.. hanya saya sedih melihat cekcok sana cekcok sini.. melihatnya jd jelas knapa umat Islam terpuruk.. masing2 berargument seolah2 pernah tinggal di masa lalu ketika apa yg diperdebatkan berlangsung... siapa yg bisa menjamin 100% apa yg ia ketahui adalah yg paling benar, sungguh kita bukan mahluk yg Maha mengetahui.. seandainya bisa silahkan anda mengatakan si A berdusta n si B yg benar... tapi kita semua cm manusia yg tak mungkin tak pernah salah... admin blog ini pasti pernah salah, saya pun sering salah, yg mendukung n kontra blog ini pun pasti pernah salah.. saya khawatir perdebatan seperti ini secara terbuka hanya membuat orang kafir mentertawakan kita.. dan orang awam jadi bingung harus percaya yg mana dan jika orang yg dekat dgn Nabi Muhamad SAW n dianggap sebagai contoh yg baik, penuh kesalahan...  dan imannya terhadap Islam bisa luntur.. saya mendukung apabila kebenaran diungkapkan... tapi saran saya janganlah menggunakan Blog... gunakan forum diskusi di suatu tempat... yg dihadiri orang2 yg berilmu... krn klo di blog semua orang bisa membaca... mungkin saudara admin ingin agar semua orang tahu... tapi saran saya biarlah ini menjadi pembicaraan kita kaum muslimin.. sec.personal.. soal syiah, sunni, ahlusunnah DLL. adakah dalam Al Qur&#039;an dan Hadist yg pernah menyebut Islam A atau B..??? apa yg saya amati pengelompokan mahzab, aliran dll membuat orang menjadi cenderung membenarkan kelompoknya dan menyalahkan kelompok lain... siapakah yg berani mengangkat tangannya bahwa dia sudah pasti masuk surga..? hanya Allah SWT yg tahu..jika perlu bertengkar, bertengkarlah dgn yg pasti salah, yaitu orang yg tidak percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT, dan Muhamad Rosul Allah..  perbedaan itu wajar tapi santun itu wajib.. mohon maaf bila tidak berkenan... :) peace..!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya maaf klo kurang relevan.. saya gak memihak..dan gak bisa juga menilai soal ibn taymiah.. hanya saya sedih melihat cekcok sana cekcok sini.. melihatnya jd jelas knapa umat Islam terpuruk.. masing2 berargument seolah2 pernah tinggal di masa lalu ketika apa yg diperdebatkan berlangsung&#8230; siapa yg bisa menjamin 100% apa yg ia ketahui adalah yg paling benar, sungguh kita bukan mahluk yg Maha mengetahui.. seandainya bisa silahkan anda mengatakan si A berdusta n si B yg benar&#8230; tapi kita semua cm manusia yg tak mungkin tak pernah salah&#8230; admin blog ini pasti pernah salah, saya pun sering salah, yg mendukung n kontra blog ini pun pasti pernah salah.. saya khawatir perdebatan seperti ini secara terbuka hanya membuat orang kafir mentertawakan kita.. dan orang awam jadi bingung harus percaya yg mana dan jika orang yg dekat dgn Nabi Muhamad SAW n dianggap sebagai contoh yg baik, penuh kesalahan&#8230;  dan imannya terhadap Islam bisa luntur.. saya mendukung apabila kebenaran diungkapkan&#8230; tapi saran saya janganlah menggunakan Blog&#8230; gunakan forum diskusi di suatu tempat&#8230; yg dihadiri orang2 yg berilmu&#8230; krn klo di blog semua orang bisa membaca&#8230; mungkin saudara admin ingin agar semua orang tahu&#8230; tapi saran saya biarlah ini menjadi pembicaraan kita kaum muslimin.. sec.personal.. soal syiah, sunni, ahlusunnah DLL. adakah dalam Al Qur&#8217;an dan Hadist yg pernah menyebut Islam A atau B..??? apa yg saya amati pengelompokan mahzab, aliran dll membuat orang menjadi cenderung membenarkan kelompoknya dan menyalahkan kelompok lain&#8230; siapakah yg berani mengangkat tangannya bahwa dia sudah pasti masuk surga..? hanya Allah SWT yg tahu..jika perlu bertengkar, bertengkarlah dgn yg pasti salah, yaitu orang yg tidak percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT, dan Muhamad Rosul Allah..  perbedaan itu wajar tapi santun itu wajib.. mohon maaf bila tidak berkenan&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  peace..!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ndra</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-723</link>
		<dc:creator>ndra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 10:59:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-723</guid>
		<description>Heran saya dizaman informasi kini masih ada saja yang percaya dengan ajaran yang disponsori oleh keluarga Saud. Masih belum tahu apa siapa nenek moyang mereka ? Kalau mereka tahu bahwa Saud itu Yahudi bagaimana ? Paham Wahabi - Salafi itu berasal dari Yahudi Arabia sadarkah kalian ? 

Bukannya para ulama Wahabi -  Salafi membuka kedok mereka sendiri malah menuduh ajaran Ahlil Bait Nabi hasil dari seorang Yahudi ... ketahuilah justru ajaran Wahabi - Salafi itu berasal dari Saudi yang Yahudi dan M. Abdul Wahhab yang juga Yahudi dan ini berasal dari kajian temporer akan siapa sebenarnya keluarga Saudi dan M A Wahhab oleh jurnalis Arab yang di bunuh oleh pihak yang tak bertanggung jawab.... Jadi sadarlah muslimin Indonesia sebelum nyawa dikrongkongan kita sekalian ... Allahumma sholli &#039;ala Muhammad wa ali Muhammad .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Heran saya dizaman informasi kini masih ada saja yang percaya dengan ajaran yang disponsori oleh keluarga Saud. Masih belum tahu apa siapa nenek moyang mereka ? Kalau mereka tahu bahwa Saud itu Yahudi bagaimana ? Paham Wahabi &#8211; Salafi itu berasal dari Yahudi Arabia sadarkah kalian ? </p>
<p>Bukannya para ulama Wahabi &#8211;  Salafi membuka kedok mereka sendiri malah menuduh ajaran Ahlil Bait Nabi hasil dari seorang Yahudi &#8230; ketahuilah justru ajaran Wahabi &#8211; Salafi itu berasal dari Saudi yang Yahudi dan M. Abdul Wahhab yang juga Yahudi dan ini berasal dari kajian temporer akan siapa sebenarnya keluarga Saudi dan M A Wahhab oleh jurnalis Arab yang di bunuh oleh pihak yang tak bertanggung jawab&#8230;. Jadi sadarlah muslimin Indonesia sebelum nyawa dikrongkongan kita sekalian &#8230; Allahumma sholli &#8216;ala Muhammad wa ali Muhammad .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad AlBaqir</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-702</link>
		<dc:creator>Muhammad AlBaqir</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 22:54:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-702</guid>
		<description>Assalamualaikum, alhamdulillah allohumma shalli ala Muhammad wa ala alihi aththahirin.....
Untuk anda wahai ayatulloh...jika anda menanyakan apakah hujjah2 itu shahih maka silahkan anda! anda sendiri membuka Siyar Alamin Nubala&#039; dan baca ungkapan AdzDzahabi atas ucapan2 Imam Shadiq Alaihi Salam atas kemutawatirannya, saya menyangka sudah barang tentu anda akan menolaknya karena disinilah salah satu titik perbenturan antara kita dengan ahlu sunnah ; para rijal hadits mereka matruk disisi kita dan merekapun menganggap para rijal hadits kita matruk disisi mereka, apakah anda akan menganggap mereka akan menerima Zurarah Ibn A&#039;yun...? tidak!! atau apakah mereka akan menerima Ishaq Ibn &#039;Ammar? mereka akan membuangnya...!! Jikapun mereka mengakui salah satu rijal hadits kita, niscaya mereka akan mengatakan bahwa banyak hadits palsu mengatasnamakan perawi tsb, contohnya adalah Kumail Ibn Ziyad AnNakha&#039;i, mereka menyebutnya ; &quot;seorang pribadi mulia yang ditaati dikalangan kaumnya, salah seorang generasi tabi&#039;in yang berstatus tsiqah ( terpercaya )&quot; ( lih. atsTsiqaat oleh Ibnu Hibban vol.5 hal 341) , namun lihatlah....meski diakui ketsiqahannya tidak ada ahlu sunnahpun yang membaca doa yang dirawikannya dari Imam &#039;Ali Alaihi Salam setiap malam jum&#039;at...karena mereka tahu bahwa doa tersebut adalah hanya dinasabkan kepadanya........bukan asli dari Ali Ibn Abi Thalib Alaihi Salam, salah seorang khalifah Rasyidin yang wajib ditaati dan salah satu menantu Nabi yang wajib dicintai...
Ayatullah.... bahkan hadits &quot;Ana MadinatulIlm wa Ali Baabuha&quot; sendiri maudhu&#039; dikalangan mereka.... jadi sama saja... kita saling menolak karena walaupun dibuktikan bahwa ucpan2 diatas shahih...anda pasti akan menolaknya..jika menerima...konsekwuensinya amat mahal...anda harus mengakui bathilnya aqidah Imamah dan Wilayah....Karena merekapun meyakini bahwa semua ucapan2 Imam AhlulBait yang ada di kitab2 kita banyak dipalsu....Inipun jika anda seorang Syi&#039;i, karena dalam jawaban anda terhadap Penulis Bebas tatkala ia menunjukkan hujjah dari kitab AsySyafi anda mengatakan &quot;itu sih urusan orang syi&#039;ah, biar mereka membantahnya!&quot; seakan-akan anda bukan dari syi&#039;ah
Untuk Acep Sunaryo...Afwan ya akhi...ana bukannya tidak mau muncul, tapi bukankah sebelum mengomentari suatu wacana perlu ilmu...dan kesempatan tidak selalu datang...ana perlu membuka beberapa literatur baik dari Sunni maupun Syi&#039;i, maupun karena kemarin ana banyak safar dalam beberapa hari...sekaligus ada peringatan Isytisyhad Imam &#039;Ali Hadi Alihisalam....
Untuk Putri Malu....
Semoga anda senantiasa teguh diatas jalan para sayyidah AhlulBait Nabi dan menjaga terus rasa malu yang merupakan bagian dari iman dan qudwah para wanita suci keluarga Nabi ......
1. Apakah dalam peristiwa Badr maksud anda? atau peristiwa Uhud? Di Badr Alloh memenangkan RasulNya dan di Uhud Alloh menempatkan Hamzah Alaihi Salam dalam Kasih AbadiNya sekaligus peringatan bagi para penentang saran suci Rasul....bahwa mereka akan kalah dan binasa walau menentang satu dua perintah...Ya Ukhti , Nabi juga manusia biasa akan tetapi beliau adalah alma&#039;shum, beliau sendiri terbiasa bermusyawarah mengenai peperangan yang akan terjadi, bukankah Nabi sendiri bersabda ; &quot;Peperangan adalah tipu daya&quot; 
2.  Sahabat juga manusia biasa sama seperti anda, hal ini adalah hikmah bahwa hanya Nabi yang ma&#039;shum dan mereka bisa saja berbuat salah dalam penentangan ini, toh pasukan Usamah Alaihi Salam tetap berangkat dan derajat para sahabat disisi Alloh tidak berkurang...
3.Umar Alaihi Salam tidak setuju Nabi diambilkan kertas dan pena, hal ini juga disayangkan para ahli sirah ahlu sunnah, akan tetapi mereka lalu mengambil hal yang muhkam karena Nabi sendiri secara implisit telah menerangkan apa yang akan beliau tulis ; &quot;Panggilkan Abu Bakar dan anaknya agar tidak ada lagi yang berhasrat menempati kedudukan itu dan berangan2 mendapatkannya&quot; lalu beliau bersabda ; &quot;Alloh dan kaum mu&#039;minin enggan kecuali Abu Bakar&quot; ( Musnad Ahmad Ibn Hanbal 6/106 ) hal ini juga terbukti bahwa AshShiddiq-lah yang menjadi Imam shalat selama Nabi sakit, sementara kita memegang perkara mutasyabih dengan mengatakan bahwa Nabi sebenarnya akan menuliskan wasiat khilafah pada Imam Ali, jika kita tetap ngotot mengatakan bahwa wilayah Imam yang akan dituliskan, berarti kita menganggap Nabi telah gagal menyampaikan perkara penting itu hanya karena ulah Umar, sebegitu lemahkah Nabi sehingga tak mampu menyampaikan Imamah yang begitu penting ini!!?? Jika tidak, mengapa kita terus2an ngotot bahwa Tragedi Hari Kamis itu adalah awal dirampasnya imamah, mengapa Imam Ali Haidar Bani Hasyim tidak berusaha dengan keras agar perkara itu nampak dengan cara masuk menemui Nabi dengan kertas dan pena guna mematenkan haknya setelah para sahabat diusir keluar oleh nabi? Bukankah beliau kerabat terdekat yang bebas keluar masuk alhujrah? Ya Ukhti…Imam bahkan membaiat AshShiddiq meski terlambat, alangkah lemahnya Imam disisi kita karena tidak mau menuntut haknya sampai berlalu tiga khalifah dan beliau naik menjadi khalifah…apakah anda tega mengatakan hal yang demikian? Ya Ukhti Umar sendiri mengatakan hal yang demikian karena khawatir akan kondisi Nabi......
4.Benar..., dan saya beriman kepada ayat2 Alloh...,  akan tetapi para shahabat meskipun dalam kesalahannya tetap mendapatkan derajat keridhaan Alloh dan diampuni ( atTaubah ; 100 ) akan tetapi kita yang terlalu kurang ajar mengumbar-umbar kesalahan dan fitnah atas mereka.... apakah Alloh memilihkan sahabat untuk Nabinya yang pantas untuk dihina? Mereka melakukan hal ketaatan, sedikit penentangan, maupun yang lainnya, adalah contoh bagi kita, agar kita mengambil pelajaran apakah kita taat pada Nabi atau menentangnya dan agar kita tidak menghina mereka, Alloh mensegel kedudukan mereka dengan keridhoan dan ampunanNya karena mereka dijadikanNya hanya sebagai contoh semata karena kebaikan mereka juga sangat luar biasa dan menutupi kesalahan mereka , selebihnya mereka adalah pribadi2 mulia generasi Nabi... Dalam AlQur’an, ada contoh istri2 Nuh dan Luth Alaihima Salam yang dicontohkan sebagai pelaku kemusyrikan dan durhaka pada perintah Ilahi mereka terus dijadikan contoh sebagai yang jelek karena tidak ada hujjah lain yang menerangkan mereka diampuni dan diridhai , adapaun para sahabat? Dalam Kitabullah…dalam hadits2 Nabawi…seabrek keutamaan ditemui dan ancaman keras bagi para pencela mereka… 
5.Sebutkan referensi anda mengenai hal ini....saya yakin anda mengambilnya dari buku2 karangan sejarawan kita, anda bisa baca ungkapan senada dalam buku Teladan Abadi Imam &#039;Ali KW terbitan AlHuda...namun dalam buku2 ahlu sunnah..ungkapan demikan adakah? 
6.Itulah, Sayyidah A&#039;isyah lalu menyesali dirinya dan selalu menangis, ini adalah ujian bagi kaum muslimin apakah taat kepada Alloh dan RasulNya dengan menaati Imam Ali ( ulil Amri ) atau menaati Ibunda mereka walaupun salah? Tentunya , Imam &#039;Ali sendiri menyadari betul bahwa ini adalah ujian dari Alloh baginya dan kaum muslimin, karenanya pasca pertempuran beliau memulangkan Ibunda kita ke Madinah dengan penghormatan yang luar biasa seraya &quot;menyegel&quot; kedudukannya dengan ungkapan; &quot;Dan baginya kehormatan sebagaimana sebelumnya ( istri Rasul di dunia dan akhirat yang wajib dihormati dan dicintai ) , dan hisabnya terserah kepada Alloh&quot; ( NahjulBalaghah juz 2 hal 48 ), Imam.., dalam kapasitasnya sebagai AlQur’an Nathiq ( AlQur’an yang berbicara ) menyadari betul maksud firman Alloh ; “Nabi lebih utama bagi mu’min daripada diri mereka, dan istri2 beliau adalah ibu2 mereka” ( AlAhzab ; 6 ) , adapun kita… luar biasa!! Menyalahkan terus menerus ijtihad ibunda kita yang salah dan telah diberi amnesty oleh Alloh, juga Imam Ali sendiri yang mengalami akibat kesalahannya… ibunda kita…beliau tetap ibunda kita…Assalamu alaiki ya Humaira’… 
7.Semoga Alloh melaknati para pembunuh Imam Husain Alaihi Salam..!!!, beliau memang sangat tidak layak dibunuh, ...yang senang dengan pembunuhan beliau adalah zindiq dan kafir, apakah anda menyalahkan ahlu sunnah yang anda sebut sebagai Nashibah sebagai pembunuh beliau? Bukankah beliau sendiri menerangkan siapa pembunuh beliau dalam ungkapan ; &quot; Akan tetapi betapa tergesa-gesanya kalian mengambil baiat kami seperti burung duba&#039; dan seperti baiat rayap, kemudian kalian merusaknya dengan kejahilan dan kesesatan kalian!!&quot; atau ungkapan beliau ; &quot;Merekalah yang mengundang kami untuk memberi pembelaan pada kami lantas mereka memusuhi kami dan membunuh kami&quot; ( AlIhtijaaj hal. 145 - 146 ) Saya ingin bertanya siapa kepada anti apa maksud beliau dengan ungkapan &quot;Merekalah yang mengundang kami...&quot;? 
9. Sebutkan sumbernya, saya memang membaca ungkapan senada dalam alMurajaat karya Ayatullah Syarafuddin maupun atsar Amr Ibn Ash....., saya meminta referensi yang lebih...utamanya dari ahlu sunnah... 
Ya Ukhti, dalam penulisan sejarah ada yang dinamakan manhaj taqmisy, dimana para sejarawan tak peduli dan menulis sejarah apa saja yang mereka dengar...ini satu faidah untuk anti....
Shollu ala Muhammad wa ala aali Muhammad….

______________________
&lt;strong&gt;
Kami Jawab:&lt;/strong&gt;

Sobatku M. baqir, saya harap kamu tidak gegebah mengatakan sesuatu sebelum memastikannya... hadis yang kamu katakan palsu itu, apa bisa kamu buktikan? Siapa yang mengatakannya? dan apa alasannya?
Setau saya banyak parawi Syi&#039;ah (yang juga diakui kesyiahannya oleh ulama Ahlu Sunnah) juga dipakai oleh ahli hadis Ahlu Sunnah! Bukankah begitu sobat?!
Komen lainnya biar ditanggapi oleh masing-masing yang kamu tuju.
Syukran.  </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum, alhamdulillah allohumma shalli ala Muhammad wa ala alihi aththahirin&#8230;..<br />
Untuk anda wahai ayatulloh&#8230;jika anda menanyakan apakah hujjah2 itu shahih maka silahkan anda! anda sendiri membuka Siyar Alamin Nubala&#8217; dan baca ungkapan AdzDzahabi atas ucapan2 Imam Shadiq Alaihi Salam atas kemutawatirannya, saya menyangka sudah barang tentu anda akan menolaknya karena disinilah salah satu titik perbenturan antara kita dengan ahlu sunnah ; para rijal hadits mereka matruk disisi kita dan merekapun menganggap para rijal hadits kita matruk disisi mereka, apakah anda akan menganggap mereka akan menerima Zurarah Ibn A&#8217;yun&#8230;? tidak!! atau apakah mereka akan menerima Ishaq Ibn &#8216;Ammar? mereka akan membuangnya&#8230;!! Jikapun mereka mengakui salah satu rijal hadits kita, niscaya mereka akan mengatakan bahwa banyak hadits palsu mengatasnamakan perawi tsb, contohnya adalah Kumail Ibn Ziyad AnNakha&#8217;i, mereka menyebutnya ; &#8220;seorang pribadi mulia yang ditaati dikalangan kaumnya, salah seorang generasi tabi&#8217;in yang berstatus tsiqah ( terpercaya )&#8221; ( lih. atsTsiqaat oleh Ibnu Hibban vol.5 hal 341) , namun lihatlah&#8230;.meski diakui ketsiqahannya tidak ada ahlu sunnahpun yang membaca doa yang dirawikannya dari Imam &#8216;Ali Alaihi Salam setiap malam jum&#8217;at&#8230;karena mereka tahu bahwa doa tersebut adalah hanya dinasabkan kepadanya&#8230;&#8230;..bukan asli dari Ali Ibn Abi Thalib Alaihi Salam, salah seorang khalifah Rasyidin yang wajib ditaati dan salah satu menantu Nabi yang wajib dicintai&#8230;<br />
Ayatullah&#8230;. bahkan hadits &#8220;Ana MadinatulIlm wa Ali Baabuha&#8221; sendiri maudhu&#8217; dikalangan mereka&#8230;. jadi sama saja&#8230; kita saling menolak karena walaupun dibuktikan bahwa ucpan2 diatas shahih&#8230;anda pasti akan menolaknya..jika menerima&#8230;konsekwuensinya amat mahal&#8230;anda harus mengakui bathilnya aqidah Imamah dan Wilayah&#8230;.Karena merekapun meyakini bahwa semua ucapan2 Imam AhlulBait yang ada di kitab2 kita banyak dipalsu&#8230;.Inipun jika anda seorang Syi&#8217;i, karena dalam jawaban anda terhadap Penulis Bebas tatkala ia menunjukkan hujjah dari kitab AsySyafi anda mengatakan &#8220;itu sih urusan orang syi&#8217;ah, biar mereka membantahnya!&#8221; seakan-akan anda bukan dari syi&#8217;ah<br />
Untuk Acep Sunaryo&#8230;Afwan ya akhi&#8230;ana bukannya tidak mau muncul, tapi bukankah sebelum mengomentari suatu wacana perlu ilmu&#8230;dan kesempatan tidak selalu datang&#8230;ana perlu membuka beberapa literatur baik dari Sunni maupun Syi&#8217;i, maupun karena kemarin ana banyak safar dalam beberapa hari&#8230;sekaligus ada peringatan Isytisyhad Imam &#8216;Ali Hadi Alihisalam&#8230;.<br />
Untuk Putri Malu&#8230;.<br />
Semoga anda senantiasa teguh diatas jalan para sayyidah AhlulBait Nabi dan menjaga terus rasa malu yang merupakan bagian dari iman dan qudwah para wanita suci keluarga Nabi &#8230;&#8230;<br />
1. Apakah dalam peristiwa Badr maksud anda? atau peristiwa Uhud? Di Badr Alloh memenangkan RasulNya dan di Uhud Alloh menempatkan Hamzah Alaihi Salam dalam Kasih AbadiNya sekaligus peringatan bagi para penentang saran suci Rasul&#8230;.bahwa mereka akan kalah dan binasa walau menentang satu dua perintah&#8230;Ya Ukhti , Nabi juga manusia biasa akan tetapi beliau adalah alma&#8217;shum, beliau sendiri terbiasa bermusyawarah mengenai peperangan yang akan terjadi, bukankah Nabi sendiri bersabda ; &#8220;Peperangan adalah tipu daya&#8221;<br />
2.  Sahabat juga manusia biasa sama seperti anda, hal ini adalah hikmah bahwa hanya Nabi yang ma&#8217;shum dan mereka bisa saja berbuat salah dalam penentangan ini, toh pasukan Usamah Alaihi Salam tetap berangkat dan derajat para sahabat disisi Alloh tidak berkurang&#8230;<br />
3.Umar Alaihi Salam tidak setuju Nabi diambilkan kertas dan pena, hal ini juga disayangkan para ahli sirah ahlu sunnah, akan tetapi mereka lalu mengambil hal yang muhkam karena Nabi sendiri secara implisit telah menerangkan apa yang akan beliau tulis ; &#8220;Panggilkan Abu Bakar dan anaknya agar tidak ada lagi yang berhasrat menempati kedudukan itu dan berangan2 mendapatkannya&#8221; lalu beliau bersabda ; &#8220;Alloh dan kaum mu&#8217;minin enggan kecuali Abu Bakar&#8221; ( Musnad Ahmad Ibn Hanbal 6/106 ) hal ini juga terbukti bahwa AshShiddiq-lah yang menjadi Imam shalat selama Nabi sakit, sementara kita memegang perkara mutasyabih dengan mengatakan bahwa Nabi sebenarnya akan menuliskan wasiat khilafah pada Imam Ali, jika kita tetap ngotot mengatakan bahwa wilayah Imam yang akan dituliskan, berarti kita menganggap Nabi telah gagal menyampaikan perkara penting itu hanya karena ulah Umar, sebegitu lemahkah Nabi sehingga tak mampu menyampaikan Imamah yang begitu penting ini!!?? Jika tidak, mengapa kita terus2an ngotot bahwa Tragedi Hari Kamis itu adalah awal dirampasnya imamah, mengapa Imam Ali Haidar Bani Hasyim tidak berusaha dengan keras agar perkara itu nampak dengan cara masuk menemui Nabi dengan kertas dan pena guna mematenkan haknya setelah para sahabat diusir keluar oleh nabi? Bukankah beliau kerabat terdekat yang bebas keluar masuk alhujrah? Ya Ukhti…Imam bahkan membaiat AshShiddiq meski terlambat, alangkah lemahnya Imam disisi kita karena tidak mau menuntut haknya sampai berlalu tiga khalifah dan beliau naik menjadi khalifah…apakah anda tega mengatakan hal yang demikian? Ya Ukhti Umar sendiri mengatakan hal yang demikian karena khawatir akan kondisi Nabi&#8230;&#8230;<br />
4.Benar&#8230;, dan saya beriman kepada ayat2 Alloh&#8230;,  akan tetapi para shahabat meskipun dalam kesalahannya tetap mendapatkan derajat keridhaan Alloh dan diampuni ( atTaubah ; 100 ) akan tetapi kita yang terlalu kurang ajar mengumbar-umbar kesalahan dan fitnah atas mereka&#8230;. apakah Alloh memilihkan sahabat untuk Nabinya yang pantas untuk dihina? Mereka melakukan hal ketaatan, sedikit penentangan, maupun yang lainnya, adalah contoh bagi kita, agar kita mengambil pelajaran apakah kita taat pada Nabi atau menentangnya dan agar kita tidak menghina mereka, Alloh mensegel kedudukan mereka dengan keridhoan dan ampunanNya karena mereka dijadikanNya hanya sebagai contoh semata karena kebaikan mereka juga sangat luar biasa dan menutupi kesalahan mereka , selebihnya mereka adalah pribadi2 mulia generasi Nabi&#8230; Dalam AlQur’an, ada contoh istri2 Nuh dan Luth Alaihima Salam yang dicontohkan sebagai pelaku kemusyrikan dan durhaka pada perintah Ilahi mereka terus dijadikan contoh sebagai yang jelek karena tidak ada hujjah lain yang menerangkan mereka diampuni dan diridhai , adapaun para sahabat? Dalam Kitabullah…dalam hadits2 Nabawi…seabrek keutamaan ditemui dan ancaman keras bagi para pencela mereka…<br />
5.Sebutkan referensi anda mengenai hal ini&#8230;.saya yakin anda mengambilnya dari buku2 karangan sejarawan kita, anda bisa baca ungkapan senada dalam buku Teladan Abadi Imam &#8216;Ali KW terbitan AlHuda&#8230;namun dalam buku2 ahlu sunnah..ungkapan demikan adakah?<br />
6.Itulah, Sayyidah A&#8217;isyah lalu menyesali dirinya dan selalu menangis, ini adalah ujian bagi kaum muslimin apakah taat kepada Alloh dan RasulNya dengan menaati Imam Ali ( ulil Amri ) atau menaati Ibunda mereka walaupun salah? Tentunya , Imam &#8216;Ali sendiri menyadari betul bahwa ini adalah ujian dari Alloh baginya dan kaum muslimin, karenanya pasca pertempuran beliau memulangkan Ibunda kita ke Madinah dengan penghormatan yang luar biasa seraya &#8220;menyegel&#8221; kedudukannya dengan ungkapan; &#8220;Dan baginya kehormatan sebagaimana sebelumnya ( istri Rasul di dunia dan akhirat yang wajib dihormati dan dicintai ) , dan hisabnya terserah kepada Alloh&#8221; ( NahjulBalaghah juz 2 hal 48 ), Imam.., dalam kapasitasnya sebagai AlQur’an Nathiq ( AlQur’an yang berbicara ) menyadari betul maksud firman Alloh ; “Nabi lebih utama bagi mu’min daripada diri mereka, dan istri2 beliau adalah ibu2 mereka” ( AlAhzab ; 6 ) , adapun kita… luar biasa!! Menyalahkan terus menerus ijtihad ibunda kita yang salah dan telah diberi amnesty oleh Alloh, juga Imam Ali sendiri yang mengalami akibat kesalahannya… ibunda kita…beliau tetap ibunda kita…Assalamu alaiki ya Humaira’…<br />
7.Semoga Alloh melaknati para pembunuh Imam Husain Alaihi Salam..!!!, beliau memang sangat tidak layak dibunuh, &#8230;yang senang dengan pembunuhan beliau adalah zindiq dan kafir, apakah anda menyalahkan ahlu sunnah yang anda sebut sebagai Nashibah sebagai pembunuh beliau? Bukankah beliau sendiri menerangkan siapa pembunuh beliau dalam ungkapan ; &#8221; Akan tetapi betapa tergesa-gesanya kalian mengambil baiat kami seperti burung duba&#8217; dan seperti baiat rayap, kemudian kalian merusaknya dengan kejahilan dan kesesatan kalian!!&#8221; atau ungkapan beliau ; &#8220;Merekalah yang mengundang kami untuk memberi pembelaan pada kami lantas mereka memusuhi kami dan membunuh kami&#8221; ( AlIhtijaaj hal. 145 &#8211; 146 ) Saya ingin bertanya siapa kepada anti apa maksud beliau dengan ungkapan &#8220;Merekalah yang mengundang kami&#8230;&#8221;?<br />
9. Sebutkan sumbernya, saya memang membaca ungkapan senada dalam alMurajaat karya Ayatullah Syarafuddin maupun atsar Amr Ibn Ash&#8230;.., saya meminta referensi yang lebih&#8230;utamanya dari ahlu sunnah&#8230;<br />
Ya Ukhti, dalam penulisan sejarah ada yang dinamakan manhaj taqmisy, dimana para sejarawan tak peduli dan menulis sejarah apa saja yang mereka dengar&#8230;ini satu faidah untuk anti&#8230;.<br />
Shollu ala Muhammad wa ala aali Muhammad….</p>
<p>______________________<br />
<strong><br />
Kami Jawab:</strong></p>
<p>Sobatku M. baqir, saya harap kamu tidak gegebah mengatakan sesuatu sebelum memastikannya&#8230; hadis yang kamu katakan palsu itu, apa bisa kamu buktikan? Siapa yang mengatakannya? dan apa alasannya?<br />
Setau saya banyak parawi Syi&#8217;ah (yang juga diakui kesyiahannya oleh ulama Ahlu Sunnah) juga dipakai oleh ahli hadis Ahlu Sunnah! Bukankah begitu sobat?!<br />
Komen lainnya biar ditanggapi oleh masing-masing yang kamu tuju.<br />
Syukran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: suni</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-700</link>
		<dc:creator>suni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 14:15:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-700</guid>
		<description>mungkinkah rasul saw menyuruh sahabat untuk:
1. saling menta&#039;ati diantara mereka satu sama lain?
2. menta&#039;ti generasi yang belum ada ketika mereka hidup?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkinkah rasul saw menyuruh sahabat untuk:<br />
1. saling menta&#8217;ati diantara mereka satu sama lain?<br />
2. menta&#8217;ti generasi yang belum ada ketika mereka hidup?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: suni</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-699</link>
		<dc:creator>suni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 14:10:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-699</guid>
		<description>hadist di bawah ini sy copypastekan dari http://bankwahabi.wordpress.com/2007/10/07/penjelasan-ahlus-sunnah-wal-jamaah-aqidah-yang-shohih/#comment-2789 barangkali ada yang bisa mengkoreksi apa yang ada di benak saya. soalnya 2 x komentar saya berkenaan dengan hadist tersebut selalu tidak dimuat. 

Aku berwasiat kepada kalian untuk mengikuti sahabat-sahabatku, kemudian mengikuti orang-orang yang datang setelah mereka, kemudian mengikuti yang datang setelah mereka“. Dan termasuk rangkaian hadith ini: “Tetaplah bersama al-Jama’ah dan jauhi perpecahan karena syaitan akan menyertai orang yang sendiri. Dia (syaitan) dari dua orang akan lebih jauh, maka barang siapa menginginkan tempat lapang di syurga hendaklah ia berpegang teguh pada (keyakinan) al-Jama’ah”

coba perhatikan kalimat Awal &quot;Aku berwasiat kepada kalian...&quot;   kata &quot;kalian tentunya ditujukan oleh sang pengucap (Rasul saw) kepada para pendengarnya,  yaitu para sahabat sehingga dapat disimpulkan bahwa dlm hadist tsb kalian = sahabat =mereka 1 . mereka 2 = tabi&#039;in.berdasarkan hal ini  hadist di atas  dapat ditulis sbb :

Aku berwasiat kepada kalian untuk mengikuti kalian, kemudian mengikuti orang-orang yang datang setelah kalian, kemudian mengikuti yang datang setelah tabi&#039;in ( maksudnya tabittabi&#039;in)...&quot;
 Mungkinkah rasul saw akan mengatakan demikian?

terima kasih sebelumnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hadist di bawah ini sy copypastekan dari <a href="http://bankwahabi.wordpress.com/2007/10/07/penjelasan-ahlus-sunnah-wal-jamaah-aqidah-yang-shohih/#comment-2789" rel="nofollow">http://bankwahabi.wordpress.com/2007/10/07/penjelasan-ahlus-sunnah-wal-jamaah-aqidah-yang-shohih/#comment-2789</a> barangkali ada yang bisa mengkoreksi apa yang ada di benak saya. soalnya 2 x komentar saya berkenaan dengan hadist tersebut selalu tidak dimuat. </p>
<p>Aku berwasiat kepada kalian untuk mengikuti sahabat-sahabatku, kemudian mengikuti orang-orang yang datang setelah mereka, kemudian mengikuti yang datang setelah mereka“. Dan termasuk rangkaian hadith ini: “Tetaplah bersama al-Jama’ah dan jauhi perpecahan karena syaitan akan menyertai orang yang sendiri. Dia (syaitan) dari dua orang akan lebih jauh, maka barang siapa menginginkan tempat lapang di syurga hendaklah ia berpegang teguh pada (keyakinan) al-Jama’ah”</p>
<p>coba perhatikan kalimat Awal &#8220;Aku berwasiat kepada kalian&#8230;&#8221;   kata &#8220;kalian tentunya ditujukan oleh sang pengucap (Rasul saw) kepada para pendengarnya,  yaitu para sahabat sehingga dapat disimpulkan bahwa dlm hadist tsb kalian = sahabat =mereka 1 . mereka 2 = tabi&#8217;in.berdasarkan hal ini  hadist di atas  dapat ditulis sbb :</p>
<p>Aku berwasiat kepada kalian untuk mengikuti kalian, kemudian mengikuti orang-orang yang datang setelah kalian, kemudian mengikuti yang datang setelah tabi&#8217;in ( maksudnya tabittabi&#8217;in)&#8230;&#8221;<br />
 Mungkinkah rasul saw akan mengatakan demikian?</p>
<p>terima kasih sebelumnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Acep Sunaryo</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-690</link>
		<dc:creator>Acep Sunaryo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 04:26:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-690</guid>
		<description>saudaraku Moh. al baqir, anta nih gimana sih, diminta tuk buktikan apa yang anta bawsakan eh malah mungsret alais nggak nongol lagi...

Apa kerepotan ya! ya pasti lah woang orang-orang seperti anta ini bisanya cuma copas doang! Ya pasti gampang kekurangan haban bakar ditengah jalan!!!! HE HE HE</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saudaraku Moh. al baqir, anta nih gimana sih, diminta tuk buktikan apa yang anta bawsakan eh malah mungsret alais nggak nongol lagi&#8230;</p>
<p>Apa kerepotan ya! ya pasti lah woang orang-orang seperti anta ini bisanya cuma copas doang! Ya pasti gampang kekurangan haban bakar ditengah jalan!!!! HE HE HE</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Putri Malu</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-687</link>
		<dc:creator>Putri Malu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 02:49:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-687</guid>
		<description>Untuk Muhammad AlBaqir, 

Alhamdulillah sentuhan yang santun dan bersahaja telah sampai juga dihandapan kita dari anda. semoga Allah merahmati kita semua dalam meniti menuju kehidupan akhir berbekal amal.

Dari berapa literatur sejarah yang telah sampai kepada kita, antara lain sebagai berikut :

1. Pertentangan Umar ibn Khattab ra kepada baginda Nabi, karena dinilai langkah yang diambil baginda nabi tidak menguntungkan kepada umat islam. bukankah sahabat seharusnya bersikap shami&#039;na wa attha&#039;na..?

2. Ketidak-setujuan Sahabat senior ketika Baginda Nabi mengangkat seorang anak muda Usamah bin zaid sebagai komandan perang melawan tentara romawi 
bukankah sahabat seharusnya bersikap shami&#039;na wa attha&#039;na..?

3. Ketidak-setujuan para sahabat khususnya Umar Ibn Kattab dalam peristiwa kamis yang pada saat itu terjadi dikamar baginda nabi saat beliau sedang sakit untuk diambilkan kertas dan pena, kenapa Umar menolak untuk melakukan itu ..?
bukankah sahabat seharusnya bersikap shami&#039;na wa attha&#039;na..?

4. Bukankah telah sampai kepada mereka ayat-ayat yang banyak bahwa Hendaknya mereka mentaati Allah dan RasulNya.. dan akan mendapat konsekwensi seandainya mereka menolak perintah Allah dan RosulNya...?

5. Apa yang terjadi kepada putri kesayangan beliau yang dilakukan oleh para sahabat Ayahandanya (baginda Nabi SAWW) sepeniggalan baginda Nabi .. apakah layak pedobrakan rumah dan ancaman pembakaran ..? apakah putri dan menantunya yang banyak menerima sanjungan dari nabi, telah melakukan suatu hal keburukan sehingga layak diperlakukan seperti itu ...?

6. Bukankah isteri-isteri nabi telah diperingatkan didalam Al-quran untuk tidak berdandan seperti orang jahiliyah dan tidak keluar dari rumahnya ..? tetapi kita saksikan apa yang terjadi setelahnya,,,? justru memimpin suatu peperangan (dan justru yang dihadapi adalah kaum muslimin sendiri..)

7. Apakah layak Husein ibn Ali ibn Abi thalib dipenggal kepadanya ..? bukankah beliau sering mendapat ciuman manis dan sanjungan dari baginda nabi .. apakah itu seorang itu yang disanjung nabi layak dipenggal kepalanya..?

8. Sesiapa yang mencaci sahabat digolongkan sebagai kafir serta terkeluar dari Islam (Nabi SAW menyatakan sesiapa yang mencaci seorang muslim adalah fasiq dan membunuhnya adalah kafir[Sahih Bukhari, Jilid I Hadith 48]).
layakkah keluarga Imam Ali terlaknat didalam mimbar jum&#039;at selama hampir 80 tahun ..? dan siapakah yang melaknat mereka ...muslimkah mereka ..? terpelajarkah mereka..?

saya kira beberapa/sekelumit keadaan yang secara mutawatir didalam sejarah kita dapatkan. apakah itu semua adalah kisah bohong dan kepalsuan adanya ..?

dan banyak lagi ungkapan sejarah yang telah sampai juga kepada kita ....

mudah-mudahan kita semua dapat mengambil pelajaran untuk kita semua.

Salam,..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Muhammad AlBaqir, </p>
<p>Alhamdulillah sentuhan yang santun dan bersahaja telah sampai juga dihandapan kita dari anda. semoga Allah merahmati kita semua dalam meniti menuju kehidupan akhir berbekal amal.</p>
<p>Dari berapa literatur sejarah yang telah sampai kepada kita, antara lain sebagai berikut :</p>
<p>1. Pertentangan Umar ibn Khattab ra kepada baginda Nabi, karena dinilai langkah yang diambil baginda nabi tidak menguntungkan kepada umat islam. bukankah sahabat seharusnya bersikap shami&#8217;na wa attha&#8217;na..?</p>
<p>2. Ketidak-setujuan Sahabat senior ketika Baginda Nabi mengangkat seorang anak muda Usamah bin zaid sebagai komandan perang melawan tentara romawi<br />
bukankah sahabat seharusnya bersikap shami&#8217;na wa attha&#8217;na..?</p>
<p>3. Ketidak-setujuan para sahabat khususnya Umar Ibn Kattab dalam peristiwa kamis yang pada saat itu terjadi dikamar baginda nabi saat beliau sedang sakit untuk diambilkan kertas dan pena, kenapa Umar menolak untuk melakukan itu ..?<br />
bukankah sahabat seharusnya bersikap shami&#8217;na wa attha&#8217;na..?</p>
<p>4. Bukankah telah sampai kepada mereka ayat-ayat yang banyak bahwa Hendaknya mereka mentaati Allah dan RasulNya.. dan akan mendapat konsekwensi seandainya mereka menolak perintah Allah dan RosulNya&#8230;?</p>
<p>5. Apa yang terjadi kepada putri kesayangan beliau yang dilakukan oleh para sahabat Ayahandanya (baginda Nabi SAWW) sepeniggalan baginda Nabi .. apakah layak pedobrakan rumah dan ancaman pembakaran ..? apakah putri dan menantunya yang banyak menerima sanjungan dari nabi, telah melakukan suatu hal keburukan sehingga layak diperlakukan seperti itu &#8230;?</p>
<p>6. Bukankah isteri-isteri nabi telah diperingatkan didalam Al-quran untuk tidak berdandan seperti orang jahiliyah dan tidak keluar dari rumahnya ..? tetapi kita saksikan apa yang terjadi setelahnya,,,? justru memimpin suatu peperangan (dan justru yang dihadapi adalah kaum muslimin sendiri..)</p>
<p>7. Apakah layak Husein ibn Ali ibn Abi thalib dipenggal kepadanya ..? bukankah beliau sering mendapat ciuman manis dan sanjungan dari baginda nabi .. apakah itu seorang itu yang disanjung nabi layak dipenggal kepalanya..?</p>
<p>8. Sesiapa yang mencaci sahabat digolongkan sebagai kafir serta terkeluar dari Islam (Nabi SAW menyatakan sesiapa yang mencaci seorang muslim adalah fasiq dan membunuhnya adalah kafir[Sahih Bukhari, Jilid I Hadith 48]).<br />
layakkah keluarga Imam Ali terlaknat didalam mimbar jum&#8217;at selama hampir 80 tahun ..? dan siapakah yang melaknat mereka &#8230;muslimkah mereka ..? terpelajarkah mereka..?</p>
<p>saya kira beberapa/sekelumit keadaan yang secara mutawatir didalam sejarah kita dapatkan. apakah itu semua adalah kisah bohong dan kepalsuan adanya ..?</p>
<p>dan banyak lagi ungkapan sejarah yang telah sampai juga kepada kita &#8230;.</p>
<p>mudah-mudahan kita semua dapat mengambil pelajaran untuk kita semua.</p>
<p>Salam,..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad AlBaqir</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-678</link>
		<dc:creator>Muhammad AlBaqir</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 05:42:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-678</guid>
		<description>Bukankah membicarakan masalah tafdhil....saya telah menukil dari ungkapan2 para Imam Alawiyyin yang dimuat dibuku2 AhluSunnah, percuma kalau anda mau memaksa Ahlu Sunnah ikut kita mendahulukan Imam &#039;Ali, la wong Imam2 kita sendiri dibuku2 mereka menyatakan Syaikhain lebih utama..

______________&lt;strong&gt;
Kami Menjawab:&lt;/strong&gt;
Apakah Anda dapat membuktikan bahwa nukilan2 yang Anda jadikan hujjah itu shahih?
Buktikan! Sebab tidak sedikit kepalsuan diatas namakan para tokoh pembesar ahlulbait/bani hasyim!  </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukankah membicarakan masalah tafdhil&#8230;.saya telah menukil dari ungkapan2 para Imam Alawiyyin yang dimuat dibuku2 AhluSunnah, percuma kalau anda mau memaksa Ahlu Sunnah ikut kita mendahulukan Imam &#8216;Ali, la wong Imam2 kita sendiri dibuku2 mereka menyatakan Syaikhain lebih utama..</p>
<p>______________<strong><br />
Kami Menjawab:</strong><br />
Apakah Anda dapat membuktikan bahwa nukilan2 yang Anda jadikan hujjah itu shahih?<br />
Buktikan! Sebab tidak sedikit kepalsuan diatas namakan para tokoh pembesar ahlulbait/bani hasyim!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad AlBaqir</title>
		<link>http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-661</link>
		<dc:creator>Muhammad AlBaqir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 23:19:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/12/05/ibnu-taymiyah-berbohong-atas-nama-sahabat-dalam-mengutamakan-abu-bakar-umar-atas-imam-ali-as-4/#comment-661</guid>
		<description>Alhamdulillah , allohimma shalli ala Muhammad wa ala alihi alathhar.....
Ayatullah yang terhormat, saya yakin anda berasal dari golongan Syiah, sayapun dengan terus terang jujur bahwa saya seorang Syi&#039;i. Namun demikian semenjak tahun-tahun yang telah lewat saya merenung mengenai masalah Imamah yang merupakan salah satu ushul madzhab kita, hingga hari ini...tatkala anda menulis blog ini. Ketika ziarah ke Madinah Munawwarah pikiran saya berkecamuk antara percaya atau tidak bahwa makam dua Imam Huda alaiha salam satu kamar letaknya dengan alMushtafa alaihi afdhalasshalat wa salam, memang sebagian fuqaha&#039; kita mengatakan bahwa itu adalah tindakan busuk mereka untuk menutupi kejahatan politik yang mereka lakukan terhadap Imam Ali Alaihissalam, sehingga manusia sepanjang zaman akan tetap mengakui kdekatan mereka dengan Nabi. Namun tatkala kembali ke tanah air, saya bertemu dengan salah seorang penuntut ilmu salafi yang membawa saya pada penghormatan yang sangat dalam terhadap dua Imam Huda dan ikhwan2 ahlu sunnah, golongan salafiyyun, mengapa?
1. Tatkala membuka kitab Syarah Ushul I&#039;tiqad Ahlu Sunnah wal Jama&#039;ah ( 7/1366) milik thalib tadi saya mendapati ungkapan Imam Ali ;
&quot;Sebaik2 ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar dan Umar&quot; 
2. Dalam Tafsir AthThabari ( 3/455 ) , disebutkan tafsir Imam Ali atas ayat ( wa sayajzillahu asysyakirin ) ; 
&quot;yaitu mereka yang tegak dan tegar diatas agama ; Abu Bakar dan Umar&quot; dan beliau juga mengatakan ; 
&quot;Abu bakar adalah penghulu para syakirin, penghulu kaum yang dicintai Alloh, dan ialah pribadi yang paling bersyukur dan dicintai Alloh&quot; 
3. Saya membuka pula kitab Siyar a&#039;lamin Nubala&#039; ( 4/406 ), salah satu kitab biografi yang diakui oleh ahlu sunnah ; 
Imam Baqir alaihi salam berkata ; &quot;anak cucu keturunan Fathimah sepakat untuk menyatakan ungkapan yang paling baik bagi Abu Bakar dan Umar&quot;  
4.Lagi saya membuka AlBidayah wan Nihayah (9/321) merekam jelas ucapan Imam Baqir kepada Bassam AshShairifi ; 
&quot;Demi Alloh aku mencintai &amp; memintakan ampunan bagi keduanya, dan aku tidak mengetahui seorangpun dari ahlulbaitku kecuali ia pasti mencintai keduanya!&quot; 
5. Dalam alI&#039;tiqaad ( hal.361) disebutkan ucapan beliau ; 
&quot;Aku takkan mendapatkan syafaat kakekku Muhammad apabila aku tidak tarahum dan memintakan ampunan bagi keduanya, sesungguhnya musuh-musuh Alloh telah lalai dari hak-hak keduanya&quot; , saya berlindung kepada Alloh dari menjadikan diri sebagai musuhNya....
6. Dalam asSiyar tadi ( 2/558 ), disebutkan ucapan Imam Shadiq alaihisalam kepada Slaim Ibn Abi Hafshah ; 
&quot;Wahai Salim, cintailah keduanya dan berelepaslah dari musuh2 keduanya, sesungguhnya keduanya adalah DUA IMAM HUDA , Wahai Salim..., layakkah seseorang mencela kakeknya? Abu bakar adalah kakekku ! aku takkan mendapatkan syafaat kakekku Muhammad pada hari kiamat jika aku tak mencintai keduanya dan berlepas diri dari musuh2nya!!&quot;
7. Ungkapan beliau yang lain ; 
&quot;Ia ( Abu Bakar ) telah melahirkanku dua kali&quot; ( Syarh Ushul 7/130 ) 
7. Lain lagi jawaban Imam terhadap seorang yang menanyakan Abu Bakar dan Umar, beliau menjawab; 
&quot;ENGKAU BERTANYA KEPADAKU MENGENAI DUA ORANG YANG TELAH MENDAPATKAN SANTAPAN DARI HIDANGAN BUAH-BUAHAN SURGA&quot; ( Siyar 6/259) 
Ucapan2 ini telah membungkam mulut saya dan meragukan status khutbah Syiqhsisiyah dalam Nahj alBalaghah, palsu atau dhaifkah ? 
Ayatullah, bukankah akal .... kita memiliki akal , salah satu landasan hukum Syar&#039;i dalam madzhab kita , lalu mengapa anda tidak berpikir kalau sekiranya Nabi adalah manusia terbaik dan terafhdhal di muka bumi lalu mengapa ia memiliki sahabat-sahabat buruk dan perampas? atau istri pezina? , DEMI ALLOH...... sahabat2nya adalah yang terbaik dan termulia!!, istri2nya adalah tersuci dan terhormat!! Sungguh malang tanpa sadar selama ini kita malah menjatuhkan pukulan telak kepada Imam Ali dengan tuduhan sebagai pengecut, yang tak ada keberanian untuk mengambil haknya ( menurut sangkaan kita ) hanya demi menjaga persatuan kaum muslimin. Mustahil...Imam pasti lebih tahu bahwa persatuan Islam tegak apabila kewajiban syar&#039;i ditegakkan, sedangkanmenurut kita kewajiban Syar&#039;i yang paling utama adalah Imamah, lalu diamana Haidar Bani Hasyim saat itu? sangat nayata kini dimata saya bahwa alasan Imam membaiat Abu bakar hanya untuk persatuan Islam itu hanyalah rekayasa para fuqaha&#039; kita , bukankah dalam banyak ayatnya alQur&#039;an memuji dan menyanjung mereka yang berjihad di jalan Ilahi .....( atTaubah ;111 ) apakah berjuang menegakkan Imamah tidak lebih baik dan afdhal? Nyatalah bahwa Imam sama sekali tak memiliki tujuan2 duniawi ; &quot;Demi Alloh, aku sama sekali tak berkeinginan untuk memegang tampuk wilayah dan khilafah&quot; ( NahjulBalaghah juz 2 hal.184 ) Wahai ayatullah, bagaimana pendapat anda sekiranya  mertua anda dicela dan dihina? sahabat karib anda dilaknati? atau istri anda dikatakan pezina? sakitkah hati anda? Demikian saya semakin teriris peraaannya tatkala membuka Ushul AsSunnah karya Imam Ahmad untuk mencari landasan mereka dalam menghina Ima Ali dan kerabatnya; malah disebutkan ungkapan alLaalikaai : &quot;Orng2 Rafidhah ( ungkapan mereka kepada kita karena kita nyata2 menolak keimamahan Syaikhain )lebih buruk dari yahudi dan nashrani, karena apabila anda katakan kpada org yahudi &quot;siapa yang terbaik dikalangan kalian?&quot; jawab mereka &quot;para sahabat Musa&quot; , adapaun orang nashrani akan menjawab &quot;Para hawariy Isa&quot; adapun apabila anda tanyakan kepada orang2 Rafidhah &quot;siapa yang paling buruk dari kalangan kalian&quot; niscaya mereka kan menjawab &quot;Para sahabat Muhammad!!&quot; wal iyadzubillah , tegakah kita ucapkan kalimat itu hanya demi menuntut danmembela hak Imam? . Thalib sunni tadi juga memberikan saya VCD berjudul Jarooim Rafedhah oleh www.alaal.net , nyata sekali terlihat salah seorang faqih kita di Najaf AlAsyraf melaknat sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga...... ( setelah itu terdengar suara Syaikh Sudais membaca ayat 29 surat alFath ;Muhammadurrasulullaah...sampai akhir) dalam salah satu bagian juga diperlihatkan salah seorang faqih yang ditanya &quot;Mengapa A&#039;isyah dinamakan Humaira&#039; ( yang kemerah-merahan )?&quot; faqih tadi malah menjawab : &quot;Humaira adalah isim tasghir ( pengecilan) dari Khimar ( peranakan kuda dan keledai ) lalu maksudnya ibu kita adalah khimar kecil??!! , dimana mereka ini dalam ungkapan Imam Ali atas ibunda kita Ummul Mu&#039;minin ; &quot;Dan baginya kehormatan seperti sebelumnya ( sebelum peristiwa jamal ) adapun hisabnya terserah Alloh...&quot; ( NahjulBalaghah juz2 hal 48 ) Ayatullah...... apa jawab anda dihadapn Alloh kelak tatkala ia menanyakan ; &quot;Mengapa kamu mencela dan mendiskreditkan AshShadiq dan alFaruq hanya demi Ali? lalu pasti Imam akan didatangkan untuk meminta pertanggung jawaban anda mendiskreditkan dua mertua Nabi hanya demi dirinya...... Saya tak membela Ibnu Taimiyah karena dua Imam Huda lebih layak untuk dibela....emoga Alloh merahmati antum semua...

&lt;strong&gt;________________
-Jawaban Kami-&lt;/strong&gt;

Daripada anda ngomong kesana-kemari yang tidak nyambung, sebaiknya anda tanggapi saja tulisan kami diatas, buktikan bahwa anda sanggup membela imam yang anda agung2kan ini, yang pemyimpangan dan kebohongannya kami bongkar disini.

kami tunggu tanggapan dan pembelaan anda buat Imam anda Ibnu Taymiah!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah , allohimma shalli ala Muhammad wa ala alihi alathhar&#8230;..<br />
Ayatullah yang terhormat, saya yakin anda berasal dari golongan Syiah, sayapun dengan terus terang jujur bahwa saya seorang Syi&#8217;i. Namun demikian semenjak tahun-tahun yang telah lewat saya merenung mengenai masalah Imamah yang merupakan salah satu ushul madzhab kita, hingga hari ini&#8230;tatkala anda menulis blog ini. Ketika ziarah ke Madinah Munawwarah pikiran saya berkecamuk antara percaya atau tidak bahwa makam dua Imam Huda alaiha salam satu kamar letaknya dengan alMushtafa alaihi afdhalasshalat wa salam, memang sebagian fuqaha&#8217; kita mengatakan bahwa itu adalah tindakan busuk mereka untuk menutupi kejahatan politik yang mereka lakukan terhadap Imam Ali Alaihissalam, sehingga manusia sepanjang zaman akan tetap mengakui kdekatan mereka dengan Nabi. Namun tatkala kembali ke tanah air, saya bertemu dengan salah seorang penuntut ilmu salafi yang membawa saya pada penghormatan yang sangat dalam terhadap dua Imam Huda dan ikhwan2 ahlu sunnah, golongan salafiyyun, mengapa?<br />
1. Tatkala membuka kitab Syarah Ushul I&#8217;tiqad Ahlu Sunnah wal Jama&#8217;ah ( 7/1366) milik thalib tadi saya mendapati ungkapan Imam Ali ;<br />
&#8220;Sebaik2 ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar dan Umar&#8221;<br />
2. Dalam Tafsir AthThabari ( 3/455 ) , disebutkan tafsir Imam Ali atas ayat ( wa sayajzillahu asysyakirin ) ;<br />
&#8220;yaitu mereka yang tegak dan tegar diatas agama ; Abu Bakar dan Umar&#8221; dan beliau juga mengatakan ;<br />
&#8220;Abu bakar adalah penghulu para syakirin, penghulu kaum yang dicintai Alloh, dan ialah pribadi yang paling bersyukur dan dicintai Alloh&#8221;<br />
3. Saya membuka pula kitab Siyar a&#8217;lamin Nubala&#8217; ( 4/406 ), salah satu kitab biografi yang diakui oleh ahlu sunnah ;<br />
Imam Baqir alaihi salam berkata ; &#8220;anak cucu keturunan Fathimah sepakat untuk menyatakan ungkapan yang paling baik bagi Abu Bakar dan Umar&#8221;<br />
4.Lagi saya membuka AlBidayah wan Nihayah (9/321) merekam jelas ucapan Imam Baqir kepada Bassam AshShairifi ;<br />
&#8220;Demi Alloh aku mencintai &amp; memintakan ampunan bagi keduanya, dan aku tidak mengetahui seorangpun dari ahlulbaitku kecuali ia pasti mencintai keduanya!&#8221;<br />
5. Dalam alI&#8217;tiqaad ( hal.361) disebutkan ucapan beliau ;<br />
&#8220;Aku takkan mendapatkan syafaat kakekku Muhammad apabila aku tidak tarahum dan memintakan ampunan bagi keduanya, sesungguhnya musuh-musuh Alloh telah lalai dari hak-hak keduanya&#8221; , saya berlindung kepada Alloh dari menjadikan diri sebagai musuhNya&#8230;.<br />
6. Dalam asSiyar tadi ( 2/558 ), disebutkan ucapan Imam Shadiq alaihisalam kepada Slaim Ibn Abi Hafshah ;<br />
&#8220;Wahai Salim, cintailah keduanya dan berelepaslah dari musuh2 keduanya, sesungguhnya keduanya adalah DUA IMAM HUDA , Wahai Salim&#8230;, layakkah seseorang mencela kakeknya? Abu bakar adalah kakekku ! aku takkan mendapatkan syafaat kakekku Muhammad pada hari kiamat jika aku tak mencintai keduanya dan berlepas diri dari musuh2nya!!&#8221;<br />
7. Ungkapan beliau yang lain ;<br />
&#8220;Ia ( Abu Bakar ) telah melahirkanku dua kali&#8221; ( Syarh Ushul 7/130 )<br />
7. Lain lagi jawaban Imam terhadap seorang yang menanyakan Abu Bakar dan Umar, beliau menjawab;<br />
&#8220;ENGKAU BERTANYA KEPADAKU MENGENAI DUA ORANG YANG TELAH MENDAPATKAN SANTAPAN DARI HIDANGAN BUAH-BUAHAN SURGA&#8221; ( Siyar 6/259)<br />
Ucapan2 ini telah membungkam mulut saya dan meragukan status khutbah Syiqhsisiyah dalam Nahj alBalaghah, palsu atau dhaifkah ?<br />
Ayatullah, bukankah akal &#8230;. kita memiliki akal , salah satu landasan hukum Syar&#8217;i dalam madzhab kita , lalu mengapa anda tidak berpikir kalau sekiranya Nabi adalah manusia terbaik dan terafhdhal di muka bumi lalu mengapa ia memiliki sahabat-sahabat buruk dan perampas? atau istri pezina? , DEMI ALLOH&#8230;&#8230; sahabat2nya adalah yang terbaik dan termulia!!, istri2nya adalah tersuci dan terhormat!! Sungguh malang tanpa sadar selama ini kita malah menjatuhkan pukulan telak kepada Imam Ali dengan tuduhan sebagai pengecut, yang tak ada keberanian untuk mengambil haknya ( menurut sangkaan kita ) hanya demi menjaga persatuan kaum muslimin. Mustahil&#8230;Imam pasti lebih tahu bahwa persatuan Islam tegak apabila kewajiban syar&#8217;i ditegakkan, sedangkanmenurut kita kewajiban Syar&#8217;i yang paling utama adalah Imamah, lalu diamana Haidar Bani Hasyim saat itu? sangat nayata kini dimata saya bahwa alasan Imam membaiat Abu bakar hanya untuk persatuan Islam itu hanyalah rekayasa para fuqaha&#8217; kita , bukankah dalam banyak ayatnya alQur&#8217;an memuji dan menyanjung mereka yang berjihad di jalan Ilahi &#8230;..( atTaubah ;111 ) apakah berjuang menegakkan Imamah tidak lebih baik dan afdhal? Nyatalah bahwa Imam sama sekali tak memiliki tujuan2 duniawi ; &#8220;Demi Alloh, aku sama sekali tak berkeinginan untuk memegang tampuk wilayah dan khilafah&#8221; ( NahjulBalaghah juz 2 hal.184 ) Wahai ayatullah, bagaimana pendapat anda sekiranya  mertua anda dicela dan dihina? sahabat karib anda dilaknati? atau istri anda dikatakan pezina? sakitkah hati anda? Demikian saya semakin teriris peraaannya tatkala membuka Ushul AsSunnah karya Imam Ahmad untuk mencari landasan mereka dalam menghina Ima Ali dan kerabatnya; malah disebutkan ungkapan alLaalikaai : &#8220;Orng2 Rafidhah ( ungkapan mereka kepada kita karena kita nyata2 menolak keimamahan Syaikhain )lebih buruk dari yahudi dan nashrani, karena apabila anda katakan kpada org yahudi &#8220;siapa yang terbaik dikalangan kalian?&#8221; jawab mereka &#8220;para sahabat Musa&#8221; , adapaun orang nashrani akan menjawab &#8220;Para hawariy Isa&#8221; adapun apabila anda tanyakan kepada orang2 Rafidhah &#8220;siapa yang paling buruk dari kalangan kalian&#8221; niscaya mereka kan menjawab &#8220;Para sahabat Muhammad!!&#8221; wal iyadzubillah , tegakah kita ucapkan kalimat itu hanya demi menuntut danmembela hak Imam? . Thalib sunni tadi juga memberikan saya VCD berjudul Jarooim Rafedhah oleh <a href="http://www.alaal.net" rel="nofollow">http://www.alaal.net</a> , nyata sekali terlihat salah seorang faqih kita di Najaf AlAsyraf melaknat sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga&#8230;&#8230; ( setelah itu terdengar suara Syaikh Sudais membaca ayat 29 surat alFath ;Muhammadurrasulullaah&#8230;sampai akhir) dalam salah satu bagian juga diperlihatkan salah seorang faqih yang ditanya &#8220;Mengapa A&#8217;isyah dinamakan Humaira&#8217; ( yang kemerah-merahan )?&#8221; faqih tadi malah menjawab : &#8220;Humaira adalah isim tasghir ( pengecilan) dari Khimar ( peranakan kuda dan keledai ) lalu maksudnya ibu kita adalah khimar kecil??!! , dimana mereka ini dalam ungkapan Imam Ali atas ibunda kita Ummul Mu&#8217;minin ; &#8220;Dan baginya kehormatan seperti sebelumnya ( sebelum peristiwa jamal ) adapun hisabnya terserah Alloh&#8230;&#8221; ( NahjulBalaghah juz2 hal 48 ) Ayatullah&#8230;&#8230; apa jawab anda dihadapn Alloh kelak tatkala ia menanyakan ; &#8220;Mengapa kamu mencela dan mendiskreditkan AshShadiq dan alFaruq hanya demi Ali? lalu pasti Imam akan didatangkan untuk meminta pertanggung jawaban anda mendiskreditkan dua mertua Nabi hanya demi dirinya&#8230;&#8230; Saya tak membela Ibnu Taimiyah karena dua Imam Huda lebih layak untuk dibela&#8230;.emoga Alloh merahmati antum semua&#8230;</p>
<p><strong>________________<br />
-Jawaban Kami-</strong></p>
<p>Daripada anda ngomong kesana-kemari yang tidak nyambung, sebaiknya anda tanggapi saja tulisan kami diatas, buktikan bahwa anda sanggup membela imam yang anda agung2kan ini, yang pemyimpangan dan kebohongannya kami bongkar disini.</p>
<p>kami tunggu tanggapan dan pembelaan anda buat Imam anda Ibnu Taymiah!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
